SINOPSIS The Whirlwind Girl 2 Episode 19 PART 2

All Images By : Hunan TV

The Whirlwind Girl 2 Episode 19 PART 2


Ting Hao merasa senang Bai Cao mengajak nya jalan dan ini baru pertama kali nya,
Ting Hao merasa kalau kita benar benar sedang berpacaran.
Bai Cao menyuruh Ting Hao untuk duduk. bai Cao ingin mengatakan sesuatu tapi di halang oleh Ting Hao karena Ting Hao akan mengatakan cerita lebih dulu.

Ting Hao bercerita kalau dahulu ada seseorang, dimusim dingin dan keluarganya ingin makan ikan,tapi di musim dingin ada lapisan tebal es di danau,apa yang harus dilakukan?
Dia berjongkok diatas es itu hingga sedikit demi sedikit melelehkan es itu hingga akhirnya dia mendapat kan ikan besar.


"Maksudmu apakan itu sama seperti berbaring diatas es untuk mendapatkan ikan emas?" tanya Bai cao.

Ting Hao "jadi kau tahu cerita ini". kata ting Hao yang langsung meraih tangan Bai Cao. Bai Cao bingung.
lalu Ting Hao meneruskan "Bai Cao.. walau hatimu sekeras danau yang membeku, sedikit demi sedikit secara perlahan aku akan meluluhkan hatimu yang beku itu"


Bai Cao seperti tak enak lalu melepaskan genggaman Ting Hao. disaat bersamaan Di layar hotel ada siaran tentang Bai Cao dan Chang An memenangkan kompetisi pasangan.
Bai Cao menunduk dan memegangi rambut nya. Ting Hao mengatakan kalau awal nya aku salah faham dengan Foto itu bahkan sampai berkelahi dengan Chang An.



Bai Cao menjelaskan kalau foto itu sebenar nya diambil karena... Ting Hao memotong kalau Bai Cao tak perlu menjelaskannya karena sudah tahu semuanya.
Bai Cao bertanya tahu tentang apa?
Ting Hao menjawab kalau tadi melihat Chang An membantumu mengoles obat dan kau menolak nya, itu berarti kau tak memiliki perasaan apa apa pada Chang An, benar kan? tanya Ting Hao.

Bai Cao:"Pelatih Chang An hanya pelatih ku, dan juga pelatih Di song Bai" jawab Bai Cao

"Bagus" Balas Ting Hao tersenyum.


Bai Cao setelah mengatakan seperti itu seperti langsung tergagap dan mengatakan "senior Ting Hao..ada yang ingin ku katakan padamu, sepertinya..kita harus mengakhiri perjanjian 3 bulan kita"
Ting Hao kaget lalu bertanya bukan kah kau bilang kalau kau dan Chang An... Bai Cao langsung menyahut nya kalau ini sama sekali tidak ada hubungan nya dengan pelatih Chang An.


Ting hao yang tak terima langsung berdiri karena menurut nya perjanjian nya adalah 3 bulan bahkan sekarang belum ada 1 bulan, Ting Hao tak mau dan akan tetap bertahan pada perjanjian 3 bulan.
Bai Cao juga langsung berdiri dan menjelaskan kalau semuanya akan percuma karena dari awal tidak ada perasaan, Bai Cao juga berterimakasih dan selalu menghormati senior Ting hao yang selalu membantunya dan Song Bai.
dan menurut Bai Cao semua ini tidak adil untuk senior Ting Hao karena hanya akan menyakiti senior Ting Hao.


"Jadi kita harus..." ucap Bai Cao.. Yang langsung di bungkam oleh Ting Hao.

lalu berkata "Baiklah.. jangan katakan apapun, hal yang aku lakukan padamu tidak perlu dibalas,kau juga tak perlu merasa bersalah,perjanjian kita akan tetap berjalan, setelah 3 bulan jika kau masih menganggap ku teman maka aku akan menghilang dari mu, sekarang aku butuh waktu tiga bulan itu untuk menggerakkan hatimu"


Disaat itu pula Yang Rui sedang lewat melihat Ting hao dan Bai Cao langsung berhenti dan mengatakan kalau kalian berdua sedang di cari cari.
seketika Bai Cao langsung melepaskan tangan Ting hao yang membungkam Bai Cao.



Ting Hao dan ke lima anggota Song Bai bersulang untuk merayakan kemenangan.
Ping Ping mengatakan kalau Xiao Ying dan senior Yi Feng tak bisa ikut makan karena wajah mereka tak memungkin kan untuk menemui orang orang saat ini dan mereka minta dibungkuskan makanan. lalu Yang Rui juga menyarankan untuk membawakan pelatih Chang An juga karena dia terlalu kutu buku.



Yang Rui juga memberitahu Bai Cao kalau peringkat nya kali ini bertambah, yaitu peringkat 29 dan untuk mencapai ke 10 besar Bai Cao harus mendapat 46 Poin lagi.


Mereka juga membahas soal Ye Chong yang belum puas dengan perjanjian balai, mereka takut kalau Ye Chong akan ingkar janji. lalu Ting Hao mengatakan pendapat nya tentang mengapa guru Balai harus menulis surat wasiat dan diberikan pada Fei Yu.
Bai Cao juga merasa curiga , tapi dia meyakinkan kalau Song Bai tidak akan hilang kecuali mereka orang orang jahat, Bai Cao juga mengatakan kalau kelihatan nya Paman Fei Yu bukan lah orang jahat, dan guru balai kita juga orang yang bermartabat.


lalu Xiu Da mengatakan kenapa hal seperti ini bisa terjadi diantara orang orang yang baik.
nampak semuanya sedang berfikir. dan Yang Rui memecah keheningan "Kenapa Terjadi... Dia meninggalkan surat wasiat tapi tak lengkap" ucap nya dengan kemayu.
itu membuat Ting Hao memikirkan sesuatu.


"kalian Tenang saja.. aku akan mengurus semua ini" kata Ting Hao lalu menatap Bai Cao, Bai Cao yang samping nya juga tersenyum untuk Ting Hao.
semua anggota Song Bai menaruh harapan besar pada senior Ting Hao.

saat itu pula Ting Hao langsung terbang ke Cina, tanpa sepengetahuan Bai Cao dan yang lain nya.


Dirumah Ting Hao mengobrak abrik Buku di rak dan dia melihat lihat buku yang sudah tua usianya, belum menemukan juga.
lalu Sheng Bo datang dan betanya apakah yang dilakukan senior nya.
Ting Hao menjawab sedang mencari surat wasiat atau buku harian yang dari 80 tahun lalu.


Sheng Bo bertanya untuk apa. Tapi Ting Hao menyuruh Sheng Bo untuk mencari saja dan jangan bertanya.
karena terlalu banyak buku dan buku disitu terdapat catatan dari 200 tahun lalu, maka Ting Hao menyuruh Sheng BO mencarinya lalu meninggalkan nya pergi.
Sheng Bo yang tak tahu apa apa bingung harus mencari apa.


Ting Hao datang ke balai Song Bai, Dia berjalan menyusuri Ruang latihan.
Ting hao nampak berfikir dimana surat wasiat yang lain nya, lalu teringat kalau Fei Yu menemukan surat wasiat di belakang papan Song Bai.



kemudian Ting Hao menurunkan 3 papan di ruang latihan Song Bai, tapi dari ketiga nya hanya ada satu surat wasiat dan sudah dibawa Fei Yu.
Ting Hao terus berfikir dan akhirnya menemukan ide untuk mencari papan yang lain, dan Ting Hao tersenyum ketika melihat ada tempat wasiat dibalik papan yang berada dipintu masuk.


- Singapore -

Bai Cao dan keempat teman nya sedang berjalan menuju Balai nya Ye Chong. tapi dari arah berlawanan Ting Hao menghentikan nya dan bertanya "mau apa kalian"
Bai Cao menjawab kalau mereka akan kembali besok dan tak peduli bagaimana keadaan nya mereka akan tetap sopan menemui senior Ye Chong dan mengatakan selamat tinggal.

"Kebetulan, kalau begitu bawalah ini kalau kalian menemui nya" ucap Ting Hao sambil memberikan kertas wasiat.


Ting Hao mengatakan kalau itu didapatkan nya dari balai kalian di Song Bai.

Bai Cao kaget"jadi kau semalam ke Song Bai dan sekarang kembali lagi"

tapi Ting Hao malah bercanda mengatakan kalau dia tidak melakukan pelanggaran karena dulu saat jadi pelatih di song bai lupa mengembalikan kunci nya,dan juga sudah izin ke Yu Chu Yuan dulu sebelum masuk.

Xiu Da mewakili teman nya berkata terima kasih karena Senior Ting Hao sudah bekerja keras untuk membantu nya.
"itu memang yang harus aku lakukan" kata Ting Hao sambil menatap Bai Cao. Bai Cao merasa tak enak karena lagi lagi senior Ting Hao terus membantu nya.
Ting Hao menyuruh semuanya cepat cepat menemui Ye Chong. seperginya Bai Cao dan teman teman nya Ting Hao langsung menguap karena semalam tak tidur.


Ye Chong dan Fei Yu membaca surat wasiat yang isinya:
"Untuk murid murid Song Bai,aku meninggalkan An Yang bersama murid Song Bai,jika dimasa mendatang murid murid baru datang dan lama kembali ke song bai itu tidak akan berpisah"


Setelah paman Ye Chong dan Fei Yu selesai membaca surat wasiat Bai Cao dan yang lain nya serempak memberi hormat dengan membungkuk kan badan.

Ye Chong dengan tersenyum mengatakan jadi ternyata keinginan leluhur dan guru utama balai lama adalah Song Bai tersebut sama.
Bai Cao mewakili teman teman nya berkata "jadi mulai sekarang dua balai song Bai kita akan bersatu,lambang dan semangat balai Song Bai akan kita teruskan bersama sama"



Ye Chong juga menambahkan kalau sekarang sudah merasa tenang dan Balai Song Bai akan tetap ada karena kita terus bersatu.
lalu Ye Chong menebak kalau surat ini ditemukan oleh Fang Ting Hao kan, aku ingin berterima kasih pada nya. lalu Bai Cao mengatakan kalau senior Ting Hao sedang menunggu diluar dan akan mengajak nya masuk.


Bai Cao mencari dan memanggil senior Ting Hao, tapi terhenti ketika melihat Ting hao tertidur dikursi luar.
Bai Cao mendekati Ting Hao, Ting Hao yang tiba tiba terbangun dan melihat Bai Cao jadi salah tingkah dan malu karena baru tertidur.
"senior Ting Hao.... terima kasih" ucap Bai Cao kalem.

"sama sama" Ucap Ting Hao sambil memegang lengan Bai Cao. Bai Cao jadi gugup karenanya.
lalu Bai Cao memberi tahu jika senior Ye Chong mencari nya.



- Song Bai -
semua anggota Song bai baru saja sampai, Li Yin meminta Xiu Da untuk membawakan barang nya senior Yi Feng.Xiu Da dengan semangat menyetujui nya.
lalu Xiao Ying juga nimbrung minta dibawakan juga oleh Xiu Da. Xiu Da dengan bercanda mengatakan kalau Xiao Ying sangat malas seprti biasanya.
Bai Cao dan Chang An tersenyum melihat Candaan mereka.


Senior Yi Feng ingin membawa koper nya sendiri karena dia juga masih kuat, tapi Xiao Ying dengan lebay nya meminta Xiu da yang membawakan karena senior Yi Feng masih cedera, dan bagaimana kalau ada cedera susulan. hhaha
lalu Xiao Ying mengajak paksa senior Yi Feng masuk duluan.


Chang An ingin membantu Xiu Da tapi Xiu Da menolak nya karena bisa. kemudian Yang Rui menurunkan koper Bai Cao, saat Bai cao akan mengangkat nya Chang An dengan cepat mengangkat nya duluan.
Bai Cao dan Chang An saling tersenyum. tapi tak berselang lama Ting Hao datang dan merebut koper Bai Cao "kopor pacarku, biar aku yang membawakan nya" sindir Ting Hao.



Bai Cao langsung berusaha merebutnya dan beralasan kalau tangan Ting Hao belum sembuh benar.
"sudah kuperingatkan jangan panggil aku senior, panggil aku Ting Hao" kata Ting Hao.

"lihat pacarku ini, sangat perhatian padaku" sindir Ting Hao sambil menatap Chang An.
lalu mengajak Bai Cao untuk masuk, Bai Cao tak enak dan terus berebut untuk membawa koper nya sendiri.



seperginya Ting Hao dan Bai Cao, Chang An mendesis kesal, disitu Yang Rui melihat nya dari mobil dengan canggung. lalu Chang An menyuruh nya untuk turun.


Chang An dikamar sedang menyusun jadwal pertandingan Bai Cao.
Chang An melihat case ponsel slam dunk nya lalu mengeluarkan kotak yang berisi boneka ukir berbentuk pelatih Chang An lalu mengingat kata kata nya bersama Bai Cao.



Flashback
Chang An bertanya apakah kau benar benar ingin aku tinggal bersama mu
bai Cao menjawab tentu saja harus ada kau. Bai Cao berdiri dan mengatakan pelatih aku sangat senang dengan hadiah ini, jangan lupa patung mu sendiri karena di Song Bai semua orang ada disini, disini ada semua orang.
Flashback End


Chang An juga mengingat semua kejadian bersama Bai Cao.


Dikamar Bai Cao sedang menata Baju nya dia melihat boneka boneka dari Chang An dan mendekatinya lalu tersenyum.


Bai Cao mengingat saat Chang An memberikan boneka itu , lalu Bai Cao juga mengingat saat Chang An mengungkapkan persaan nya dan mencium nya, tapi Bai Cao juga mengingat kalau senior Ting Hao tak mau berpisah dengan nya dan banyak sekali berhutang budi padanya.
Bai cao yang mengingat semua itu langsung menggelengkan kepala dan memejamkan mata.


Keesokan nya Bai Cao sedang berlatih dengan Chang An, keduanya bertarung tapi Bai Cao kali ini bertarung  sama sekali tak betani menatap ke mata pelatih Chang An, mungkin karena gugup.


Chang An memarahi Bai Cao "kenapa selama bertanding kau tak melihat mataku, saat bertanding kau tak hanya harus melihat mata lawan mu tapi kau juga harus melihat lawan mu melalui hati nya,
kau harus menggunakan pandangan mu untuk mengancam lawan,mengerti" kata Chang An.

"mengerti" jawab Bai cao keras dan langsung menyerang pelatih nya, tapi Bai cao masih saja selalu hampir terkena tendangan Chang An hingga akhirnya dia akan terjatuh,
dengan Sigat Chang An menarik nya dan terjadilah saling pandang keduanya.


keduanya lama sekali saling menatap tapi lagi lagi Ting Hao datang melihat keduanya.
lalu dengan paksa Ting hao menarik Bai Cao dan merangkul nya.



Ting Hao memegang pundak Bai Cao dan menatap nya lalu mengatakan "maksud melihat lawan itu melihat aksinya bukan berarti melihat mata nya, karena sebagian dari orang melihat matanya akan membuatmu jatuh hati pada mereka, benar begitu kan pelatih Chang An?" kata Ting Hao sambil menatap Chang An tajam.



Chang An yang tak melihat mengatakan dengan santai "kami sedang latihan, silahkan minggir jika kau orang yang yang tidak relevan jangan ganggu kami"

"Pacarnya juga dianggap sebagai orang yang tidak relevan?" balas Ting Hao

"saat latihan kau membutuhkan pelatih bukan pacar seperti yang kau sebutkan ini" jawab Chang An lagi.
Bai Cao yang tak enak dengan ramah berkata "senior Ting Hao bagaimana kalau kau istirahat dulu, setelah latihan aku akan menemui mu"


tapi Ting Hao ngeyel tetap ingin menemani Bai Cao latihan,Ting hao menyuruh untuk santai dan akan menjadi pacar yang melihat latihan dari jauh.

"pokok nya untuk kompetisi mendatang aku akan bersamamu, dan aku sudah membelikan tiket untukmu" ucap Ting Hao . Bai Cao kaget "apa"


lalu Ting Hao menambahkan kalau keinginan pacarku adalah prioritas utama, dikompetisi junior nasional aku akan bersamamu mengumpulkan poin,jadi tugas pelatih Chang An adalah melatih dan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan mu,
tapi tugas seorang pacar berbeda yaitu memastikan kau makan dan tidur dengan baik dan juga memberi semangat. kata Ting Hao sambil melirik Chang An.
Chang An hanya diam mendengar nya.


Ting Hao mengeluarkan bunga dari saku nya dan berkata "tenang saja.. aku akan menjadi pacar yang memenuhi semua persyaratan" lalu memberikan bunganya ke Bai Cao.
Bai cao bingung lalu Ting hao dan Bai Cao sama sama melirik ke pelatih Chang An. sampai akhirnya ting Hao menyuruh Bai Cao memegang bunga nya.
Chang An yang melihat nya dari tadi hanya berekspresi nyengir. (mungkin dalam hati nya berkata lebay. hihihi)



Ting Hao mendapat telepon dan mengatakan kalau dari kakek nya.
kakek Ting Hao menyuruh nya untuk pulang.
saat Ting Hao bertelepon Bai Cao melirik Chang An.


ting Hao menyuruh Bai Cao untuk latihan dulu nanti setelah selesai urusan nya akan menjemputnya untuk makan. Bai Cao mengangguk.
Ting Hao berjalan melewati Chang An dengan tatapan sinis.
seperginya Ting Hao, Chang An berekspresi kesal di belakang nya.


Dirumah Ting Hao menemui kakek nya. kakek Ting Hao marah karena tak memberitahu nya jika Ting Yi berlatih di FEng Yun.
Ting Hao beralasan kalau memberitahu kakek nya dari awal kakek tak akan menyutujui nya.

"jadi kalau kau tahu aku dari awal tidak akan menyetujui nya, kau tetap membiarkan nya pergi" bentak kakekTing Hao.

Kakek Ting Hao:"saat kau kecil kau menyelinap ke Feng Yun setelah kau kembali kau memiliki pukulan yang baik, kau lupa?" kata kakek sambil ingin memukul TIng Hao dengan Tongkat nya.


Ting Hao menenangkan kakek nya untuk jangan marah marah dulu, lalu mengatakan kalau Ting Yi sudah besar dan menyuruh untuk membiarkan Ting Yi memilih keinginann nya sendiri,kita hanya perlu menyemangati nya, memang benar balai Xian Wu semakin terkenal, tapi semua orang mencari balai Feng YUn.
dia ingin belajar disana itu hal yang bagus.



"apanya yang bagus" bentak kakek.
kakek menambahkan dengan tegas kalau tak masalah jika Ting Yi ingin belajar di balai manapun tapi jangan Feng Yun.
Ting Hao seperti merasa bersalah karena tak bisa mencegah Ting Yi adik nya.

Bersambung Episode 20

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SINOPSIS The Whirlwind Girl 2 Episode 19 PART 2"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...