All Images By : OCN


Jin Woo mengambilkan segelas susu untuk Yoo Ri. Jin Woo bertanya jadi apakah kau mau pergi denganku? (mungkin Jin Woo ngajak kencan Yoo Ri)
Yoo Ri terkejut. JIn Woo mengulangi perkataan nya apakah Yoo Ri mau keluar dengan nya? Yoo Ri masih terdiam.




"itu bukan pertanyaan mendadak yang pertama kalinya dan aku tak ingin kehilangan mu kali ini"tegas Jin Woo.

"Tunggu..astaga, kau..mengatakan kalau kau menyukaiku juga saat masih kecil, sepertinya kau masih belum bisa menghilangkan kebiasaan burukmu"ucap Yoo Ri terbata gugup. Jin Woo tersenyum. Yoo Ri yang masih gugup berkata lagi "pertama tama sekarang sangat lah dingin, jadi aku harus pulang dan mencuci muka, kau harus pulang juga, kau tahu jalan pulang kan?"kata Yoo Ri lalu langsung meraih tas nya dan berlari pulang karena gugup.


JIn Woo tersenyum sambil meneriaki Yoo Ri yang sudah berlari "baiklah aku akan menghubungimu,tapi jangan berani berani nya kau menghindariku karena merasa canggung Ok"


Sampai dirumah Yoo Ri menyemprot bunga pemberian dari Jin Woo. Yoo Ri menatapnya penuh arti. lalu mengambil sarung tangan dari JIn Woo dan memakainya sambil tiduran di ranjang. Yoo Ri bergumam kalau ini sangat hangat sekali.



Oh Soo dirumah nya sedang mandi. seusai mandi Oh Soo bercermin sambil meraba tanda pohon di dada nya.



setelah berpakaian Oh Soo mendekati pohon yang diberi syal oleh Yoo Ri tempo hari. Oh Soo menatap pohon dalam dan perlahan menyentuh daun nya. Oh Soo teringat saat menyentuh rambut Yoo Ri malam itu ketika Yoo Ri tertidur di mobilnya.



Oh Soo salah tingkah sendiri mengingatnya lalu bergegas kembali ke kamarnya. dan terlihat sekilas pohon Yoo Ri sama dengan pohon Tua dihalaman rumah Oh Soo.


Paginya Ibu Yoo Ri mencoba menelepon Min Hoo tapi tak ada jawaban. Ibu Yoo Ri terlihat sedih memikirkan nya.


Di kantor Polisi Yoo Ri dan rekan nya sedang melakukan pemanasan. sambil melakukan nya mereka berbincang. rekan Yoo Ri bertanya kesimpulan Yoo Ri sekarang apa yang akan dilakukan Yoo Ri pada Mr.88? Yoo Ri hanya diam sambil berolah raga.


"Aigoo..saat ini kau akan kehilangan dia, benarkan? cukup mengejutkan kalau kau adalah cinta pertamanya,tapi dia belum bisa melupakan mu selama 16 tahun,itu jelas tidak normal, sudah kubilang mencetak skor 88 itu tidak mudah untuk pria asia, sebaiknya kau segera menerimanya saja saat dia sedang tak waras begini"ledek rekan Yoo Ri

Yoo Ri melotot sambil bersiap menendang rekan nya karena terus bicara sembarangan.



lalu rekan Yoo Ri juga bersiap kuda kuda untuk menerima tantangan Yoo Ri. tapi tiba tiba ponsel Yoo Ri berdering dari Ibu Yoo Ri. ibu Yoo Ri bertanya kenapa barusan menelepon Min Hoo tapi ponselnya tak aktif.


Yoo Ri beralasan kalau itu mungkin karena akhir akhir ini Min Hoo menangani proyek besar ditempat kerjanya. tak ketinggalan rekan Yoo Ri mengusulkan kalau Min Hoo sedang perjalanan bisnis keluar negeri. Yoo Ri langsung mengatakan kalau MIn Hoo sedang perjalanan bisnis keluar negeri. karena tak mau ditanya tanya lagi soal Min Hoo. Yoo Ri langsung berpamit menutup panggilan nya karena sekarang sedang bekerja.

Rekan Yoo Ri menyindir sampai kapan Yoo Ri akan menyembunyikan fakta ini dari ibunya. dan dia mengusulkan untuk membawa saja Mr.88 menemui ibunya dan mengakui kalau Mr.88 itu pacarnya. Yoo Ri kesal mengacungkan kepalan nya.
lalu Yoo Ri meng sms Min Hoo 'jangan sampai kau mengatakan apapun pada ibu ku'.


sedetik kemudian Polisi Shin dari dalam melaporkan kalau sudah menerima laporan tentang B & E (B&E:melanggar atau masuk kedalam suatu bangunan dengan tujuan merampok atau vandalisme).
Yoo Ri dan rekan nya segera bergegas pergi.


Di area perumahan Yoo Ri. ada seorang pria berbaju dan bertopi hitam. dia mencari cari surat dikotak surat dan dia sepertinya sudah menemukan surat dengan nama Seo Yoo Ri. sepertinya dia memastikan kalau Yoo Ri tinggal diapartemen itu. sesaat seorang wanita keluar. pria itu langsung memasukkan kembali surat surat kedalam kotak surat.


"kau siapa? aku belum pernah melihatmu sebelum nya? kau mencari siapa?"tanya wanita itu.

Pria itu menjawab kalau sedang mencari rumah teman nya tapi sepertinya dia salah alamat. lalu pria itu membungkuk pamit pergi.


terlihat Oh Soo yang baru datang memperhatikan pria berbaju hitam itu dari mobil. Oh Soo melihatnya seakan ada aura kuning dari tubuh pria itu.



seperginya pria itu Oh Soo langsung menghampiri wanita itu. wanita itu mengenali Oh Soo pemilik Cafe didepan. lalu Oh Soo dengan sopan bertanya apakah bibi mengenal pria yang tadi?

"tidak..katanya dia mencari teman nya"

"gedung apa?"

"aku tidak tahu"jawab Bibi kemudian pamit kembali masuk.

Oh Soo nampak berfikir dan kembali melihat ke arah pria barusan yang sudah tak terlihat.


Yoo Ri dan Rekan nya baru sampai di tempat seseorang yang baru melapor. sesaat ponsel Yoo Ri berdering dari nomor yang tak dikenal.

"Halo..apakah kau Seo Yoo Ri?"

"benar.."

dan panggilan langsung terputus. Yoo Ri menggerutu kenapa barusan ada telepon yang hanya menanyakan nama saja. tapi Yoo Ri tak mau ambil pusing. kemudian keduanya masuk kerumah sepertinya rumah paranormal.


Yoo Ri dan rekan nya sedang berkeliling melihat seisi rumah para normal. Yoo Ri berkata kalau sudah mencari nya tapi tak menemukan apapun.

Rekan Yoo Ri:"jadi berdasarkan apa yang kau katakan, kau berfikir roh yang kau panggil datang tapi bukan dia? jadi kau melaporkan ini sebagai B&E"


Paranormal mencoba menjelaskan:"aku sedang berdoa disini dan aku merasakan sesuatu aku merasa roh itu datang"

"apa? roh yang kau panggil itu"tanya rekan Yoo Ri terkejut

"tapi..aura yang kurasakan tidak suci dan tak layak,jadi aku yakin bahwa itu manusia,jadi karena itulah aku meninggalkan ruangan"cerita para normal lalu keluar berpindah keruangan lain. paranormal itu menunjuk manusia itu keluar dari arah dalam dan keluar melalui pintu.


lalu Yoo Ri bertanya apakah paranormal melihat wajah nya? dan Yoo Ri sambil menunjukkan gambar buronan dengan kasus pelecehan seksual.
paranormal menjawab kalau mata ketiganya memang cukup kuat tapi penglihatan nya tak sekuat itu. Yoo Ri bertanya lagi apakah kau memcium bau yang khas? atau suara yang khas?


Paranormal itu langsung masuk hendak menunjukkan sesuatu. setelah keluar paranormal membawa 2 buah pedang dan mengatakan kalau sempat memukul pelaku nya dengan kedua pedang itu.
paranormal merasa mungkin polisi bisa mengambil DNA nya dari pedang itu. sesaat ponsel Yoo Ri berdering dari Min Hoo. Yoo Ri kesal langsung merejectnya.


Yoo Ri:"jadi kau melihat orang itu berlari kesekeliling lalu kau memukulnya dengan benda itu?"

"Bukan begitu"jawab Paranormal kemudian mengayunkan pedang nya mempraktekkan seperti berperang di era kerajaan.



Yoo Ri dan rekan nya sampai merasa ketakutan. lalu Yoo Ri meminta 2 buah pedang untuk dibawanya kekantor polisi untuk penyelidikan. sebelum pergi Yoo Ri menyuruh paranormal untuk menghubunginya lagi jika mengingat wajah dan ciri karakteristik pelaku. keduanya membungkuk berpamitan lalu pergi.


Di Mobil Yoo Ri dan rekan nya masih membahas soal pisau yang dibawanya. rekan Yoo Ri mengatakan kalau 2 minggu lalu paranormal itu melakukan hal yang sama juga.


"bukankah ini pertama kalinya? apa dia juga mengatakan memukulnya dengan pisau itu juga saat itu?"bantah Yoo Ri

"tidak"

"aku merasakan ada getaran yang aneh dalam kasus ini"keluh Yoo Ri.

"seharusnya yang merasakan itu dia bukan nya kamu, tapi aneh ketika kau datang ke dukun perawan apa itu berarti dukun perawan atau hanya dia yang perawan?"

Yoo Ri menghela nafas menyuruh rekan nya untuk fokus saja pada penyelidikan awal. sesaat ponsel Yoo Ri bergetar. Yoo Ri mengeluh kenapa Min Ho terus menelepon nya. tapi ketika dilihat ternyata Jin Woo. Yoo Ri sedikit canggung melirik ke teman nya. karena lama tak diangkat Rekan Yoo Ri mengeluh kalau suara ponsel nya berisik sekali.



akhirnya Yoo Ri mengangkatnya. Jin Woo mengingatkan tentang rencana kencannya semalam. Yoo Ri bilang tak ada waktu tapi kelihatan nya Jin Woo sudah bersiap. jadi akhirnya Yoo Ri mengiyakan saja. setelah menutup telepon nya Yoo Ri menggerutu tentang apa yang harus dikatakan nya jika bertemu dengan Jin Woo? dan juga dia tak bisa mengatasi kecanggungan jika bertemu dengan nya.

"fokus saja pada kasus yang sedang diselidiki"sahut rekan Yoo Ri

"Fokus saja mengemudi jika sedang mengemudi"balas Yoo Ri sewot.


malam hari Oh Soo dikantor sudah bersiap untuk pulang. CEO Nam yang melihatnya bertanya apakah Oh Soo mau pulang? Oh Soo mengiyakan. lalu CEO nam langsung menariknya keruangan nya karena ada yang ingin dikatakan nya sebentar. Oh Soo bertanya tentang apa? CEO Nam malah menyuruh nya duduk saja.



terlihat CEO Nam mencari cari pertanyaan. CEO Nam menanyakan tentang apa yang akan dilakukan Oh Soo pada proposal sunhwa electrics?
OH Soo menjawab bukankah sudah bilang dia tidak tertarik dengan peralatan rumah tangga karena menggunakan suara pada mesin cuci itu sudah kuno.

"aku... aku mengerti"jawab CEO Nam terbata.

kalau begitu Oh Soo mau pulang kalau sudah selesai. CEO Nam masih menahan nya dan menawarinya kopi. OH Soo bingung apakah akan ada yang datang? dengan lirih dan takut CEO Nam menjawab "Direktur Han (Hyo Jin) dia bilang ingin berbicara dengan mu tentag perjalanan bisnis".

"kau menyukai wanita itu kan?"tanya Oh Soo

"Omong kosong macam apa itu?"

"jadi kenapa kau seperti pengecut saat membicarakan tentang nya"


CEO Nam langsung membantahnya dengan alasan betapa penting nya investor jika tidak punya uang. dan kita tak akan bisa mengeluarkan prodik baru. karena dengan uang dari mereka lah produk kita bisa menjadi garam dan cahaya bumi jadi harus bersyukur. Oh Soo hanya menghela nafas.
sesaat Hyo JIn datang. CEO Nam langsung mempersilahkan duduk.


Hyo Jin langsung menanyakan kenapa Oh Soo tak mau ikut perjalanan bisnis? "jika kau ingin mendapatkan uang dari kantong orang lain setidaknya kau harus menunjukkan pada mereka bahwa kau layak mendapatkan nya"ucap Hyo JIn


"aku yakin proyek yang sedang kami kembangkan nilai nya sudah lebih dari cukup, lalu kudengar kami memiliki banyak investor dari pada kau Direktur Han"ucap Oh Soo membuat Hyo JIn sedikit kesal dan apalagi CEO Nam semakin tak tenang duduk nya.


Hyo JIn:"apa kau pikir para investor itu akan tetap bekerja sama jika kami menarik dukungan kami?"

"kau akan mengetahui jika kau terus memantaunya"jawab Oh Soo santai.


CEO Nam yang tak enak menawarkan bagaimana jika melanjutkan pembicaraan nya sambil makan malam. Hyo JIn mencoba sabar menjawab menyetujuinya jika Oh Soo mau. tapi sayang sekali Oh Soo langsung pamit karena sudah ada janji. CEO Nam mengejar OH Soo. sementara Hyo JIn diam kesal karena merasa diabaikan.



Yoo Ri dan Jin Woo sedang bermain Bowling. Jin Woo mulai memainkan bolanya tapi Jin Woo sama sekali tak mengenai target. Jin Woo mengeluh kesal. Yoo Ri malah tertawa. kemudian Yoo Ri ganti yang bermain. dengan percaya diri Yoo Ri akan menunjukkan keahlian nya. dan ketika dia menembakkan bolanya benar saja Yoo Ri bisa melahap habis semua target nya. JIn Woo memuji Yoo Ri memang hebat. lalu Jin Woo mencoba sekali lagi dan lagi lagi bola Jin Woo tak mengenai target sama sekali. Yoo Ri menertawai Jin Woo apakah Jin Woo yakin dia seorang guru olah raga.


Jin Woo mengaku menguasai semua olah raga kecuali Bowling. Yoo Ri mendesis tersenyum.

"lalu kenapa kau pergi kesini kalau tak bisa Bowling"

"kenapa tidak, sangat menyenangkan untuk mendapatkan energi dengan menjatuhkan pin itu"jelas Jin Woo

"benar dan aku melakukan nya, tapi kau tak bisa, kurasa kau akan tertekan"canda Yoo Ri

"jadi kau menggodaku dengan cara seperti ini ya..tunggu aku satu bulan,aku akan menjadi pemain bowling yang hebat"


lalu Yoo Ri menatap Jin Woo dengan serius dia mengatakan kalau hari ini Jin Woo membuatnya senang jadi dia akan memberikan kesempatan.
Yoo Ri:"bagiku ibu dan soo Jung yang paling penting,dari pada berkencan dihari liburku dan lebih baik aku bersama ibu dan Soo Jung,bahkan jika kau dirawat dirumah sakit aku harus mengutamakan ibu dan Soo Jung dulu, dan jika kau pacaran dengan ku kau harus bersiap dengan semua itu, karena itulah aku akan memberimu kesempatan, kesempatan bertanya pada dirimu sendiri bagaimana perasaan mu tentang hal itu?"



"jika itu masalah nya... aku juga akan memberikan mu kesempatan,kesempatan untuk berkencan dengan pria yang kurang dewasa,dan tidak mengeluh untuk menjadi prioritas utama tapi pria yang berempati padamu dan bisa memelukmu erat, kau memiliki pria seperti itu didepan mu"ucap Jin Woo tersenyum.



Dijalan Oh Soo sedang mengemudi tanpa sengaja dia melihat Jin Woo sedang bersama Yoo Ri jalan kaki.


Jin Woo menawarkan akan mengantar Yoo Ri. Yoo Ri menolak karena arah nya berlawanan. JIn Woo tetap memaksa akan mengantar nya. tapi sesaat kemudian Ponsel Yoo Ri berdering dari Ibu nya. tapi bukan ibunya yang bicara. seorang perawat mengatakan kalau ibu Yoo Ri pingsan. sontak Yoo Ri langsung panik dan akan segera kesana. JIn Woo bertanya ada dengan ibu Yoo Ri? Yoo Ri menjawab dengan panik kalau ibunya pingsan.


Oh Soo yang melihat Yoo Ri sedang bersama Jin Woo memutuskan untuk berhenti memperhatikan keduanya dari seberang jalan.


Yoo Ri langsung turun kejalan menyegat taksi tapi sayang sekali Taksi sudah berpenumpang jadi tak bisa berhenti. Jin Woo mencoba mencegat taksi lain tapi tak ada. lalu Jin Woo menawarkan akan mengambil mobil nya tapi jika saat Jin Woo mengambil mobil tapi Yoo Ri mendapatkan taksi maka Yoo Ri naik saja. JIn Woo menenangkan Yoo Ri kalau ibunya akan baik baik saja jadi jangan khawatir. Yoo Ri mengangguk terimakasih. dan Jin Woo langsung berlari mengambil mobilnya.



Oh Soo yang melihat Yoo Ri sulit mendapatkan taksi langsung membalikkan mobilnya menuju Yoo Ri. Oh Soo menyuruh nya naik. terlihat Yoo Ri enggan masuk karena tak enak. Oh Soo menyuruh nya lagi segera naik saja. Yoo Ri dengan canggung meminta Oh Soo menurunkan di halte terdekat saja. Oh Soo membuka kunci pintunya dan Yoo Ri langsung masuk.


Oh Soo melajukan mobil nya dengan sangat kencang karena Yoo Ri begitu panik.

dan sesaat kemudian keduanya sudah sampai didepan rumah sakit. Yoo Ri mengucapkan terimakasih dan langsung turun berlari masuk.


Lanjut Episode 7 Part 2

2 komentar

Unni kok updatenya, lma sbuk ya??? Di tnggu slnjutnya unni jg lma2

Trima ksih sinopsisny,q suka.
Smoga dlnjut smpai end😄💪fighting

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...
EmoticonEmoticon