SINOPSIS The Whirlwind Girl 2 Episode 17 PART 2

All Images By : Hunan Tv

The Whirlwind Girl 2 Episode 17 PART 2



"Hebat" teriak Ting hao langsung mengaget kan semua nya.
Ting Hao menghampiri Bai Cao.


"senior .. kau belum pulih benar, kenapa kau datang kemari" keluh Bai Cao.
lalu Ting Hao menarik Bai cao dan merangkul nya "kau ini pacar ku.. kenapa masih memanggil senior, panggil saja Ting Hao".
Bai Cao seperti kikuk dengan situasi nya sekarang.


Xiao Ying berbisik pada Yi Feng "sepertinya akan ada perang hebat,ayo kita pergi"


Chang An terkejut "tunggu .. kalian berpacaran" tanya Chang An.
Ting Hao cukup tersenyum untuk menjawab pertanyaan Chang an. Bai Cao langsung melepaskan pelukan Ting hao dan berkata gagap.. tidak itu cuma janji.



"janji adalah janji, tak perlu kau jelaskan kepada orang lain" sahut Ting Hao dengan cepat.
Ting hao meneruskan "tapi aku datang kesini bukan untuk mu tapi untuk dia (Chang An) "

Ting Hao mendekati Chang An "pelatih Chang An aku menyelidiki sesuatu tentang Xing Yao, dan aku sudah salah faham padamu, aku tidak tahu dia memiliki penyakit jantung sehingga dia tidak tahan terhadap putaran,
dia teman baikku jadi jika teradi sesuatu pastinya aku akan menyalahkan mu, tapi sekarang kebenaran sudah keluar, jadi tolong maafkan aku"


Xiao Ying :"senior Ting Hao aku suka padamu, kau sangat keren karena jujur dan adil" sambil mengacung kan jempol nya.
Yi Feng yang disamping nya tersenyum nyengir sambil bergumam "itulah yang harus dilakukan lelaki"

Chang An seperti cemburu melihat Ting Hao tersenyum pada bai Cao dan Bai Cao membalasnya.


pagi nya Ting Hao menghampiri Bai Cao yang sedang membersihkan tempat latihan. Ting Hao membawa sapu dan akan membantu Bai Cao.
bai Cao langsung merebut sapu Ting Hao dan mengatakan lengan mu masih belum sembuh jadi jangan banyak melakukan aktifitas.


Ting Hao:"dokter sudah memperbolehkan ku pulang jadi tangan ku ini sudah tidak apa apa" sambil menepuk nepuk tangan nya.
Bai Cao yang khawatir langsung meraih tangan Ting Hao "jangan disentuh dulu, nanti bisa luka lagi" omel Bai Cao.

Ting hao tersenyum melihat Bai Cao memegang tangan nya. tapi Bai Cao langsung melepaskan genggaman nya.



"apa sekarang kau khawatir padaku" tanya Ting Hao.
Bai Cao tak menjawab. Ting Hao meneruskan "karena sekarang kita berpacaran hal yang wajar jika kau menunjukkan perhatian mu, karena yang terpenting bagiku bisa bersama sama dengan mu, kau tak perlu malu, aku akan membantumu membersihkan dan kau siap siap lah untuk latihan"

lalu Ting Hao merebut sapu nya dan memulai menyapu.
Bai Cao terus memandangi Ting Hao sedang menyapu lalu bertanya "benar sikumu sudah tidak apa apa" lalu berusaha merebut sapu dari tangan Ting hao, tapi malah mengenai tangan Ting Hao yang patah.
Ting Hao mengaduh kesakitan membuat Bai Cao ketakutan, tapi Ting Hao malah meminta Bai Cao untuk menyentuh nya lagi.



lalu Bai Cao bertanya tentang kaki nya.karena Bai cao terlalu khawatir Ting Hao malah mencandai Bai Cao kalau kata dokter kaki nya butuh waktu dan menunjukkan bagian yang harus disentuh Bai Cao. lagi dan lagi.
tanpa disadari keduanya Chang An sedang menyaksikan keduanya dengan tatapan cemburu.



Ting Hao terus menyuruh Bai Cao untuk memijat, bagian kiri, kanan, kebawah keatas membuat Bai Cao curiga dan langsung melotot ke Ting Hao.
Ting hao yang melihat Bai Cao seperti itu malah tersenyum dan berkata "maaf aku mengotori kursi nya lagi, kau harus membersihkan nya lagi"



Chang An memilih untuk kembali setelah melihat Ting Hao dan Bai Cao sedang bercanda.
Ting hao membantu Bai Cao mencuci Baju dihalaman menggunakan tangan kiri. Ting Hao menyuruh Bai Cao untuk melepaskan jam tangan nya, saat Bai Cao melepaskan jam tangan Ting Hao terus memandangi Bai Cao penuh cinta.
setelah dilepas dengan manja Ting Hao menyuruh untuk menggulung kan lengan nya juga, Bai Cao terus menuruti permintaan Ting Hao tanpa mengeluh.

Li Yin dan Ping Ping yang melihat nya cukup kagum dengan senior Ting Hao yang keren karena mau membantu Bai Cao mencuci baju.


Fei Yu datang ke song Bai dengan membawa sebucket bunga, ketika akan mengetuk pintu Fei Yu ragu ragu lalu mengurungkan niat nya tapi akhirnya Fei Yu memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
sebelum diketuk pintunya sudah terbuka dan itu Xiao Ying.
keduanya kaget "kenapa kau masih disini, kau kesini mencari Bai Cao kan" tanya Xiao Ying


Xiao Ying terus mengusir Fei Yu karena akan latihan, lalu Xiao Ying masuk lagi kedalam tapi Fei Yu berteriak teriak meemanggil Xiao Ying,
lalu Fei Yu memberanikan diri mengatakan "Xiao Ying .. Xiao Ying.. aku suka padamu". membuat Xiao Ying terhenti.

Tapi bukan Xiao Ying kalau langsung percaya "apa kau hilang ingatan, aku bukan gadis kecil yang kau cari"


Fei Yu melangkah masuk "memang benar kau bukan gadis yang aku cari, tapi aku sudah mengatakan ke penyelamat kalau Lu FEi Yu menyukai Fan Xiao Ying,
selamanya aku akan menyukaimu dan kau tak perlu khawatir dengan penyelamat, dia sudah merestui kta" kata Fei Yu sambil berlutut didepan Xiao Ying.


Xiao Ying :"Fei Yu , lihat lah dirimu, aku tak mungkin menyukai mu"

"apa.. apa hatimu sudah berubah, apakah kau benar benar menyukai kakak Yi Feng" tanya Fei Yu.

"apa nya yang berubah..dari awal hatiku sudah tidak bersamamu" jawab Xiao Ying yang langsung berlari pergi.

Fei Yu menangis dan menjatuhkan bungan nya. "Ohhh Tuhan kenapa aku jadi menderita"


malam harinya Chang An akan mengukir, tapi diurungkan karena mengingat ditempat latihan saat Ting Hao mengakui berpacaran dengan Bai Cao. lalu Chang An membanting ukiran nya.


Seperti biasanya di Song Bai Chang An sedang melatih , sedangkan Ting Hao memasak dengan menggunakan tangan kiri nya walaupun kesulitan, Ting hao terlihat menikmatinya.


Xiao Ying mengeluh tentang Yi Feng pada pelatih Chang An, dia mengatakan kalau Yi Feng terlalu lamban gerakan nya.
sambil mendengar Xiao Ying dan Bai Cao Chang An seperti sedang menahan sakit dikaki nya, karena di injak Bai Cao untuk latihan.
kemudian Chang An menyuruh Bai Cao dan Xiao Ying untuk istirahat dan melanjutkan setelah istirahat sebentar.



Chang An menuju bangku untuk duduk walaupun sedikit tertatih Chang An nampak menyembunyikan nya.
Xiao Ying mengikuti Chang An ke bangku dan bertanya "pelatih kita sudah berlatih seperti ini.. apa gunanya?"
"Kau akan tahu nanti" jawab Chang An dengan tersenyum tapi tangan nya mencekeram kaki nya.sekilas Bai Cao melihat nya tapi disaat yang sama Ting Hao datang membawakan makanan.



"senior Ting hao ini kau yang memasak" tanya Bai Cao.
"sebagai pacar yang berhati hangat, bagaimana bisa aku tak memasak untuk mu, lagipula ini pertama kalinya aku masak untuk mu" ucap Ting Hao.
Xiao Ying mengatakan kalau senior Ting Hao benar benar pacar yang sempurna.


Xiao Ying menengok kearah pelatih Chang An "senior Ting Hao apakah ada untuk pelatih Chang An" tanya Xiao Ying.

"tentu saja, mana mungkin aku melupakan nya" dengan nada sindiran.
Xiao Ying memuji Ting hao kalau kau punya hati yang besar kau harus diberi penghargaan.
Ting Hao yang mendengarnya langsung tersenyum dan mengajak Toss Xiao ying.
"kau lanjutkan saja makan nya , biar aku yang memberikan ke pelatih Chang An" kata Ting Hao.

Ting hao memberikan Sup pada Chang An sambil berkata "aku datang untuk memberikan sup pada pacarku, kenapa kau serius sekali" ucap Ting Hao.
"norak" sindir Chang An.


Ting Hao :"norak? bukan kah kau pernah mendengar kalau laki laki yang sedang jatuh cinta itu merasa bahagia seperti anak kecil"

Chang An :"tapi dia tidak menyukaimu"

"itu tidak benar.. kami sedang berpacaran sekarang" jawab Ting Hao dengan senyum. lalu menyodorkan sup nya ke Chang an. karena Chang An hanya diam tak mau menerima Ting Hao langsung berbalik dan mengatakan kalau pelatih Chang An tak mau meminum sup nya.
saat Ting Hao berbalik Chang An langsung mencengkeram kaki nya dan menahan sakit.


Selesai latihan, Bai cao pergi kekamar Chang An dan mengetuk nya. Chang An hanya menyahut nya dari dalam "ada apa"
Bai Cao bertanya dari luar "pelatih Chang An, saat latihan aku melihat mu seperti kesakitan, apa kah cedera lamamu....?".
"kita bicarakan besok saja" sahut Chang An.

"tapi.."

"sudah kukatakan kita bicarakan besok saja" teriak Chang An.

"Baiklah .. kalau begitu istirahat lah" kata Bai Cao lalu melangkah pergi, tapi langkah Bai Cao terhenti saat ada suara seperti barang terjatuh dari kamar Chang An.
Bai Cao yang khawatir langsung memanggil manggil pelatih Chang An, lalu berusaha membuka pintu kamar, namun tak ada hasil hingga dia menerobos masuk melalui pintu kamar samping.


Bai Cao masuk dan mendapati Chang An sudah tergeletak dengan mengerang kesakitan di kaki nya,
Bai Cao langsung menghampiri dan berusaha membantu Chang An berdiri namun Chang An menampik tangan Bai Cao.
"Pelatih.. kau cedera parah tapi kenapa kau masih memberi kan contoh pada kami saat latihan" kata Bai Cao panik.



"apa aku menyuruh mu masuk" ketus Chang An.

Bai Cao langsung mengambil obat obat an Chang An yang jatuih berserakan dilantai sambil berkata aku pernah belejar sedikit tentang pertolongan pertama.
saat Bai Cao akan membereskan obat tak sengaja Bai Cao melihat kaki Chang An, lalu berkata "apa yang teradi, ini bukan cedera lama"
ketika Bai Cao ingin menyentuh luka Chang An, Chang An langsung menampik tangan Bai Cao "aku tak butuh kau untuk mengkhawatirkan ku" bentak Chang An.


"Cedera mu begitu parah, kenapa kau tak memberi tahu kami?" tanya Bai Cao.

"aku sudah katakan, jangan mengkhawatirkan ku" bentak Chang An lagi.

"Kau cedera begitu parah, bagaimana bisa aku tak khawatir, ayo kita kerumah sakit" pinta Bai Cao yang panik lalu berusaha mengajak Channg an tapi lagui lagi Chang An menampik tangan Bai Cao dengan kasar.


"sudah ku bilang untuk tidak mengkhawartirkan ku, memang nya siapa dirimu sehingga mengkhawatirkan ku" tanya Chang An dengan nada marah.

Bai Cao dengan gagap menjawab "karena kau... adalah pelatih ku"

"dari Feng Yun keSong Bai aku banyak mengajar murid, aku ini pelatih dari banyak murid, kau ini apa untuk ku, apa hak mu untuk khawatir padaku" tegas Chang An.

"aku...." Bai cao lama menjawab . Chang An merasakan sakit lagi dikaki nya lalu Bai cao berusaha memegangi nya tapi lgi lagi Chang An menghempaskan tangan Bai Cao.

"apa?... apakah kau mengkhawatirkan ku sebagai pacar Ting Hao?" bentak Chang An.



Bai Cao langsung mengatakan "Tidak.. Senior Ting Hao dan aku tidak seperti yang kau fikirkan"

"lalu apa .. katakan padaku seperti apa, setiap hari di song Bai memasak, mencuci pakaian, membersihkan lantai bersama sama" tanya Chang An dengan berjalan mendekati Bai Cao sampai menyudutkan Bai Cao ke rak dikamar Chang An.

Chang An meneruskan perkataan nya"katakan padaku, kau dan Fang Ting Hao tidak seperti yang aku fikirkan tentang kalian?"


"Tidak.. aku hanya berjanji pada senior Ting Hao kalau aku akan berpacaran dengan nya selama 3 Bulan, dan setelah 3 bulan...." jawab Bai Cao dengan cepat.


belum sempat Bai cao meneruskan perkataan nya Chang An langsung menempatkan tangan nya ke samping Bai Cao dengan keras, sampai membuat Bai Cao kaget, tapi tak menghindar sedikitpun.


"3 bulan... Qi Bai Cao aku beritahu kau, jangan katakan 3 bulan bahkan sehari pun jika itu tidak benar" ucap Chang An dengan tatapan tajam. lalu menempatkan tangan satu nya lagi kesamping Bai Cao.


kedua nya saling bertatapan lama.. "Qi Bai Cao... aku menyukai mu, aku ingin kau jadi pacarku" ucap Chang An mengakui perasaan nya. Bai cao yang mendengar nya langsung kaget.



Dikamar Baii Cao sedang melamun sambil melihat boneka ukir dari Chang An yang berjejer dikamar nya. Bai Cao mengingat tentang pengakuan perasaan Chang An, lalu mengingat semua kejadian saat di jepang bersama Chang An.
lalu mengingat juga tentang guru penjaga kuil yang mengatakan jika sebenarnya kita tak menyadari orang didekat kita begitu berharga.


sedangkan dikamar Chang An sedang mengukir, tapi tak bisa fokus karena terus kefikiran tentang kebersamaan Fang Ting Hao dan Bai Cao di Song Bai, dan kenyataann jika Bai Cao dan Ting Hao sekarang berpacaran.


pagi nya semua anggota Song Bai sudah berada dihalaman depan untuk melepas kepergian Bai Cao , Xiao Ying dan Yi Feng ke singapura untuk kompetisi 3 orang, semuanya memberi semangat ke Bai cao, Xiao Ying dan Yi Feng.


"Bai Cao" panggil Ting hao dari belakang.
aku kesini untuk memberitahumu kalau aku tak bisa ikut denganmu ke singapura karena ada urusan yang aku urus,tapi nanti setelah yang aku urus selesai aku akan menyusul mu. kata Ting hao.
Bai Cao yang agak Canggung melihat ke teman teman nya tapi teman teman nya pura pura tak mendengar sepasang kekash yang sedang berbincang.



Bai cao menjawab sebenar nya tidak apa apa kau tak datang, kan lengan mu masih sakit, kau bisa lelah. ini bukan apa apa, ini hampir sembuh. jelas Ting Hao.

Saat masih berbincang dengan Ting hao, Chang An datang dari belakang lalu Ting hao melihat ada yang aneh dengan pandangan antara Bai cao dan Chang An.



Bai cao langsung pamit kalau sudah terlambat dan langsung masuk ke mobil, tapi Ting hao menghentikan nya karena masih ada satu hal yang harus dikatakan.


Ting hao mendekati Bai Cao dan berbisik "setelah kau pergi.. aku akan sangat sangat merindukan mu" aneh nya Xiao Ying dari samping ikut menguping sedangkan Chang an dari belakang Ting Hao berekspresi ingin meninju Ting hao.



lalu Ting hao melanjutkan "jika kau sibuk kau tak perlu merindukan ku, tapi jika kau tak sibuk kau bisa sedikit merindukan aku, maka aku akan sangat senang" bisik Ting Hao sambil menjauh kan kepala Xiao Ying yang menguping dengan pelan.


kemudian Chang An langsung membuka pintu mobil dengan kasar dan sengaja mengenai tangan Ting Hao.
seperginya Chang An dan yang lain nya Ting Hao menatap cincin bergambar naga dengan penuh arti

.
Di singapura semuanya tinggal ditempat Fei Yu, mungkin Balai nya Fei Yu.
Yi Feng nampak takjub dengan foto foto dan lukisan yang ada d dinding. lalu Fei Yu menjelaskan kalau itu semua mantan juara juara, dan kakek nya juga mantan juara walaupun usia nya sudah 60 tahun.


Fei Yu mendekati Xiao Ying"singkat kata, kalau kita berlatih terus, pemenang nya sudah pasti kita" kata Fei Yu penuh percaya diri.


Yi Feng langsung menarik Xiao Ying dan mengatakan kalau panitia penyelenggara tak merancang agar kita tidak tinggal bersama sama kan?. ucap Yi Feng melototi Fei YU.


Fei Yu langsung mendekati Chang An dan mengadu kalau "Dia menggangguku" sambil menunjuk Yi Feng.
tapi Chang An langsung bertanya dimana kamar nya. dengan senang hati Fei Yu menunjukkan kamar nya.


Bai Cao dan Xiao Ying sampai dikamar nya, dia melihat lihat ada lukisan orang yang menyeramkan.
lalu FEi Yu masuk dan bertanya apakah kalian puas, aku sengaja meminta panitia agar kamar ini bisa kalian tempati.

"kenapa" tanya Xiao Ying.

"kenapa.. ya karena kakekku" sambil menunjuk lukisan seram itu.



lalu Fei Yu meneruskan kalau kakeknya adalah selebriti Yuan Wu Dao dan sudah menjuarai berbagai kompetisi dan dulu kakekku sering tinggal disini.
Xiao Ying langsung senang karena menurutnya gelar juara sudah mendekati nya.
tapi Fei Yu langsung bersendekap dan berkata "Xiao Ying.. malam ini kakek ku akan menemui mu"

Xiao Ying yang ketakutan bertanya " kenapa.. aku tak kenal dia"


"karena .. karena kau cucu menantunya" jawab Fei Yu malu malu. Xiao Ying langsung melemparkan bantal dan menyuruh nya keluar. Bai Cao hanya tertawa melihat keduanya.

Bersambung Episode 18

1 Response to "SINOPSIS The Whirlwind Girl 2 Episode 17 PART 2"

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel