SINOPSIS Drama Korea 2018 - That Man Oh Soo Episode 3 PART 1

All Images By : OCN


Kakek Man Soo yang tengah duduk sendirian melihat tanda gambar pohon ditangan nya dan seperti nya gambar itu semakin menghilang.
sesaat kemudian kakek sudah berada dirumah sedang mencari cari buku di rak. setelah menemukan nya kakek membukanya dan terlihat buku catatan yang sudah sangat lama dan usang didalam nya terdapat foto pohon.




sementara Oh Soo tengah terbaring lemas dipangkuan Yoo Ri. kini gambar pohon di dada Oh Soo sudah menghilang. Yoo Ri panik menyuruh nya bangun.


kakek membawa buku mendekat ke pohon yang sudah kering dan layu. setelah membacanya kakek melihat tanda pohon ditangan nya juuga menghilang. perlahan kakek jongkok didekat pohon lalu menyentuh nya dan tiba tiba pohon kembali hijau. terlihat kakek Man Soo sangat kelelahan.



bersamaan dengan itu tanda pohon didada Oh Soo tiba tiba muncul kembali dan Oh Sooo tersadar. begitu tersadar Oh Soo terkejut melihat Yoo Ri didepan nya. Oh Soo menyebut nama "kakek" dan langsung berlari pulang.


Yoo Ri melongo tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Oh Soo. karena Oh Soo memanggil nya kakek.
"apa dia memanggilku kakek..bukan memanggilku nenek malah kakek"gerutu Yoo Ri.


Oh Soo kembali langsung menemui kakek didekat pohon. kakek menggerutu bertanya bagaimana rasanya dihidupkan kembali?

"apa yang kakek katakan?"

"kemarin aku sudah bilang aku tak bercanda, aku telah melakukan semua nya hari ini tapi mulai sekarang lakukanlah sendiri"

"sudah kukatakan aku tak bisa dan aku tak akan melakukan nya"tegas Oh Soo


lalu kakek menunjukkan tangan nya yang seperti terbakar kakek mengatakan kalau sekarang sudah tak memiliki kekuatan lagi jadi tak bisa menjaga pohon lagi "alasan kenapa kau terpilih menjadi penerusnya karena kau mampu melakukan ini lebih baik dari orang lain, jadi itulah takdirmu, jangan protes dan persiapkan dirimu"tegas kakek kemudian masuk kerumah.



Oh Soo berjalan kekamarnya dengan langkah lesu kemudian mengambrukan diri ke kasur. sesaat kakek mengintipnya dan langsung kembali setelah melihat Oh Soo terbaring dikasur.



saat menutup kembali pintu kamar Oh Soo, Ga Na tiba tiba mengagetkan kakek nya. Ga Na bilang ingin ikut kakek nya mengintip. kakek langsung mendorong Ga Na menjauh karena sekarang Oh Soo sedang berfikir jadi jangan di ganggu. Ga Na ngeyel ingin membangunkan Oh Soo. kakek malah menyuruh Ga Na tidur saja sendiri dikamarnya. mau tak mau Ga Na mengikuti perintah kakek nya (hihi lucu sekali Ga Na ini). karena tak mau mengganggu Oh Soo kakek sampai berjalan pelan agar Oh Soo tak terbangun.



malam hari untuk menghilangkan kejenuhan memikirkan permasalahan nya Oh Soo menyibukkan diri dengan berlatih memukul bola di tempat latihan.
OH Soo terus memukul bola sampai kelelahan bercucuran keringat.



paginya Ga Na yang baru bangun langsung minum didekat kulkas. sementara Oh Soo yang semalam keluar baru saja pulang juga dengan cuek mengambil air dikulkas. Oh Soo mengambil minum tanpa menatap Ga Na. Ga Na bertanya apakah Oh Soo mau ke Ring tinju? Oh Soo tak menjawab dan hanya nyelonong begitu saja. Ga Na ngedumel kenapa dia tak menjawab.


Pagi Pagi Yoo Ri memeriksa mesin penjual kopi instan. lalu memasukkan beberapa koin dan kopi langsung keluar. saat meminum nya Yoo Ri memperhatikan Cafe Tree diseberang jalan. Yoo Ri merasa aneh kenapa beberapa hari ini Cafe itu tutup? apakah dia sakit parah?



malam hari Oh Soo duduk berfikir sembari menatap pohon. lalu Oh Soo menelepon CEO Nam. Oh Soo meminta maaf karena baru menghubunginya. Oh Soo mengatakan kalau akan bekerja setidaknya seminggu sekali. setelah menutup telepon nya Oh Soo masuk kedalam.


pagi pagi Ga Na sudah main game diponsel nya dengan tiduran dipangkuan kakek. sementara kakek asyik sendiri dengan Tab nya sampai Ga Na penasaran memang nya apa yang dilihat kakek seserius itu? Ga Na ikut melihat dan ternyata kakek melihat CCTV di cafe Tree untuk mengawasi Oh Soo. Ga Na menggerutu kalau kakek nya begitu terobsesi.



sesaat kakeknya tertawa girang karena ada pelangggan. Ga Na dan kakek begitu serius menatap nya bahkan kakek berinisiatif mengajak Ga Na ke cafe. tapi saat serius serius nya tiba tiba camera ditutupi daun oleh Oh Soo. kakek sangat kesal dan terkejut tapi Ga Na malah menertawai kakek nya.



kakek bertanya apakah menurut Ga Na, Oh Soo akan bisa melakukan nya dengan baik? Ga Na menggoda kakek nya kalau dia bertaruh dengan tangan nya kalau Oh Soo tak akan bisa melakukan nya.

"kenapa kau berkata seperti itu?"tanya kakek

"ayolah..kau kan tahu Oh Soo tidak tahu apa apa soal cinta,dia tidak punya ketertarikan dan kasih sayang terhadap manusia lain, jadi tak mungkin berhasil"jawab Ga Na


lalu perlahan Ga Na melirik kakek nya mengatakan kalau dia akan melakukan yang terbaik jika terpilih menjadi penerus, dia akan membuat orang yang putus tidak merasa sakit dan bisa langsung mencintai orang lain dengan menaburi minuman nya, aku akan membuat orang kaya dan orang miskin saling jatuh cinta, dan mengakhiri ekonomi yang kaya dapat kaya dan yang miskin dapat miskin dan mungkin juga bisa menghentikan peperangan.

kakek tak mendengar nya malah meminta Ga Na mengawasi Oh Soo segera. Ga Na tak mau kenapa harus dia yang mengawasinya. kakek menyuruh Ga Na hanya jadi mata mata nya lalu melaporkan semuanya ke kakek. akhirnya Ga Na menyetujuinya.


sesaat kemudian Ga Na sudah sampai di cafe Tree. Ga Na melihat satu pelanggan wanita lalu menghampiri Oh Soo yang terus sibuk dengan laptop nya. Ga Na bertanya serbuk warna apa yang Oh Soo berikan pada wanita itu? Oh Soo tak menjawab dan terus sibuk dengan laptop nya. kesal Ga Na menggoda Oh Soo dengan menutup nutupi laptop OH Soo.



"aku tak memberinya"jawab Oh Soo cuek

"kenapa?"

"harga dirinya terlalu rendah, jadi dia harus belajar mencintai dirinya sendiri, jika aku gegabah dia bisa jadi lebih terluka"

"jika kau tidak begitu percaya diri katakan saja begitu, ini pasti karena wanita yang kemarin memecahkan gelas, itu karena kau merusak hubungan nya jadi kau terlalu takut kan?"tebak Ga Na.

OH Soo hanya diam. lalu Ga Na memberi nasihat agar Oh Soo jangan seperti itu dan mulailah membuat orang terdekat untuk jatuh cinta karena kau sering bertemu mereka maka kau akan mengenal mereka dengan baik, itu tidak akan aneh bahkan jika kau mengajukan pertanyaan pribadi
lalu Ga Na mengejek dengan bercanda kalau Oh Soo tak memiliki teman dekat.


Oh Soo langsung menatap Ga Na serius. Ga Na meledek dengan menjulurkan lidah nya. akhirnya Oh Soo mencari cari kontak nama dihape nya siapa saja yang dekat dengan nya. Ga Na terus meledek Oh Soo agar berhenti mencari cari siapa yang dekat dengan nya tapi sebaiknya mencari siapa yang harus nya didekati, itu akan lebih cepat dan bagus. perlahan Oh Soo melirik Ga Na mungkin dalam fikiran nya Ga Na ada benar nya.



sesaat ada kurir pengantar paket. kebetulan Oh Soo juga ingin mengirim paket. sejenak Oh Soo menatap pak kurir dalam fikiran nya langsung muncul 'seseorang yang dikenal lama dan bertemu setiap hari' Oh Soo langsung menawari pak kurir apakah mau minum kopi. Ga Na langsung sedikit terkejut.

"aku?"tanya Kurir sedikit bingung.


Oh Soo membenarkan karena pak Kurir setiap hari datang tapi tak pernah menawarinya kopi. pak kurir dengan sopan mengatakan lain kali saja karena saat ini sedang sibuk.


seperginya kurir paket Ga Na tak bisa menahan tertawanya karena ternyata teman terdekat Oh Soo adalah pengantar paket. Oh Soo hanya bisa diam malu. Ga Na terus tertawa.


"baiklah Oh Soo.. Hyung percaya padamu, Oh Soo ku pasti bisa melakukan dengan baik, aku akan menyemangatimu Oh Soo Ku Fighting"ucap Ga Na tetap tak bisa menahan tawanya.



Disekolah Soo Jung dan kedua teman nya sedang merencanakan sesuatu dikelas. perlahan si gendut mengeluarkan ponsel nya. Soo Jung bertanya apakah ini aman? sigendut menjawab tentu saja aman karena ponsel nya ini dia mengambil dari kakak nya. Soo JUng percaya lalu menyuruh teman satu nya yang kurus untuk mulai beraksi. (aku belum tahu nama teman teman Soo JUng jadi aku kasih nama si kurus dan si gendut aja ya)


Perlahan si kurus mengambil nafas dan Soo jung mulai menelepon seseorang. ternyata Soo JUng menelepon Guru Kim untuk membicarakan soal pemanggilan orang tua nya kemarin.



si kurus mulai menyamar jadi kakak Soo Jung. dia bertanya apakah benar ini nomor guru KIm JInwo. Guru Kim membenarkan. lalu teman Soo JUng mengaku kalau dia kakak nya Soo Jung dan maksudnya menelepon adalah keterkaitan nya dengan masalah pertemuan dengan Guru kemarin. GUru KIm bertanya kapan kira kira bisa datang?

"aku sangat sibuk sekali, jadi pak Kim aku rasa aku tak bisa menemuimu, tapi aku mendengar dari Soo Jung kalau dia hanya menyebabkan masalah kecil,aku sering memarahi dia pak Kim"


"Oh begit.. jadi kau tak mempunyai waktu untuk datang kesekolah? kalau begitu gimana lagi" jawab Pak Kim

Soo Jung dan teman teman nya langsung kegirangan tanpa suara. tapi ternyata pak Kim belum selesai bicara.


"kalau kau tak bisa datang maka aku yang akan datang menemuimu"ucap Pak Kim yang memang sepertinya sudah mengetahui kalau itu Soo Jung dan teman teman nya.

Soo Jung langsung mematikan ponsel nya sambil jingkrak jingkrak kesal. sementara pak KIm malah tertawa menghadapi para murid nya.



Dikantor polisi Yoo Ri protes kepada kepala Polisi. kenapa dia tak dipromosikan padahal nilai dan tes fisik nya bagus pasti ada semacam persekongkolan. kepala polisi tak percaya Yoo Ri menuduh nya ada konspirasi.

"apa kau tak sadar bulan ini kau dituntut warga sipil"jelas ketua polisi

"itu... itu kita juga sudah menyelesaikan nya dengan baik"jawab Yoo Ri membenarkan

"itu bulan lalu, bagaimana bulan sebelum sebelum nya, kau seharusnya melindungi warga negara dan masyarakat tapi kau malah dituntut warga sipil"keluh pak ketua.


yOO Ri beralasan kalau ini bukanlah kesalahan nya sepenuh nya dan itu adalah kecelakaan saat bekerja saja. lalu Yoo Ri mengungkit saat membantu pak ketua ketika akan dipukul tapi malah Yoo Ri yang dipukul. Yoo Ri merengek seperti anak kecil kalau ingin sekali dipromosikan. pak ketua tak bisa melakukan apa apa karena hasilnya sudah keluar. Yoo Ri dengan percaya diri mengatakan akan menutup kasus besar dan dipromosikan secara khusus.

"benarkah? kalau begitu lakukan dengan baik"ucap pak ketua tersenyum.


Yoo Ri hanya bisa kembali dengan cemberut. Yoo Ri kembali ke meja nya. Yoo Ri meminta polisi Shin untuk memberikan data kasus yang ada diyuridiksi nya selama 5 tahun terakhir. Polisi Shin mengiyakan. sesaat ponsel Yoo Ri berdering dari Guru Kim. Yoo Ri sedikit terkejut karena ternyata dari Guru nya Soo JUng yang meminta untuk pertemuan Guru dan orang tua. Yoo Ri dengan sopan mengiyakan pasti akan datang.
setelah menutup telepon nya Yoo Ri bergumam kesal:"Si kunyuk ini bermasalah lagi"



Saat pulang kerumah Yoo Ri sangat terkejut karena rumah nya seperti kapal pecah amburadul berantakan karena siapa lagi pasti ulah Soo JUng.
Yoo Ri masuk kamar dan sama semua berserakan kemana mana. Yoo Ri menghela nafas kalau dia harus mengendalikan diri meski ingin memarahi Soo JUng. akhirnya Yoo Ri membersihkan seisi rumah sendirian.


Yoo Ri mengumpulkan semua hadiah dari Park Min Ho. Yoo Ri mencoret daftar hadiah yang sudah dikumpulkan terakhir Yoo Ri sedikit lesu melihat deposit dari park min Ho 3 juta Won saat pindah dulu. lalu Yoo Ri melihat buku tabungan nya. dan uang itu adalah satu satunya cara untuk mengembalikan uang Min Hoo. tapi Yoo Ri tak bisa menggunakan nya karena itu uang untuk kuliah Soo jung. sesaat terlintas kalau Soo Jung tak mungkin masuk universitas. tapi akhirnya Yoo Ri tak jadi menggunakan uang itu karena bagaimanapun Soo Jung harus kuliah.



lalu Yoo Ri mencoba membuka mesin penjual kopi milik nya didepan. dan ketika dibuka hanya ada 2 koin itupun koin nya sendiri yang dimasukkan tadi pagi. Yoo Ri menggerutu pada mesin "apa apaan ini kenapa tak bekerja dengan baik memang nya ini acara amal?" lalu Yoo Ri menutup nya lagi.



terlihat diluar pintu tertempel pesan kalau tanggal 19 maret akan menyingkirkan paksa mesin ini. Yoo Ri menghela nafas lalu menelepon kakek pemilik rumah (mungkin rumah yang sekarang ditempati Yoo Ri ).

"halo..aku adalah orang yang pindah baru baru ini, aku minta maaf tapi aku rasa aku harus pindah,aku benar benar minta maaf"ucap Yoo Ri ditelepon.



setelah menutup panggilan nya. Yoo Ri melihat pesan yang tertempel lagi 'kepada pemilik mesin harap datang ke cafe tree agar bisa menyelesaikan ini' Yoo Ri membaca nya sangat kesal dan menggerutu kalau sebelum mesin disingkirkan akan pindah tenang saja akan pindah.

dan saat berbalik Yoo Ri langsung teekaget karena Oh Soo sudah berdiri tegap dibelakang nya. Yoo Ri mengatakan kalau ini mesin penjual milik ibunya yang sudah terdaftar di kantor distrik jadi kenapa harus membuat catatan untuk menyingkirkan nya? Oh Soo hanya menatap Yoo Ri.


Yoo Ri menegaskan kalau sebentar lagi akan pindah jadi tak perlu khawatir dan sabar.

"tinggalkan mesin nya disini"ucap Oh Soo kemudian beranjak pergi tapi sebelum nya Oh Soo mengingatkan apakah Yoo Ri tak punya kaos kaki?
Yoo Ri yang masih terdiam langsung melihat kaki nya yang hanya memakai sendal.



Dirumah kakek dan Ga Na melakukan gerakan seperti olah raga menekuk kaki ke atas. terlihat Ga Na kesakitan tapi kakek tetap memakasanya melakukan gerakan tersebut. sesaat kemudian Oh Soo pulang senyum senyum sendiri melihat tingkah polah kakek dan Hyung nya.



Oh Soo menyapa kakek. kakek langsung menyuruh nya menghubungi bagian real estate. Ga Na antusias bertanya kenapa? apakah kakek nya mau memberinya hadiah? kakek menjawab kalau penyewa yang belum lama menyewa akan pindah. Oh Soo antusias bertanya apakah yang diseberang kafe? kenapa dia pindah?

Kakek menduganya pasti karena dia butuh uang. kakek menuju kamarnya dan meminta Oh Soo besok jangan lupa mengingatkan kakek nya untuk menghubungi agen real estate. Oh Soo mengangguk mengiyakan. sementara Ga Na antusias ingin meminta tempat itu untuk dirinya.


keesokan paginya kakek menghubungi Yoo Ri mengajak nya bertemu. Yoo Ri langsung bergegas menemui kakek di kantor agen real estate.
Yoo Ri dan kakek sudah saling tanda tangan. kakek menyetujui memberikan deposit 3 juta won kembali dan akan mentransfer ke rekening Yoo Ri.



"terimakasih banyak, dan tolong sampaikan terimakasih ku pada cucu kakek"ucap Yoo Ri

"dia anak baik..dia bukan hanya baik tapi juga pintar bahkan saat aku bilang kalau kita akan mengembalikan uang 3 juta Won dia langsung menyetujuinya"

"ahh aku sangat tersentuh, karena orang seperti cucu mu maka dunia ini seperti memiliki harapan"ucap Yoo Ri kagum.

kakek bertanya apakah Yoo Ri belum melihat cucu nya? cucu nya adalah seseorang yang setiap hari mengelola cafe didepan gedung milik nya.
Yoo Ri sedikit kaget kalau pemilik cafe itu cucu kakek pemilik rumah. kemudian kakek bertanya kalau beberapa hari lalu mendengar ada yang mencoba bunuh diri didepan gedung nya apakah benar?

"emmmm mungkin yang kakek maksud adalah aku, tapi itu tidak bunuh diri kok"jawab Yoo Ri


kakek sedikit tak enak lalu meminta Yoo Ri untuk bercerita dan menganggap nya kakek jika ada sesuatu hal yang mengganggu.

"kakek...sebenarnya aku.."ucap Yoo Ri mewek. kakek sangat antusias mendengar nya.


sesaat kemudian kakek kembali ke cafe. kakek mendekati Oh Soo yang selalu sibuk dengan laptop nya. kakek bercerita kalau sudah bertemu dengan penyewa rumah 301 dan mengembalikan deposit 3 juta Won sesuai keinginan Oh Soo. Oh Soo mengiyakan saja cerita kakek. lalu kakek juga bercerita kalau ternyata wanita yang mencoba bunuh diri waktu itu adalah wanita penyewa rumah 301 itu. tapi katanya bukan bunuh diri melainkan dia memiliki kecanduan kafein atau semacam nya dan dia sangat mabuk sampai tak sengaja minum minuman berenergi.


Oh Soo yang semula cuek langsung penasaran dengan cerita kakek. Oh Soo bertanya apakah kakek yakin? kakek mengiyakan nya bahkan tadi dia mendengar nya langsung dari wanita itu. Oh Soo nampak memikirkan sesuatu.


Lanjut PART 2

0 Response to "SINOPSIS Drama Korea 2018 - That Man Oh Soo Episode 3 PART 1"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel