SINOPSIS Thart Man Oh Soo Episode 14 PART 2

ALL Images By : OCN


YOo Ri datang ke Cafe tapi Cafe tutup. Yoo Ri bergumam sedih kemana dia? apakah dia tidak membaca sms ku? Yoo Ri berbalik berniat kembali. tapi dari arah berlawanan Oh Soo baru datang dengan mobil nya. Oh Soo turun dan keduanya saling berpandangan lama.


sesaat kemudian keduanya duduk saling berhadapan di Cafe. karena hanya diam Oh Soo bangkit berdiri dan berbalik. Yoo Ri langsung mengatakan "aku sudah memikirkan ini sepanjjang malam, aku sudah menyadari kalau aku salah,tapi tak peduli betapa aku memikirkan nya satu satu nya hal yang aku lakukan hanyalah berbohong,apa ada yang lain? jika ada beri tahu aku?"tanya Yoo Ri berkaca kaca.





"tidak ada"jawab Oh Soo cepat tanpa melihat Yoo Ri sedikitpun.

"aku hanya berbohong sekali dan aku memiliki alasan yang jelas, dan kau memutuskan ku karena aku berbohong sekali, apakah kau tidak menyukaiku?"

sejenak Oh Soo memejam kan matanya menahan air matanya lalu berbalik.


dengan tegas Oh Soo mengatakan "aku memang menyukaimu karena itulah aku terlalu khawatir padamu dan berlari disekitar sini seperti orang gila,tapi..itu melelahkan,aku terlalu lelah karenamu dan aku tak bisa menyukaimu seperti itu saja,kau bilang..dua orang bisa saling mencintai,tapi saat mereka memikirkan hal lain, mereka melupakan apa yang pernah mereka miliki, karena itulah aku ingin putus dengan mu, mengerti?"tegas Oh Soo berbalik.



Yoo Ri berdiri mengatakan sambil berkaca kaca:"jika kita putus kau akan mengubah waktu yang kita habiskan bersama menjadi luka, hal hal yang kita bicarakan,dan saat berbagi kebahagiaan semua nya akan terhapus, apa kau sadar akan hal itu?"

"aku tahu"tegas Oh Soo



Yoo Ri tak bisa membendung air mata nya lagi. Oh Soo berbalik membelakangi Yoo Ri dan Yoo Ri langsung berlari keluar karena sudah tak tahan. Oh Soo hanya bisa menunduk sedih melihat kepergian Yoo Ri.



YOo Ri berhenti dibalik pagar dengan sesenggukan menahan tangis nya.



Oh Soo berfikir sejenak dan langsung berlari keluar mengejar Yoo Ri. tapi Yoo Ri sudah jauh bahkan saat Oh Soo berlari kedepan gedung nya Yoo Ri sudah tak terlihat. akhirnya Oh Soo hanya bisa kembali dengan langkah lemas pandangan kosong.



Malam hari Ga Na menunggu Hyo Jin disebuah rumah makan. dan beberapa saat Hyo JIn sudah datang. Hyo JIn berkata kalau tadi sudah bertemu selama 4 jam kenapa masih meminta nya untuk datang? Ga Na tahu tapi Ga Na hanya ingin makan malam bersama Hyo Jin. Ga Na memberikan celemek untuk dikenakan Hyo Jin saat makan.


dengan cemberut Hyo Jin mengeluh kenapa Ga Na tak menghubungi Bit Na saja. Ga Na membenarkan BIt Na memang menghubunginya tapi Ga Na menolak nya. HYo JIn tanya kenapa? Ga Na menjawab kalau Bit Na mengajak nya ke Club sementara Ga Na saat ini sedang tak ingin ke Club. Hyo Jin mendesis kesal mendengar nya.

"saat ini aku merasa hampa dan hanya ingin makan... denganmu"tambah Ga Na


Hyo Jin sedikit tersipu walaupun terlihat tenang. Ga Na mengaku saat ini adik nya sangat menderita jadi dia akan seperti orang gila seandainya saat ini malah bersenang senang di Club.

"kenapa kau selalu khawatir dengan urusan adikmu? apa kau berhutang atau semacam nya"keluh Hyo Jin

"tidak...tapi itu keinginan terakhir ayah ku untuk menjaga adikku"jawab Ga Na cuek sambil memanggang daging

Ga Na:"tunggu kenapa aku bercerita padamu, ahhh tidak kau kan bertanya jadi aku hanya menjawab nya"Ga Na berbicara sendiri

"lalu apa ayah mu meminta adikmu juga agar menjagamu?"tanya Hyo Jin penasaran


Ga Na sedikit mengingat ingat lalu berkata "tidak".

"aigoo..kenapa keinginan nya begitu berat sebelah, apa dia ayah kandungmu?"

Ga Na malah tertawa dan mengatai Hyo Jin bertingkah seperti anak tunggal. HyO Jin balik mengatai Ga Na yang merupakan saudara tertua yang rumit karena Hyo Jin pernah mendengar Ga Na sampai melewatkan ujian masuk perguruan tinggi dan pergi kerumah sakit karena adik nya usus buntu. Ga Na malah senyum senyum sendiri sambil memanggang daging. Hyo Jin mendesis tak percaya karena mana mungkin ada orang yang harapan satu satu nya hanya menjadi kakak yang baik ini kan bukan tahun 1988.


Ga Na malah terkekeh dan sesaat dia menyadari bagaimana hyo Jin tahu semua ini? apakah kau menyelidiki latar belakangku? tanya Ga Na melotot.


Hyo Jin tak mau tau itu tapi Hyo Jin menyarankan kalau nanti bertemu dengan ayah Ga Na lagi bilang padanya jangan berat sebelah. Ga Na tersenyum karena sepertinya pilihan nya malam ini tepat untuk makan malam bersama Hyo Jin. Hyo Jin tersenyum lalu Ga Na mengambilkan Hyo Jin daging agar segera dimakan. Hyo Jin Pun membalas agar Ga Na makan juga. (sepertinya Hyo Jin mulai menyukai Ga Na).


Karena hatinya sakit Yoo Ri menyibukkan diri dengan bersih bersih. Yoo Ri menyapu lantai tapi sapu nya rusak. Yoo Ri bergumam kalau seharus nya dia beli sapu saja. lalu Yoo Ri melihat jemuran didepan nya dan terdapat uang kertas yang terselip disaku jemuran nya, dan karena ikut tercuci uang itu menjadi kusut. sambil terisak Yoo Ri bergumam akankah bank memberinya uang baru kalau membawanya kesana.



sesaat Soo JUng pulang dengan menenteng satu kantong plastik. Yoo Ri segera menghapus air mata nya yang sedari tadi tak mau berhenti. Soo Jung duduk dikursi makan. lalu melirik kakak nya "kalian berdua putus kan?"sahut Soo Jung. Yoo Ri tak menjawab dan terus berusaha menutuoi air matanya.


Soo JUng mengeluarkan makanan yang dibawa nya karena saat putus empedu ayam yang bagus untuk mengatasinya. Soo Jung berusaha menyuapi kakak nya. sekilas Yoo Ri melirik makanan yang dibawa Soo Jung. dan Yoo Ri justru teringat pernah makan empedu ayam bersama Oh Soo.



sambil mengusap air matanya Yoo Ri beralasan kalau dia hanya demam jadi jangan menyangka yang aneh aneh.


karena kakak nya tak mau empedu ayam, Soo Jung menyodorkan Susu. dan itupun juga mengingatkan Yoo Ri saat pagi pagi berangkat kerja Oh Soo memberinya segelas susu dari mesin penjual otomatis nya.



YOo Ri tak tahan lagi dan memilih untuk kembali ke kamar nya. saat naik Yoo Ri terduduk lemas ditangga dan tak bisa menahan isakan nya lagi mengingat Oh Soo.



paginya kakek melihat Oh Soo dikamar nya masih tertidur pulas. kakek hendak membelai pipi cucu nya itu tapi langsung teringat dan melihat tanda pohon di tangan nya. lalu kakek juga melihat ada obat tidur di meja oH Soo. kakek merasa iba lalu keluar.



Yoo Ri dirumah nya menelepon rekan kerja nya. Yoo Ri izin hari ini tak masuk karena tak enak badan. lalu Yoo Ri rebahan sejenak di kursi dan terdengar ada bel pintu berbunyi.


Yoo Ri membuka nya ternyata kakek Man Soo. Yoo Ri terkejut bertanya kenapa kakek datang kesini? dengan tersenyum kakek menjawab kalau ingin Yoo Ri pergi bersama nya kesuatu tempat.


sesaat kemudian Yoo Ri dan kakek sudah berada disebuah toko baju. Yoo Ri keluar dari ruang ganti dengan pakaian pilihan kakek. terlihat Yoo Ri tak enak mengenakan nya karena merasa tak pantas memakai pakaian smacam itu lagipula Yoo Ri merasa tak memiliki hak.



"memang nya harus memiliki hak mau memakai pakaian seperti itu"balas kakek lalu mengeluarkan uang nya membayar pakaian yang dipakai Yoo ri dan semua yang dicobanya tadi. Yoo Ri menghentikan kakek dengan tak enak.

"tunggu apa lagi"tanya kakek

dengan terbata bata Yoo Ri menjawab kalau sudah putus dengan Oh Soo. tapi ternyata tanggapan kakek santai memang nya kenapa kalau sudah putus? Yoo Ri terkejut jadi kakek sudah tahu? kakek menjelaskan bukankah dulu Yoo Ri menyukai nya karena menganggap seperti kakek nya sendiri apakah itu semua bohong?

"tidak..tentu tidak"jawab Yoo Ri cepat

"jangan bicara dan kenakan saja"tegas kakek membayar nya dengan kartu kredit nya.

Yoo Ri hanya bisa pasrah dan diam.



sesaat keduanya sudah di luar toko. kakek mengatakan kalau sudah memesan taksi jadi Yoo Ri naik taksi aja pulang karena kakek masih ada urusan. Yoo Ri mengangguk mengiyakan. baru jalan selangkah kakek kembali mengatakan ke Yoo Ri dengan rasa iba. kakek memberitahu Yoo Ri kalau Oh Soo bukan lah orang yang tepat untuk Yoo Ri jadi pastikan untuk memperbaiki hati yang hancur dengan baik. Yoo Ri mengangguk sedih. kakek menguatkan Yoo Ri dengan mengelus pundak Yoo Ri lalu pergi meninggalkan Yoo Ri. Yoo Ri tak bisa menyembunyikan kesedihan nya.


Di Cafe JIn Woo memesankan minuman dan makanan untuk murid murid nya yaitu Soo Jung dan Genk nya. setelah membawakan makanan Jin Woo berniat pergi tapi Soo JUng menghentikan nya mengajak Guru KIm ikut makan bersama nya karena dia sudah memesan empat. sigendut disamping nya menyodok lengan nya karena jatah nya dia 2.



Soo JUng memelototi si gendut lalu bilang ke Guru Kim kalau Guru KIm etelah membayar tidak ikut makan tak enak. akhirnya Jin Woo mau ikut makan bersama tapi dia akan memesan sendiri dulu.


saat makan Guru KIm bertanya bagaimana dengan buku yang dipinjamkan nya kemarin apakah ada kesulitan? semua nya seperti malas mendengar dan memilih makan. Guru Kim memohon agar kelas nya bisa jadi peringkat pertama, dan jika ada kesulitan murid nya bisa bertanya padanya? tak sulitkan untuk menghubunginya?


Si kurus menjawab kalau memang tak sulit menghubungi Guru Kim hanya saja mereka membenci ruang Guru. Si gendut menyahut kalau itu benar dan ruang Guru rasanya menyesakkan dada dan karena itulah mereka berteman, ternyata pemikir hebat memiliki pemikiran yang sama. hahahhaa semua nya jadi tertawa. Guru Kim hanya tak percaya melihat murid murid didepan nya.

"Pak Guru..tangan kakak ku sekarang sudah membaik, aku memberitahumu karena kau tak menanyakan nya hari ini"celoteh Soo Jung pada Guru Kim

"syukurlah"jawab Jin Woo tersenyum

"kakak ku putus dengan pacar nya, ahhh jangan tanya padaku siapa yang mencampakkan siapa? aku tidak bisa memberitahumu itu"ucap Soo JUng membuat Jin Woo terdiam.



Di tempat lain Yoo Ri dan ahjumma keriting sedang bersama, sedang makan juga. ahjumma keriting mengatai kalau ternyata kakek pemilik Cafe itu ternyata derajat nya tinggi juga. Yoo Ri tak mengerti. ahjumma keriting menjelaskan kalau semua orang kaya sama saja pada dasar nya dia memeberikan baju ke Yoo Ri hanya untuk membuang Yoo Ri. tapi Yoo Ri tak percaya karena Yoo Ri sudah mengenal nya sejak awal dan kakek sangat menyukai nya. ahjumma keriting mengeluh Yoo Ri tak mempercayai nya dan ahjumma keriting terus mengatai kakek man Soo memang seperti itu.

"pulanglah sana..."gertak Yoo Ri kesal pada ahjumma keriting.



bukannya marah ahjumma keriting malah makan sambil mengeluh untuk apa dia pulang sementara dia tak memiliki suami yang menunggunya dirumah.
Yoo Ri bertanya dengan sedih apakah pria yang di Cafe mengalami masa yang sulit? sementara Yoo Ri sendiri sangat lemah bahkan sangat merindukan nya, Yoo Ri meminta pendapat ahjumma apakah dia juga mengalami masa yang sulit seperti dirinya?



ahjumma keriting menyuruh Yoo Ri bertanya pada Oh Soo langsung karena itu lah cara satu satunya. tanyakan pada Oh Soo  langsung kapan dia mulai tak menyukaimu dengan begitu kau bisa mengingat hal itu saat kau berkencan dengan pria lain.

"apa kau ingin aku menempel padanya?"tanya Yoo Ri

"kenapa? apakah itu menyakiti harga dirimu?"

"jika hari ini dia mengabaikan ku itu akan menjadi yang ketiga kalinya, dua hari yang lalu dan kemarin, jika hari ini dia mengabaikan ku lagi, aku benar benar tak akan bisa bangkit lagi dari hal semacam ini"jawab Yoo ri menunduk.

ahjumma keriting meyakinkan kalau 3 kali adalah yang terbaik apalagi timun yang tersisa dipiring nya sekarang ada 3 jadi itu meyakinkan agar Yoo Ri melakukan nya hari ini.



Cafe Tutup. tapi Oh Soo ada didalam Cafe untuk membereskan barang barang nya untuk dibawa kerumah mungkin karena Oh Soo memutuskan untuk pergi kejerman jadi dia membereskan barang barang nya. sesaat ponsel nya bergetar sms dari Yoo Ri 'hari ini hari yang berat bagiku,kaki ku gemetaran,aku memakai sepatu hak tinggi dan aku sulit menyeimbangkan langkah ku, aku tahu kalau aku yang terburuk, aku melakukan nya tapi aku akan memberimu kesempatan terakhir, datanglah kemari sekarang juga'



terlihat Yoo Ri benar benar gemetaran sulit melangkah disebuah jembatan yang dulu pernah dilalui nya bersama Oh Soo.


Oh Soo mengingat saat malam ke kembatan itu bersama Yoo Ri. Yoo Ri mengatakan kalau setiap kali dia datang kejembatan ini tiba tiba lututnya terasa dingin. Oh Soo mengingat nya dan langsung bergegas keluar membawa kain.


Yoo Ri terjongkok lemas dijembatan menunggu Oh Soo.


Oh Soo keluar dengan terburu buru. saat hendak masuk mobil, Jin Woo datang mengklakson nya dari dalam mobil. sejenak Oh Soo menatap kain yang dibawa nya.




Yoo Ri yang sudah lemas dan gemetaran mencoba menelepon ahjumma. Yoo Ri meminta ahjumma menjemputnya karena ini sangat suliit bahkan dia sudah tidak kuat dan gemetaran. terlihat disamping nya JIn Woo berlari dengan terengah engah memanggil 'Yoo Ri ah'. Yoo Ri yang mendengar nya malah bercerita ke ahjumma kalau dia mulai berhalusinasi pendengaran.




setelah melirik ke samping ternyata ada JIn Woo, Yoo Ri langsung mengatakan ke ahjumma akan menutup telepon nya dulu. Yoo Ri menatap Jin Woo. sementara Jin Woo langsung menyelimutkan kain yang tadi dibawa oleh Oh Soo. Jin Woo membantu Yoo Ri bangun dan menuntun nya jalan dengan iba.



Didalam mobil JIn Woo memasangkan sabuk pengaman sementara Yoo Ri sudah berkaca kaca.

"apa kau gila? sudah berapa lama kau menunggunya disana?"keluh Jin Woo. Yoo Ri tak menjawab hanya saja dia terisak. Jin Woo tak tega melihat Yoo Ri. dilihat nya lagi Yoo Ri, dan semakin terisak.



"kau tak boleh menangis sekarang, apa karena aku yang datang bukan si brengs*k itu?"tegas Jin Woo

"tidak, aku mengalami kesulitan saat ini dan kaki ku sakit, aku hanya menangis karena semua ini sangat sulit ditangani, aku menangis karena malu menjadi seperti ini didepan mu"jawab Yoo Ri bergetar.



Jin Woo manatap Yoo Ri iba lalu Jin Woo mendekat mengusap air mata Yoo Ri menyuruh nya berhenti menangis karena jika terus seperti ini maka Yoo Ri akan semakin terpuruk.


Yoo Ri bertanya bagaimana Jin Woo tahu kalau dia disini? Jin Woo menjawab dari Soo Jung. tapi seedetik kemudian JIn Woo meralat jika pria itu yang memberitahu Soo Jung. lalu JIn Woo menyuruh Yoo Ri istirahat saja dirumah.


Lanjut Episode 14 PART 3

0 Response to "SINOPSIS Thart Man Oh Soo Episode 14 PART 2"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel