SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 14 PART 1

All Images By : OCN

Di Cafe Tree Oh Soo terus melihati arlojinya dengan cemas. Oh Soo bergumam kenapa Yoo Ri belum datang apakah belum selesai mencuci nya?
Oh Soo kembali membereskan meja meja. sesaat kemudian ahjumma keriting masuk ke Cafe dan langsung takjub melihat keunikan Cafe Tree.


Oh Soo menghampiri dan menyapa ahjumma. ahjumma keriting langsung mengatakan maksudnya datang karena melaporkan mesin otomatis nya rusak. dengan senang hati Oh Soo akan memperbaiki nya. Oh Soo mengambil tas hitam peralatan untuk memperbaiki mesin.

sebelum keluar ahjumma keriting bertanya apakah petugas Seo sudah berhasil menangkap pelaku kejahatan seksual? tentu saja Oh Soo bingung apa maksud ahjumma "menangkap siapa?"tanya Oh Soo

"kau tidak tahu? kami makan jjajangmyun dengan pelaku kejahatan seksual kemarin di rumah petugas Seo, dia bilang akan bertemu dengan nya hari ini makanya aku penasaran apakah berhasil?"ucap ahjumma panjang lebar




terkejut Oh Soo langsung menjatuhkan tas hitam nya dan bergegas lari keluar. sampai diluar kebetulan SOo Jung sedang lewat. Oh Soo bertanya apakah Yoo Ri dirumah? Soo Jung menjawab tidak. lalu Oh Soo bertanya lagi sejak kapan Yoo Ri pergi? Soo Jung menjawab sejak tadi sudah tak ada memang nya kenapa?

Oh Soo tak menjawab malah bergegas lari dengan cepat mencari Yoo Ri.



ahjumma keriting menghampiri Soo Jung sambil bergumam:"dia berlari seperti itu karena khawatir, aku yakin dia pasti bisa menanganinya karena dia seorang polisi"

Soo Jung bingung memang nya apa yang terjadi? apakah terjadi sesuatu dengan kakak nya.


Oh Soo yang mencari cari Yoo Ri sudah menemukan Yoo Ri dan melihat Yoo Ri sedang memukul mukul kepalanya sendiri karena pusing.


tapi Oh Soo langsung terkejut ketika melihat dari arah berlawanan ada motor sedang melaju kencang ke arah Yoo Ri apalagi posisi Yoo Ri ditengah jalan.
Oh Soo langsung berlari ke arah Yoo Ri.


Yoo Ri melihat ada motor menuju kearah nya dan sudah terlalu dekat. Yoo Ri menjatuhkan ponsel nya dan saat motor sudah didepan nya beruntung Oh Soo menarik nya hingga Yoo Ri jatuh menimpa Oh Soo. sementara pelaku yang hendak menabrak Yoo Ri langsung olehg terjatuh karena tak bisa menjaga keseimbangan.



Oh Soo membantu Yoo Ri terbangun. Soo Jung dan ahjumma keriting ternyata juga mengikuti Oh Soo tadinya. Soo JUng menghampiri Yoo Ri dengan panik sementara ahjumma keriting malah shock melihat pelaku tergeletak.



Oh Soo menanyai Yoo Ri apakah tidak apa apa? tapi justru Yoo Ri yang khawatir karena melihat tangan Oh Soo terluka. Oh Soo tak menghiraukan luka nya.


Oh Soo malah mengkhawatirkan Yoo Ri.

"kau tidak pusing lagi kan?"tanya Oh Soo khawatir

Yoo Ri diam kebingungan.

"kau tidak pusing lagi kan?"bentak Oh Soo membuat Yoo Ri sedikit takut mengangguk.



Ahjumma keriting jongkok didepan pelaku dan menggerak gerakkan tubuh pelaku. ahjumma meneriaki pelaku apakah kau mati? tapi ternyata pelaku masih hidup. Cheol Soo berusaha berdiri dan kabur. ahjumma menghalangi nya karena tak bisa kabur begitu saja. Cheol Soo malah mendorong ahjumma hingga tersungkur. Oh Soo mendengar nya langsung berbalik dengan muka yang menakutkan menatap Cheol Soo.



perlahan Oh Soo menghampiri Cheol Soo untuk menghajarnya. berkali kali Cheol Soo berusaha memukul Oh Soo tapi Oh Soo lebih cepat dan lebih kuat dibanding Cheol Soo hingga Cheol Soo jatuh tersungkur. terakhir Oh Soo langsung membanting Cheol Soo hingga Cheol Soo tak bisa bangun lagi.


belum sampai disitu dengan muka geram Oh Soo masih akan meninju Cheol Soo. tapi Yoo Ri menghalangi dan menghentikan nya. barulah disitu Oh Soo berhenti. Oh Soo membuka wajah pelaku dan benar itu adalah Cheol Soo yang biasa mengantar makanan.



bersamaan Polisi datang. Oh Soo dengan muka kesal dan juga lesu memilih pergi lebih dulu. ahjumma keriting terus mengatai Cheol Soo saking geram nya. sementara Soo Jung dengan khawatir menanyai kakak nya apakah kakak nya tidak apa apa? Yoo Ri menenangkan kalau dia tidak apa apa.



malam hari di Cafe Tree. Oh Soo duduk terdiam di kursi memikirkan kejadian hari ini. sementara Yoo Ri kebingungan mau mengobati tangan Oh Soo yang terluka. Yoo Ri bertanya dimana Oh Soo meletakkan obat nya. dengan pelan dan tak bersemangat Oh Soo memberitahu obat nya dibawah laci.



Yoo Ri dengan tak enak mulai mengoleskan salep ke tangan Oh Soo. OH Soo terus menatap Yoo Ri. Yoo Ri dengan tak enak hati meminta maaf sudah berbohong itu dilakukan nya karena tak ingin Oh Soo khawatir dan Yoo Ri beruntung hari ini tak terjadi hal mengerikan kkarena Oh Soo.



dengan masih mengoleskan salep Yoo Ri menggerutu sendiri :"siapa tahu baj*ngan itu menungguku disana, jika aku mendapatkan promosi itu berkatmu"ucap Yoo Ri tersenyum.

Yoo Ri bertanya pasti sangat sakit ya..kemudian Yoo Ri meniupi luka Oh Soo. sementara Oh Soo terus menatap Yoo Ri dalam. Oh Soo terus mengingat saat Yoo Ri pusing di rumah sakit dan pusing tadi ketika ditengah jalan.

"sudahlah"ucap Oh Soo pelan.



Yoo Ri terus meniupi luka Oh Soo:"hati hati jangan sampai basah dulu untuk beberapa hari, minta kakak mu untuk mencuci di Cafe atau aku akan melakukan nya setelah bekerja"

"ayo..kita akhiri saja"ucap Oh Soo membuat Yoo Ri terkejut menatap Oh Soo:"mengakhiri apa?"

"ayo kita putus"tegas Oh Soo pelan.



seketika Yoo Ri berkaca kaca sembari meletakkan tangan Oh Soo pelan. Yoo Ri menegaskan lagi"kau ingin putus? kenapa?"

Oh Soo menunduk lalu menjawab:"karena aku ingin melakukan nya"ucap Oh Soo kemudian beranjak kemeja nya dibelakang meninggalkan Yoo Ri terdiam terpaku sendiri.



Yoo Ri pulang dengan langkah lesu langsung kekamarnya dan duduk dilantai tanpa menyalakan lampu. Yoo Ri masih mencerna ucapan Oh Soo yang tiba tiba meminta putus. Yoo Ri menyadari kalau memang Oh Soo mengkhawatirkan nya tapi dia malah berbohong dan jika dia jadi Oh Soo pasti juga akan mengatakan hal yang sama karena marah.


perlahan Yoo Ri mengambil ponsel nya lalu mengetikkan sms:"maaf aku sudah membuatmu khawatir,aku melakukan nya karena tidak ingin ada korban lain,mengertilah.. tunggu kau pasti tidak mengerti ya? kau bilang kau senang masuk kekehidupan ku,bahkan kau memanggilku 'serangan Seo Yoo Ri' tapi kenapa kau memutuskan ku karena aku berbohong seperti itu? aku tak percaya kau akan membuat keputusan seperti itu?"
Yoo Ri memeluk hape hya berkaca kaca.


Oh Soo keluar dari Cafe dengan langkah malas. Ponsel nya bergetar ada sms dari Yoo Ri yang isi nya:"kau sudah pulang? maaf aku sudah membuat mu khawatir, tolong jangan marah lagi, mari kita bicarakan lagi besok, aku akan datang ke Cafe setelah bekerja"

Oh Soo menatap rumah Yoo Ri lalu dengan yakin langsung mematikan ponsel nya.


kakek dihalaman rumah nya melihati pohon Tua yang sekarang berubah menghitam dan beraura hitam.


lalu kakek mendengar Oh Soo pulang. kakek langsung menghampiri Oh Soo dengan khawatir. Oh Soo langsung meminta kakek nya tidak usah khawatir karena Oh Soo sudah memutuskan Yoo Ri. tanpa berkata lagi Oh soo langsung melangkah masuk kedalam.

"Oh tidak.. apa yang harus kita lakukan?"gumam kakek gelisah.



dikamar nya OH Soo melepas baju nya dan bercermin melihati tanda pohon di dada nya.


pagi nya Yoo Ri masih tertunduk duduk dilantaii yang ternyata dari semalam Yoo Ri belum berpindah. Yoo Ri hanya diam tak bersuara memikirkan semua nya. Soo JUng yang hendak berangkat sekolah masuk menyapa kakak nya. Soo Jung bertanya apakah kakak nya tidak bekerja? apakah kakak terluka?



Yoo Ri hanya menjawab pelan:"jangan sampai terlambat sekolah"

Soo Jung mengangguk mengiyakan lalu meninggalkan kakak nya. diluar kamar Soo Jung membatin khawatir kenapa kakak nya bersedih?


Dikamarnya Oh Soo sudah berpakaian rapi hendak keluar. Ga Na masuk bertanya apakah Oh Soo tidak akan membuka Cafe? Oh Soo tak menjawab tapi Ga Na nampaknya sudah mengerti. lalu Ga Na menceritakan kalau semalam kakek nya sangat khawatir bahkan tidak tidur semalaman. lagi lagi Oh Soo hanya diam.


"diam dirumah saja untuk sementara waktu, jika kau keluar dan melihat wajah nya terus kau akan semakin menderita"pinta Ga Na

"aku akan pulang setelah menemui CEO Nam"jawab Oh Soo

"OK baiklah, ayo kita pergi bersama, aku akan mengantarmu"

"aku akan pergi ke jerman untuk sementara waktu"

"perjalanan bisnis?"tanya Ga Na

"bukan..selama 3 atau 4 tahun setelah aku menyelesaikan proyek ini, jadi berhati hatilah dalam memberitahu kakek agar dia tidak terlalu khawatir"


"Baiklah kalau begitu"terlihat sekali Ga Na seperti susah melepas adik nya tapi bagi Ga Na itu adalah kebaikan untuk Oh Soo jadi Ga Na mengiyakan saja. Ga Na merangkul adik nya lalu mengajak nya keluar.



Yoo Ri sedang istirahat bekerja dan dia sedang makan bersama Polisi Shin dan polisi Kim. YOo Ri hanya diam melahap makanan dengan cepat sampai Polisi Shin menggoda nya kalau sepertinya nafsu makan senior bertambah saat tahu akan dipromosikan. Yoo Ri tak menjawab dan terus melahap makanan nya.


Polisi Kim yang tahu sepertinya Yoo Ri ada masalah bertanya "kau kenapa?"

"Dia ingin putus denganku"ucap Yoo Ri

seketika polisi Shin dan polisi kim berhenti makan dan melongo menatap Yoo Ri.

POlisi Kim:"kau dicampakan lagi?kau belum lama dicampakkan dan sekarang dicampakkan lagi, ini pasti rekor baru, apa sudah ada sebulan kalian berkencan?"

"aku tidak memberitahumu agar kau bisa membuatku marah"balas Yoo Ri

"jadi kenapa kau diputuskan?"tanya Polisi Kim. Yoo Ri menghela nafas.



Di Cafe OH Soo bertemu dengan CEO Nam ditemani Ga Na. keduanya melingkari Oh Soo.CEO Nam melarang Oh Soo untuk pergi ke jerman.


Ga Na disamping nya langsung berteriak keras "kenapa dia tidak boleh pergi? dia bukan pergi keperusahaan lain, dia akan pergi kecabang perusahaan mu di jerman, jadi kenapa kau tidak mengizinkan nya? kau pikir kau siapa? Hah?"



CEO Nam memukul dada Ga Na bahkan memukul dagu nya:"dasar brens*k kenapa kau marah padaku"CEO Nam melototi Ga Na.

"berhenti menyulitkan dia dan berikan dia senyuman dan tiket VIP"ancam Ga Na



CEO Nam memukul Ga Na lagi tentunya dengan bercanda walaupun kelihatan nya serius. lalu CEO Nam menyuruh Oh Soo menatap nya. CEO Nam berkata jika melihat ekspresi Oh Soo kelihatan nya Oh Soo hanya bercanda pergi ke jerman.


Oh Soo minta maaf tapi dia benar benar ingin ke jerman. CEO Nam hanya bisa pasrah lalu mengajak nya keluar. Ga Na mengikuti keduanya dengan terbaatuk batuk karena saking keras nya berteriak tadi.



CEO Nam dan Ga Na keluar naik mobil CEO Nam sementara Oh Soo naik mobilnya sendiri. mereka berhenti disebuah toko. begitu turun CEO Nam langsung menggandeng tangan Oh Soo kedalam dan ketika Ga Na mengikutinya malah di toyor oleh CEO Nam agar sedikit menjauh.



didalam ternyata CEO Nam mengajak Oh Soo untuk membelikan nya jam tangan. Oh Soo tak enak karena dia sudah punya jam tangan dan lagipula jam tangan yang dipakai nya sekarang juga dari CEO Na.


CEO Nam:"aku tahu, itu hadiah dari saat pertama kita mendirikan perusahaan kan? dan kau masih ingat kan apa yang ku katakan padamu? jika kau seorang wanita urusan cinta dan bisnis ku akan terpenuhi, dan aku akan menjadi manusia paling bahagia di dunia"

"astaga..menjijikkan sekali, apa yang kalian lakukan? dan apa kau tahu berapa harga jam itu?"sahut Ga Na

"urusan uang bukan lah yang terpenting untuk saat ini, yang aku butuhkan hanyalah Oh Soo"tegas CEO Nam lalu bertanya pada petugas berapa harga Jam nya.


petugas menjawab 40 juta WOn. Ga Na dan semuanya terlihat Shock mendengar harga nya tapi CEO Nam berusaha terlihat Cool karena baginya saat ini hanyalah Oh Soo yang penting. Oh Soo tak enak mengatakan kalau dia hanya sementara di jerman dan setelah proyek selesai akan pulang.


"aku percaya padamu..tapi aku tidak mempercayai orang lain,setiap kali ada pria datang dan mencoba untuk merayumu pergi lihat saja jam nya,ingat betapa berharga nya jam ini OK"tegas CEO Nam yang tak ingin Oh Soo pindah ke perusahaan lain.

Oh Soo mengangguk lalu CEO Nam membayar menggunakan kartu nya. sekilas Ga Na melirik mupeng dan bertanya apakah CEO Nam juga tak ingin membelikan nya? Ga Na menunjuk sebuah jam yang disukai nya. CEO Nam malah bertanya pada petugas apakah disini ada jam elektronik? petugas menjawab tidak ada. CEO Nam malah lega kalau tidak ada berarti tak perlu membelikan Ga Na. Ga Na berekspresi kesal.

"pergilah dan warnai rambutmu dengan warna lain brengs*k"ledek CEO Nam pada Ga Na.



sampai diluar CEO Nam menuntun Oh Soo dengan hati hati lalu memberikan jam nya. CEO Nam mengingatkan agar Oh Soo selalu mengingat pesan nya. Oh Soo tersenyum pasti akan memakai jam nya. Ga Na hanya bisa melengos melihat keduanya.



Oh Soo hendak pulang dengan mobil nya disusul Ga Na. tapi CEO Nam malah memanggil Ga Na agar ikut mobil nya. Ga Na mengiyakan saja. setelah mobil Oh Soo menjauh Ga Na bertanya apakah ada yang ingin dikatakan CEO Nam. ternyata CEO Nam menyuruh Ga Na menghubungi CHerry dan bertanya dimana sekarang. Ga Na bertanya apakah ponsel CEO Nam ketinggalan? CEO Nam mengangguk.


Ga Na mulai menelepon Cherry:"ahhh Cherry..sudah lama ya? dimana kau sekarang? benarkah? ahh tidak aku berencana mengajak mu makan siang jika didekat sini, tapi cukup jauh juga ya..baiklah lain kali saja ya"

setelah Ga Na menutup telepon nya CEO Nam buru buru menanyakan dimana Cherry. Ga Na menggerutu apakah kalian sedang main petak umpet? CEO Nam bertanya lagi memang nya dimana? Ga Na menunjuk ke arah Cafe yang tak jauh dari mereka.


"ayo pergi"ucap CEO Nam sambil berlari kemobilnya

"pergi kemana?"tanya Ga Na bingung

"aku bilang pergi.. sialan"sahut CEO Nam masuk kemobil dan langsung melajukan mobil nya.

"Heii brengs*k..kau menipuku atau apa? kepar*t, aku tak punya ongkos naik Bus"teriak Ga Na yang ditinggal CEO Nam (hahahah konyol)



CEO Nam pergi ke Cafe mencari Cherry tapi ternyata Cherry sedang kencan buta dengan seorang pria. CEO Nam mencari posisi yang dekat dengan meja Cherry. sambil menutupi wajah nya dengan buku menu CEO Nam senyum senyum karena wajah nya lebih jelek dari dirinya.



Cherry menanyai pria itu apa kesan nya tentang Cherry kan sudah 5 kali bertemu. Pria itu menjawab sangat tertarik pada Cherry. Cherry tersenyum apakah pria itu siap kalau langsung menikah dan punya anak? pria itu sependapat dengan Cherry karena dia juga ingin cepat berkeluarga dan memiliki anak.


lalu Cherry mengungkapkan kalau setelah memiliki anak dan pemulihan habis melahirkan dia akan melakukan pengangkatan rahim dan payudara bagiamana tentang itu? pria itu langsung kaget bertanya kenapa? Cherry menjelaskan kalau dalam keluarga ibunya ada riwayat memiliki kanker payudara jadi Cherry tak ingin anak nya tumbuh tanpa seorang ibu.

mendengar semua itu pria itu langsung mundur ketakutan mengatakan tak jodoh dengan Cherry karena dia tak bisa membayangkan anak nya tak memiliki ibu.

"baiklah..tidak apa apa"jawab Cherry tersenyum.


pria itu langsung pergi. dan setelah pria itu pergi CEO Nam langsung menghampiri Cherry sambil teriak teriak mengatai pria mana yang berani mengencani cherry nya.


Cherry meminta CEO Nam bereaksi berlebihan karena katanya CEO Nam akan mengizinkan nya kencan buta. dari pada terus teriak teriak mending membelikan nya makanan. CEO nam tersenyum menyetujui nya.


Lanjut Episode 14 Part 2

2 Responses to "SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 14 PART 1"

  1. Ditunggu kelanjutannya,sampe bolak balik buka blog ini ��

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel