All Images By : OCN


JIn Woo dan Yoo Ri jalan bareng sampai masuk seperti di hutan. Yoo Ri mengajak Jin Woo duduk dulu karena pasti kelelahan. Jin Woo terengah engah mengakui memang sedikit lelah dan seperti menjadi polisi sungguhan. Jin Woo melihat lihat pemandangan disekitar lalu mengungkapkan kalau melakukan hal seperti ini mengingatkan masa lalu. Yoo Ri mengiyakan nya waktu itu enak sekali karena Yoo Ri tak begitu memikirkan dunia dan merasa semua nya mudah baginya. lalu Yoo Ri memejamkan mata untuk menikmati kesejukan pemandangan disekitar nya. Jin Woo menatapnya penuh arti.




Flashback

YOo Ri kecil sedang main bersama Jin Woo kecil. keduanya sangat iseng. Jin Woo memencet bel rumah orang lalu setelah dibuka JIn Woo berlari sejauh mungkin. Jin Woo dan Yoo Ri berlari bersama sambil bergandengan.



Flashback End

Yoo Ri memejamkan mata sambil mengingat ingat kenangan nya bersama Jin Woo. tiba tiba dikagetkan dengan pernyataan Jin Woo yang mengakui kalau Yoo Ri adalah cinta pertamanya.


"apa? benarkah? kau pasti kecewa karena cinta pertama seorang pria sedikit tragis dan semacamnya"

"tidak..kau masih sama seperti pertama aku menyukaimu"tegas Jin Woo

"benarkah? baguslah kalau begitu"balas Yoo Ri sambil menepuk lengan Jin Woo

Yoo Ri menatap langit mengatakan kalau hari ini cuacanya sangat bagus.


malam hari Oh Soo datang ke gunung sendirian dengan membawa kandang kucing yang baru dibelinya. Oh Soo menunggu kucing liar tapi tak ada satupun yang datang. tiba tiba datang 2 ahjumma yang tadi main kartu bersama dengan Jin Woo dan Yoo Ri. dua ahjumma menakuti Oh Soo.
mereka bilang kalau sudah memberi peringatan pada siapapun untuk tak memberi makan kucing liar. Oh Soo tak mengerti dengan yang dimaksud kedua ahjumma.



lalu ahjumma memberikan secarik kertas bertuliskan dilarang memberi makanan binatang. Oh Soo membacanya lalu mengatakan faham dengan yang dimaksud bibi tapi Oh Soo meminta maaf tak bisa menuruti perintah nya. ahjumma melotot.



lalu mereka tambah tak percaya lagi setelah melihat rumah rumahan kucing yang begitu mewah dan makanan kucing yang mahal. mereka mengatai Oh Soo tak waras sehingga mau main rumah rumahan disini.
"jika kau memiliki banyak uang sebaiknya kau berikan saja padaku"tegas kedua ahjumma seperti memalak Oh Soo. Oh Soo mundur tak mengerti.



Yoo Ri dan Jin Woo berhenti makan ditempat kemarin Yoo Ri makan bersama Oh Soo. Yoo Ri memesan empedal ayam dan sebotol soju. setelah memesan Yoo Ri melihat ada ahjussi yang kemarin mengamuk dipasar karena mabuk. Yoo Ri mengeluh kenapa ahjussi itu mabuk lagi. Jin Woo bertanya apakah Yoo Ri mengenalnya? Yoo Ri mengangguk karena ahjusi itu sering kekantornya.

terlihat ahjussi sedang bertelepon dengan keras sekali sehingga membuat pembeli dibelakang nya merasa terganggu. pria itu menyarankan agar ahjussi memelankan suaranya karena berisik sekali. Ahjusii meminta maaf tapi sedetik kemudian diulangi dengan menelepon lebih keras lagi.


pria dibelakang nya langsung meletakkan sumpit dengan kasar. Yoo Ri menenangkan pembeli dengan meminta pengertian karena ahjusii mengalami sedikit gangguan. Yoo Ri meminta ahjussi berhenti telepon dan segera pulang saja. ahjussi tak menggubris lalu menelepon lagi.
pria dibelakang nya tak tahan langsung berdiri. ahjussi dipelototin tak terima menyebut pria itu Baj*ngan. tak terima pria itu langsung menarik baju ahjussi.


JIn Woo yang sedari tadi diam langsung beranjak lalu memegang tangan pria itu meminta agar melepaskan si Ahjussi. Pria itu melirik ke JIn Woo. Jin Woo menggenggam tangan pria itu dengan keras.


Oh Soo dengan kesal membawa kandang kucing nya kembali. saat berjalan Oh Soo melihat jendela rumah Yoo Ri yang sudah mati lampunya.



walaupun jin Woo santai tapi nyatanya pria itu kesakitan dan meminta agar Jin Woo melepaskan tangan nya duluan. akhirnya JIn Woo melepaskan tangan si pria dan pria itu kembali ke mejanya.



lalu dengan sabar Jin Woo meminta ahjussi untuk menurunkan suara nya sedikit lagi. ahjussi tersenyum menuruti JIn Woo sambil menepuk nepuk pundak Jin Woo. Jin Woo berterimakasih lalu kembali duduk.


Yoo Ri melihat dua gadis pembeli yang senyum senyum melihat Jin Woo. Yoo Ri menggoda Jin Woo seperti kedua wanita itu terkesan dan jatuh cinta dengan Jin Woo. Jin Woo tak menanggapinya. lalu Yoo Ri menyuruh Jin Woo untuk melihat wanita itu sekali saja. Jin Woo tetap cuek tak mau sambil menuang soju.


sesaat Ponsel Yoo Ri berdering dari seseorang yang mengatakan kalau mesin penjual kopi nya rusak. Yoo Ri menyudahi panggilan nya dan akan segera kesana. YOo Ri menjelaskan ke Jin Woo kalau mesin penjual milik ibunya rusak dan sekarang dia yang mengurusnya. JIn Woo berniat menemani Yoo Ri. tapi Yoo Ri menolak karena sudah memesan makanan. lalu Yoo Ri meminta maaf tak bisa menemani Jin Woo makan. Jin Woo tak masalah dan akan mengurus pesanan nya.


Yoo Ri sudah sampai di mesin penjual kopi dan langsung membukanya, ternyata tak berfungsi karena ada uang kertas yang menyelip di mesin.
Yoo Ri bergumam kenapa orang memasukkan uang 10 ribu Won kedalam nya. lalu Yoo Ri berbalik dan langsung terkejut karena Oh Soo sudah didepan nya.

"astaga kau mengejutkan ku"gumam Yoo Ri



keduanya sama sama canggung. dan karena bingung mau berkata apa akhirnya Oh Soo menyuruh Yoo Ri membersihkan tempat ini karena ini tempat nya yang di injinkan untuk menempatkan mesin penjual kopi. Yoo Ri melihat sekitar padahal tempatnya sudah sangat bersih. Oh Soo mengambilkan sapu lalu memberikan ke Yoo Ri agar segera membersihkan nya sebelum pergi. Yoo Ri kesal akhirnya menerima saja sapunya.


Yoo Ri akhirnya mau tak mau menyapu tempat yang sudah bersih itu. sambil menyapu Yoo Ri bergumam sendiri kalau tempat nya sudah sangat bersih bahkan lebih bersih dari tempat tidurnya. Yoo Ri juga menggerutu akan membeli tempat ini. Oh Soo dibelakang nya terus senyum ssenyum puas melihat Yoo Ri. Yoo Ri menatap Oh Soo kesal:"tunggu saja aku akan membeli tanah ini".



saking kesalnya Yoo Ri bahkan menyapu sepatu Oh Soo dengan kasar. Oh Soo menyuruh Yoo Ri membersihkan barang yang nempel didekat pagar. Yoo Ri tak mau karena itu bukan sampah nya jadi bersihkan saja sendiri.

"sampah?"ucap Oh Soo kaget.


Oh Soo menyuruh Yoo Ri melihat dulu apakah benar benar sampah. belum sempat diteruskan tiba tiba datang lah jin Woo memanggil Yoo Ri. JIn Woo mendekati Yoo Ri lalu bertanya apakah Yoo Ri baik baik saja? dia sangat khawatir takut terjadi apa apa pada Yoo Ri dalam perjalanan pulang karena Yoo Ri tak mengangkat telepon nya. sejenak Oh Soo dan Jin Woo saling berpandang.



lalu JIn Woo menanyakan bagaimana dengan mesin penjualnya? Yoo Ri menjawab tak apa apa karena tanpa sengaja ada orang yang memasukan uang lebih. JIn Woo melihat Yoo Ri membawa sapu langsung mengambil sapu meletakkan nya di pinggir lalu menggenggam tangan Yoo Ri.



Yoo Ri sedikit canggung. Oh Soo juga melihat nya hanya diam. lalu Jin Woo mengajak Yoo Ri segera pergi meninggalkan Oh Soo. Oh Soo menatap keduanya dengan penuh arti.



saat berjalan Yoo Ri dan Jin Woo berpapasan dengan kakek Man Soo. Yoo Ri menyapa kakek dan kakek membalasnya dengan ramah.


Di cafe kakek berbincang dengan Oh Soo. kakek menyuruh Oh Soo segera menemukan pasangan yang baik dan segera menikah. Oh Soo malah bertanya apakah kakek nya mau menikah?

"akan lebih baik jika kau yang menikah, jika itu terlalu sulit berkencan lah dulu,lihatlah betapa bahagia nya mereka, maksudku wanita yang tinggal digedung 301, kemarin dia menemuiku dengan sedih, tapi sekarang terlihat berbeda dan tersenyum lepas, itu karena dia memiliki pacar dan bahagia, jadi sebaiknya...kau segera berbahagia juga"ucap kakek


dengan tak enak Oh Soo berkata bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu? kakek memalingkan wajah nya. lalu Oh Soo mendekati kakek nya sambil membawa tas kerjanya.
"aku tidak punya hak untuk melakukan itu"


kakek berdiri tak percaya:"sudah kukatakan padamu apa yang terjadi bukanlah salahmu"tegas kakek . Oh Soo hanya diam lalu kakek mengajak nya segera pulang.


di Bar Ga Na bertemu dengan Cherry. Ga Na menanyakan bagaimana dengan kencan buta nya Cherry kemarin. Cherry menjawab manja kalau kemarin teman kencan butanya membawa pacar dan seperti syuting drama. Ga Na marah marah tak terima dan meminta Cherry membawanya menemui teman kencan butanya itu karena berani berani nya membuat Cherry kesal. Cherry tersenyum memuji Ga Na memang yang terbaik lalu Cherry mencubit pipi Ga Na dengan gemas sampai Ga Na kesakitan.



bersamaan terlihat Hyo Jin dan kedua teman nya juga ke bar.

"oppa.. haruskah malam ini aku tidur dengan mu?"tanya Cherry

"apa? benarkah?"jawab Ga Na antusias. tapi Ga Na langsung membentak apa Cherry Gila? sekarang ini Cherry sedang mabuk lalu Ga Na menyuruh Cherry segera pulang saja. sekilas Hyo Jin menatap Ga Na.



Cherry hendak pulang lalu membuka dompetnya. Ga Na melarang karena dia yang akan membayarnya. Cherry berterimakasih dengan senyum manja.
lalu Ga Na meminta tagihan nya untuk dibayar. Ga Na mengeluarkan kartu kreditnya.tapi sayang sekali kartu nya sudah dibekukan. sepintas Hyo JIn menatap Ga Na dan mengingatnya kalau Ga Na yang tadi pagi ditemuinya di Cafe Tree dan mengatakan kalau cucu nya pemilik Cafe.


Ga Na menelepon kakek nya bertanya apakah kakek nya membekukan kartu nya? Kakek sedang bersama Oh Soo di mobil. kakek mengiyakan telah membekukan kartu Ga Na karena sudah terlalu lama membiarkan Ga Na menjadi benalu jadi sekarang sudah cukup. Oh Soo senyum senyum disamping kakek sambil menyetir.


"cuci piring atau bersihkan lantai dan lakukan apapun sebisamu untuk membayar tagihan mu"tegas kakek kemudian mematikan panggilan nya.

Ga Na tak bisa menyembunyikan kekesalan nya.


dimobil kakek menyuruh Oh Soo mematikan ponsel nya. sambil tersenyum Oh Soo bertanya dimana Hyung nya?

"Di Bar, kau sudah mewarisi bisnis keluarga jadi sudah saat nya bocah itu untuk sadar juga"tegas kakek

dan benar saja sesaat kemudian Ga Na menelepon Oh Soo. Oh Soo merejectnya.


di Bar Ga Na menundukkan kepala memikirkan cara membayar. tiba tiba Hyo Jin menyodorkan kartu ke kasir untuk menambahkan tagihan Ga Na juga.
Ga Na terkejut menatap Hyo Jin dan mengenali Hyo Jin yang datang ke cafe Tree pagi tadi.


sesaat kemudian Ga Na dan Hyo Jin sudah ditempat makan. Hyo Jin mentraktir Ga Na. Ga Na memakan makanan nya dengan lahap sampai Hyo Jin memandang nya aneh. Ga Na memuji hyo jin baik walaupun kesan pertama yang diberikan Ga Na tak begitu baik tadi pagi. Hyo JIn biasa saja menanggapinya lalu bertanya apakah makanan nya enak?


"tidak juga, tapi memikirkan aku tak memiliki uang itu sangat menakutkan, tapi kenapa kau tak makan? makanlah"pinta Ga Na

"tidak masalah, aku punya banyak uang"jawab Hyo JIn.

makanan sudah habis sampai Ga Na harus meminum langsung kuah dari mangkuk nya. Ga Na juga bersendawa membuat Hyo Jin sedikit aneh. setelah selesai Ga Na menyimpulkan kalau Hyo Jin membantunya kali ini karena ingin dia membantu Hyo Jin dekat dengan adik nya. Hyo JIn bingung memangnya kapan dia mengatakan nya?



"ayolah jujur saja, aku sudah mengerti"balas Ga Na santai

Hyo JIn memantapkan kalau memang sebaiknya Ga Na membantunya sebagai cara untuk Ga Na membalas membayar tagihan nya. Ga Na memuji Hyo JIn yang tak suka basa basi ya.. Hyo Jin tersenyum. baiklah untuk mencapai kesepakatan Ga Na mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan. tapi dengan cuek Hyo Jin malah berdiri mau pergi duluan.



Yoo Ri sedang bertugas dengan rekan nya. Yoo Ri menyetir. sementara rekan nya terus menatap Yoo Ri. Yoo Ri bertanya kenapa?
rekan Yoo Ri memuji kalau sepertinya Yoo Ri sudah melakukan yang terbaik dari yang diharapkan apakah Yoo Ri sudah sadar.
"tentu saja, Seo Yoo Ri bukanlah type cewek yang rendah karena cowok seperti dia"tegas Yoo Ri.


sesaat ponsel Yoo Ri ada pesan. Yoo Ri meminta rekan nya untuk membacakan nya karea dia sedang mengemudi.
rekan Yoo Ri membacakan dari Kim Jin Woo yang mengajaknya bertemu setelah bekerja karena ada hal yang ingin dibicarakan. rekan Yoo Ri menggoda apakah Yoo Ri memiliki pacar baru. Yoo Ri menjawab Jin Woo hanyalah teman SD nya yang baru ketemu kemarin jadi apa yang mau dibicarakan ya?

rekan Yoo Ri menebak mungkin dia mau mengungkapkan perasaan nya.Yoo Ri terkaget tak mungkin karena baru beberapa kali bertemu. rekan Yoo Ri berkata lain walaupun beberapa kali bertemu tapi hari ini dia ingin bertemu dan ingin mengatakan sesuatu apalagi kalau bukan mengungkapkan perasaan. sebenarnya ada 2 kemungkinan yaitu kalau tak meminjam uang pasti mengungkapkan perasaan nya. dan jika dilihat dari penampilan Yoo Ri rekan nya mengatakan tak mungkin kalau akan meminjam uang. Yoo Ri mendesis kesal. rekan Yoo Ri meminta Yoo Ri memikirkan dengan seksama apakah teman SD nya kemarin mengatakan sesuatu hal. Yoo Ri nampak berfikir.


sampai didepan kantor polisi Yoo Ri masih memikirkan tentang apa yang dikatakan Jin Woo kemarin. Yoo Ri baru mengingatnya kalau kemarin JIn Woo mengatakan kalau dia cinta pertamanya. lalu Yoo Ri menceritakan ke rekan nya.



dengan bangga rekan Yoo Ri pasti benar tebakan nya. walaupun begitu Yoo Ri sama sekali tak terfikirkan sampai kesitu. rekan Yoo Ri menyuruh Yoo Ri menunggu saja karena dia yakin pasti benar. Yoo Ri bertanya lagi apa yang harus dilakukan nya kalau benar Jin Woo menyatakan perasaan?

"apa kau ingin bertanya padaku?"tanya rekan Yoo Ri


Yoo Ri mengangguk. lalu sesaat kemudian Yoo Ri dan rekan nya sudah dikantor. rekan Yoo Ri memberi contoh dari skala perbandingan dari 1:10
pertama rekan Yoo Ri akan mengukur dari wajah nya. Yoo Ri tak mau menilainya. tapi rekan Yoo Ri meyakinkan kalau ini cara terbaik dan Yoo Ri pasti akan mengetahui hal yang luar biasa setelah melakukan ini.

lalu Yoo Ri menjawab asal kalau nilai nya 10 untuk Kim Jin Woo. rekan Yoo Ri tak mau jika Yoo Ri tak bersungguh sungguh. Yoo Ri mengatakan kalau Jin Woo sangat lemah lembut jadi nilai totalnya 180. rekan Yoo Ri protes jangan membandingkan Jin Woo yang sekarang dengan masa kecilnya.

lalu pertama rekan Yoo Ri menyebut Won Bin bernilai 10 maka Jin Woo bernilai berapa? Yoo Ri menjawab tujuh.
lalu kedua keuangan nya jika syeich mansyur 10 bagaimana dengan Jin Woo? Yoo Ri tak tahu karena baru beberapa kali bertemu. rekan Yoo Ri memperjelas bukankah Yoo Ri bisa melihat dari gaya berpakaian nya. Yoo Ri tetap menjawab tidak tahu.

"dia bukan orang yang kere kan?"tanya rekan Yoo Ri tegas.


Yoo Ri menjawab kalau Jin Woo adalah guru wali kelas Soo Jung. Rekan Yoo Ri sedikit terkejut walaupun guru masih ada kemungkinan dia memiliki hutang. jadi rekan Yoo Ri memberi nilai 5 pada keuangan Jin Woo.

setelah membandingkan keseluruhan rekan Yoo Ri menjumlahkan dan hasilnya mendapat nilai 88. seperti olimpiade nilai 88 itu sangat sulit diperoleh untuk laki laki korea jadi rekan Yoo Ri menyarankan untuk tak melepaskan Kim Jin Woo.


"bukankah seharusnya aku juga dinilai dan itu akan adil?"

Rekan Yoo Ri menyuruh Yoo Ri melakukan penilaian ketika Yoo Ri kencan buta atau mau menikah dengan pasangan karena sekarang Yoo Ri yang dicintai kenapa harus dinilai? Rekan Yoo Ri memberikan kertas penilaian nya dan mengingatkan untuk tak melepaskan Kim Jin Woo.
sejenak Yoo Ri berfikir dan masih ragu. Yoo Ri bertanya apakah rekan nya masih bisa melakukan penilaian terhadap orang 1 lagi? tapi sedetik kemudian Yoo Ri meralat nya kalau tak perlu. mungkin Yoo Ri hendak melakukan penilaian pada oh Soo. rekan Yoo Ri bertanya penilaian untuk siapa? Yoo Ri menjawab bukan siapa siapa tak jadi.



Didekat mesin penjual kopi milik ibu Yoo Ri. Oh Soo semalam menaruh kandang kucing yang dibawa nya kegunung, dan kini kandang nya sudah ada kucing nya. Oh Soo tersenyum melihati kucing dirumah rumah an itu.



malam hari Yoo Ri keluar kantor. dan tak lupa menyapa kedua rekan nya yang masih bertugas ada polisi Shin juga. pria yang membantu penilaian pada Yoo Ri mengingatkan Yoo Ri untuk tak melepaskan Mr.88 nya. POlisi Shin bertanya apa maksudnya?


senior menjawab "seorang pria". Polisi Shin langsung mengerti dan memuji petugas Seo Yoo Ri yang sangat hebat. dia menghentikan percobaan bunuh diri, menangkap pencopet dan bahkan menangkap penjahat yang sedang dicari juga tapi kenapa dia tak dipromosikan?

"aku tak tahu kenapa tak dipromosikan tapi aku merasa kau akan mengikuti jejak petugas Seo(Yoo Ri)"


"ahh bagaimana mungkin aku berani bermimpi melakukan itu tapi terimakasih banyak untuk kata kata baikmu Sunbaenim"jawab Polisi Senang. saat senior nya masuk Polisi Shin langsung senyum sumringah senang.


Yoo Ri masih dijalan pulang dari kantor. Ponselnya berdering dari seseorang yang mengatakan kalau mesin penjual kopi nya rusak lagi. Yoo Ri panik langsung bergegas kesana dan meminta menunggunya sebentar.


saat sudah tiba Yoo Ri terkejut melihat ada pria sedang jongkok disamping mesin penjual kopi. saat pria itu berbalik ternyata Oh Soo. Yoo Ri bertanya kenapa Oh Soo disitu? Oh Soo menjawab kalau habis memberi makan kucing. Oh Soo menunjuk kandang kucing dibelakang nya.



Yoo Ri langsung mendekati kandang kucing. YOo Ri sangat kagum dan bertanya apakah Oh Soo yang melakukan nya?

"Ya"jawab Oh Soo

Yoo Ri memuji kandang nya indah sekali bahkan kasurnya lebih bagus dari kasur milik nya. empuk sekali.
"kau pasti senang sekali"ucap Yoo Ri sambil mengelus elus kucing didalam kandang.

"aku rasa kemarin kau menyebutnya sampah"ucap Oh Soo



Yoo Ri yang baru menyadari perkataan nya semalam baru tahu kalau ternyata bukanlah sampah dan mengira Oh Soo sengaja membuatnya kesal.
lalu Yoo Ri mengatakan kalau sekarang menarik kata katanya dan memberikan 2 jempol untuk Oh Soo. Oh Soo tersenyum.


dijalan Jin Woo sedang mengemudi sambil senyum senyum mungkin hendak menemui Yoo Ri.


kembali ke Oh Soo dan Yoo Ri.
"ngomong ngomong siapa pria kemarin?"tanya Oh Soo membuat Yoo Ri terdiam.

"apa kau mendengar kabar dari pacarmu tentang pertemuan nya denganku kemarin?"tanya balik Yoo Ri serius.

"pacarku? siapa maksudmu?"

"wanita kemarin..pemilik tas"

Oh Soo tersenyum menegaskan kalau wanita itu bukan lah pacarnya. benarkah?? ucap Yoo Ri sedikit senyum. lalu Yoo Ri bertanya kenapa kemarin Oh Soo begitu marah padanya?


"aku?"

"iya..kemarin kau begitu marah padaku, saat berpapasan kau membunyikan klakson begitu keras lalu di minimarket kau menatapku seperti itu dan malam nya kau membuatku membersihkan tempat ini dan membentakku dan juga kenapa kau penasaran dengan siapa Jin Woo?"tanya Yoo Ri.



Oh Soo terdiam dan bingung mau menjawab apa? tiba tiba mesin penjual kopi berbunyi dan keluar uang 10 ribu Won. Oh Soo langsung mengambilnya dan mengantonginya.


Yoo Ri merasa aneh lalu meneruskan pertanyaan nya "apakah kau tertarik padaku?"

Oh Soo terdiam dan tak bisa menjawab hingga akhirnya Oh Soo melihat ada JIn Woo diseberang agak jauh sedang memperhatikan nya.



Jin Woo tetap diam dan perlahan Jin Woo mendekat. Jin Woo dan Oh Soo saling berpandangan serius.


Bersambung Episode 6

1 komentar:

D tunggu kelanjutan y terima kasih..

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...
EmoticonEmoticon