SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 16 PART 1

All Images By : OCN


Kakek pulang dari perjalanan nya dan langsung ke Cafe. kebetulan Ga Na yang menjaga Cafe. kakek bertanya dimana Oh Soo? belum berangkat kan? Ga Na menjawab kalau sebentar lagi pasti pulang karena koper nya masih dirumah dan penerbangan nya nanti malam.

lalu Ga Na memijit mijit kaki kakek lalu bertanya bagaimana dengan hal yang diurus kakek? kakek menghela nafas lelah dan mengeluh karena sepertinya dia pulang tanpa membawa hasil. Ga Na menenangkan kakek nya dengan meminta nya untuk jangan pergi kemana mana lagi karena rumah berantakan sekali kalau tidak ada kakek. kakek sedikit tersanjung tapi sesaat kemudian Ga Na melanjutkan kalau rumah berantakan karena piring menumpuk di wastafel dan cucian sampai bau di mesin cuci.


Kakek kesal bercanda hendak memukul Ga Na tapi Ga Na bisa menghindar.





sesaat ponsel kakek berdering dari seseorang memberitahu kalau sudah mengirimkan paket. dengan masih tersambung kakek bertanya apakah Ga Na menerima paket? Ga Na menggeleng. lalu kakek mengatakan akan mengecek nya dulu.


Ga Na yang baru ngeh langsung bersemangat melepas celemek nya. Ga Na bertanya apakah mereka menemukan buku nya? dan kalau begitu bagus Oh Soo tak usah pergi ke jerman. Kakek menjawab kalau masih harus mengecek nya. dan Ga Na mengikuti kakek nya.


dibawah pohon Tua beraura hitam Oh Soo terus menatap nya. dan perlahan Oh Soo mengunduh serbuk sari hitam dan dimasukkan nya kedalam botol yang dibawa nya.




Dirumah nya Yoo Ri dan Soo Jung sedang berkemas. Soo JUng mengeluh pada kakak nya kenapa harus pindah kan ini bukan pertama kalinya kakak dicampakkan? lagian dulu saat pindah kesini kakak nya sendiri yang bilang sulit menemukan rumah dengan kualitas bagus seperti ini dengan harga murah. Yoo Ri menyuruh Soo Jung diam dan membereskan saja pekerjaan nya.


Soo JUng mengatai kakak nya menjengkelkan. Yoo Ri membalas kenapa Soo Jung begitu kesal seperti itu? Soo Jung mengeluh kalau rumah baru nya katanya hanya ada satu kamar padahal dia tahun depan akan kelas 3 jika dia stress maka akan mempengaruhi ujian masuk kuliah nya. Yoo Ri menyuruh Soo Jung diam saja. dan meminta selotip. sesat kepala Yoo Ri pusing. agar Soo Jung tak mengetahui nya Yoo Ri naik ke kamar nya.



dikamar nya Yoo Ri sekilas melihat jimat yang diberikan oleh dukun waktu itu. Yoo Ri mengingat kata dukun mungkin suatu saat jimat itu akan menguntungkan bagi Yoo Ri. Yoo Ri bercanda akan membawa serta jimat itu ketika pindah karena mungkin saja bisa jadi tisu toilet.



sejenak Yoo Ri bertanya tanya apakah Oh Soo sudah berangkat? dan penasaran apakah dia baik baik saja? lalu Yoo Ri lanjut berkemas lagi. tapi lagi lagi kepalanya terasa pusing. karena tak tertahan kan Yoo Ri terduduk diranjang.


Oh Soo ke Cafe Tree saat Cafe baru saja di tutup oleh kakek dan Ga Na. didalam Oh Soo merogoh botol serbuk hitam nya lalu menaruh nya dimeja.



kakek mencari cari buku yang dipaket kan diperpustakaan nya tapi tak menemukan nya. sesaat Ga Na masuk. Ga Na mengatakan kalau sudah mengecek di pintu masuk tapi tak ada. apakah kakek yakin Oh Soo menerimanya? kakek menyuruh Ga Na menelepon Oh Soo. tapi Ga Na menjawab sudah menghubungi Oh Soo berkali kali. tak habis fikir Ga Na menelepon Yoo Ri. setelah tersambung Ga Na langsung bertanya apakah Yoo Ri bertemu dengan Oh Soo?



dengan sedikit pusing Yoo Ri malah balik bertanya apakah Oh Soo belum berangkat? kita berpisah sejak semalam dan setelah itu tak menghubungi Oh Soo lagi. apakah terjadi sesuatu? tanya Yoo Ri.

Ga Na yang tak ingin membuat Yoo Ri khawatir menjawab tak ada apa apa dan nanti akan menghubungi Yoo Ri lagi.

setelah menutup telepon nya Yoo Ri berfikir apakah terjadi sesuatu pada Oh Soo?


Oh Soo di Cafe mengeluarkan secarik kertas lalu menyelipkan disamping kotak serbuk dibawah meja.


Yoo Ri hendak menelepon Oh Soo tapi kepala nya pusing tak tertahan kan dan terlihat bayangan bunga pohon.



Oh Soo menuangkan serbuk hitam ke kopinya perlahan lalu meminum nya dengan mantap.


bersamaan saat Oh Soo meminum habis kopinya. Yoo Ri ambruk ke ranjang karena pusing dan tak sadarkan diri.



kakek melihati pohon Tua dan sepertinya kakek merasakan perubahan pada pohon itu. sementara Ga Na yang sedari tadi mencari cari buku akhirnya menemukan buku itu di rak nya Oh Soo. Ga Na langsung bergegas memberitahu kakek nya.


Ga Na berlari ke halaman dan langsung terkejut melihat pohon beraura hitam pekat lebih pekat dari biasanya. Ga Na berteriak panik "kenapa pohon itu?"


kakek langsung mengambil buku ditangan Ga Na dan membacanya. namun saat panik membuka buka halaman buku. Oh Soo masuk dengan langkah terhuyung mata menyipit setengah sadar.


Ga Na panik bertanya "Oh Soo..kau kenapa?". Oh Soo langsung ambruk dan Ga Na juga kakek langsung menangkap nya. kakek dan Ga Na sama sama berteriak memanggil manggil nama Oh Soo.


Soo JUng menghampiri kakak nya dikamar yang sedang tak sadarkan diri. Soo Jung menggoyang goyangkan tubuh kakak nya meminta makan karena dia lapar. tapi sedikitpun Yoo Ri tak bergerak. Soo Jung tak menaruh curiga dan menyuruh kakak nya tidur saja.


Dikamar nya Oh Soo terbaring tak sadarkan diri dengan ditunggui kakek. sementara Ga Na disamping nya juga sedang sibuk membaca buku tua yang ditemukan tadi. Ga Na dengan panik bertanya pada kakek apakah gak sebaik nya membawa Oh Soo kerumah sakit? kakek menjawab kalau permasalahan ini tidak bisa diselesaikan dengan membawa nya kerumah sakit.


lalu Ga Na bertanya lagi bagaimana kalau Oh Soo tak bangun lagi? kakek menghela nafas menjawab pohon itu hidup kembali jadi kita lihat saja dulu. terlihat pohon memang kembali segar yang terlihat dari jendela kamar Oh Soo.


Ga Na membuka buka lagi halaman buku dan membaca kalau nenek nya juga minum serbuk sari apakah kakek tidak tahu?? kakek mengira istrinya meninggal karena sakit ternyata karena pohon itu astaga.. keluh kakek.


"tapi kek.. kenapa ayah tidak melakukan seperti apa yang dikatakan pada buku, jika dia melakukan nya pasti sekarang dia masih hidup"tanya Ga Na penasaran

"aku menduga pasti ayah mu menganggap tidak ada yang tahu apa yang menanti mereka di ujung jalan yang belum ditelusuri, tapi aku yakin dia meninggalkan informasi pada Oh Soo"jelas kakek sambil menatap Oh Soo yang terbaring tak sadarkan diri.

lalu kakek menyuruh Ga Na menghubungi Yoo Ri agar tak khawatir. Ga Na mengangguk angguk.



Keesokan nya Ga Na berjalan hendak masuk ke Cafe. bertepatan CEO Nam datang. CEO Nam bertanya ke Ga Na apakah Oh Soo didalam? kenapa dia tak mengangkat telepon. Ga Na tersenyum memaksa lalu menyuruh CEO Nam masuk dulu.


CEO Nam:"jadi Oh Soo tak bisa pergi ke Jerman karena seorang wanita?"tanya CEO Nam yang duduk di depan meja bartender.

Ga Na mengiyakan dengan tanpa menatap CEO Nam.

"kau bilang tadi karena sakit"sahut CEO NAm kesal sambil hendak memukul Ga Na tapi Ga Na langsung mengelak.

Ga Na frustasi karena ini sulit dijelaskan. yang terpenting maksud Ga Na adalah Oh Soo tak bisa pergi ke jerman jadi Ga Na meminta CEO Nam untuk mengurus nya. CEO nam tak percaya dan akan melihatnya sendiri. CEO Nam mengajak Ga Na menemui Oh Soo.


Ga Na menyuruh CEO Nam duduk saja dan akan membuatkan nya kopi karena jika Oh Soo bisa menemui CEO Nam maka dia pasti akan menemui nya sendiri. akhirnya mau tak mau CEO Nam menunggu dan lagi CEO Nam tak mempercayai Ga Na karena OH soo bukan tipe orang yang sakit karena wanita.
bahkan CEO Nam hendak memukul Ga Na lagi menyuruh nya menyampaikan ke Oh Soo kalau Cinta itu sangat lemah.


Ga Na menyuruh CEO Nam mendengarkan karena dia akan menceritakan sesuatu pada CEO Nam.
"ini sebuah pohon yang lahir karena sebuah cinta..dulu ada pasangan yang bersedia sehidup semati,mereka sangat miskin hingga sulit sekali mendapat makanan tapi mereka cukup bahagia karena saling memiliki, tapi istrinya sakit, suaminya membeku karena ketakutan akan kehilangan istrinya, lalu dia mengetahui kalau putra hakim dikota itu sedang mencari penerima hukuman pengganti"

"apa hukuman nya?"tanya CEO Nam


"harus dipukuli dan mendapat bayaran akan hal itu, bagaimanapun pria itu yang dibawa bukan putra hakim, tapi sayang nya akhirnya dia dijebak untuk kejahatan orang lain juga, dan mendapat hukuman mati"

"lalu?"tanya CEO Nam lagi

"istrinya mengetahuinya dan menemui putra hakim untuk lalu memohon agar menyelamatkan suaminya, tapi..hakim itu mempermainkan nya agar putra nya tidak dihukum, dan wanita itu tidak punya pilihan lain selain melihat suaminya harus dipenggal dan mati"

"jadi apa yang terjadi pada istrinya?? apakah dia menjadi lebih baik?"

Ga Na menggeleng lalu mengatakan kalau istrinya menemui hakim dan memaki hakim itu lalu bunuh diri disana. CEO Nam menebak pasti istrinya itu menyusul suaminya ke akhirat.


"Dan tiba tiba.. sebuah pohon muncul ditempat wanita itu meninggal, sejak saat itu hakim dan keturunan nya dikutuk dan mereka tak punya pilihan lain selain melindungi pohon itu dan menyaksikan seseorang yang mereka cintai mati"

Ga Na bertanya lagi apakah benar cinta adalah hal yang tak berguna didunia? dan apa cinta benar benar lemah? karena awal cerita yang benar terletak pada keluarga yang dikutuk untuk melihat orang yang mereka cintai meninggal selama 500 tahun terakhir.


Terlihat Oh Soo masih terbaring tak sadarkan diri begitupun juga Yoo Ri.


kakek senyum senyum melihati pohon yang kembali hidup dan memancarkan aura warna warni pada bunga bunga yang berbeda. namun sesaat pOhon menjadi gelap lagi. Kakek langsung berteriak memanggil Oh Soo dan bergegas masuk kekamar Oh Soo.



entah apa yang terjadi kakek langsung menggoyang goyangkan tubuh Oh Soo sambil memanggil manggil nama Oh Soo. dan Oh Soo tak tergerak sama sekali. kakek menangis histeris memanggil nama Oh Soo.


namun ada satu bunga pohon yang berwarna pink. dan Yoo Ri langsung terbangun. begitu tersadar Yoo Ri langsung menelepon Oh Soo. tapi tak ada jawaban. Yoo Ri nampak berfikir sejenak dengan apa yang baru dialami nya.




Ga Na keluar dari Cafe bersama CEO Nam. Ga Na bertanya CEO Nam mau kemana? CEO Nam tak menjawab. tapi Ga Na seakan tahu CEO Nam mau kemana. Ga Na memberi saran kepada CEO Nam agar berhenti memikirkan cara untuk jujur tanpa menyakitinya, akhiri seperti pengecut atau jujur dan putus dengan nya? hasilnya tetap sama jadi pilih salah satu yang tak akan membuat CEO nam menyesal.


"mudah bagimu mengatakan nya karena ini bukan urusan mu"

"benar karena sangat khawatir semua orang menganggapmu bodoh"tegas Ga Na menepuk pundak CEO Nam lalu pergi.

seperginya Ga Na, CEO nam mengatai Ga Na sangat menyebalkan tapi dia menyadari kalau yang dikatakan Ga Na semuanya benar juga.


sesaat kemudian CEO Nam bertemu dengan Cherry ditaman. keduanya minum kopi bersama. CEO nam mencandai Cherry pasti sekarang menyesal setelah kemarin membabi buta seperti itu? Cherry tersenyum kenapa harus menyesal kan dia yang mencampakkan Ji Seok.

CEO Nam menceritakan dulu waktu kecil usianya sekitar 9 tahunan pernah mengajak adik nya jalan jalan persis seperti ditaman ini, kala itu adik nya autis. CEO Nam sangat membencinya dan keluarga nya sangat miskin jadi CEO Nam ingin adik nya pergi dengan cara menyuruh nya duduk dikursi dan CEO Nam bersembunyi sambil memperhatikan nya. CEO nam berfikir pasti adik nya akan berkeliaran dan hilang tapi tak disangka adiknya tetap menunggu sampai malam.


"lalu apa yang terjadi?"tanya Cherry Penasaran.

"aku kencing dicelana karena bersembunyi menunggu nya, dan hari mulai gelap jadi aku menggenggam tangan nya dan mengajak nya pulang lagi, dia pipis juga dicelana dan ibuku sangat marah padaku karena itu"imbuh CEO Nam tertawa diikuti Cherry juga.


saat keheningan CEO Nam mengatakan kalau dia tak akan melepaskan adik nya lagi. CEO Nam meminta maaf. Cherry sedikit mengangguk.

CEO Nam:"hei..aku yang mencampakkan mu, aku yang salah jadi kau bisa tidur nyenyak setiap malam"

"Astaga..kau yang membuat kehebohan seperti itu, aku tidak pernah menyuruhmu meninggalkan adikmu, dan ini pertama kalinya kau menceritakan nya"keluh Cherry

"maksudku akan lebih baik jika kau mengetahui alasan nya"

"berhenti bertindak tinggi dan kuat"ucap Cherry membuat CEO Nam terdiam terharu.

lalu Cherry berterimakasih CEO Nam sudah menceritakan tentang adik nya. lalu Cherry mengajak CEO Nam jalan jalan kan cuaca nya cerah.


Malam hari..seperti biasa Yoo Ri menyeret koper hendak memberi makan kucing liar. sebelumnya Yoo Ri menghampiri kandang Kucing yang didekat mesin penjual otomatis. Yoo Ri menyiapkan makanan kucing yang sudah disediakan oleh Oh Soo. setelah itu Yoo Ri hendak pergi namun pandangan Yoo Ri terus tertuju  pada Cafe Tree yang sekarang tutup dan gelap.



Yoo Ri menghela nafas bergumam belum juga mendapat kabar dari nya apakah dia sampai jerman dengan selamat? lalu Yoo Ri duduk dibangku sebelah nya kandang kucing sambil melamun.


sesaat ponselnya bergetar dari Ga Na. Yoo Ri mengangkat nya Ga Na bertanya apakah Yoo Ri baik baik saja? Yoo Ri malah balik bertanya kabar tentang Oh Soo apakah Oh Soo baik baik saja?

"tentu saja, dia pergi ke jerman"

"Oh jadi dia sudah pergi"

"Ya dia menghubungiku dan bilang sudah mendarat dengan selamat, dia bisa merawat dirinya sendiri jadi jangan terlalu khawatir"

"aku tidak khawatir..baguslah kalau dia sudah sampai dengan selamat"jawab Yoo Ri berkaca kaca.


Yoo Ri tak bisa menahan air matanya lagi dan terus teringat akan kenangan kenangan nya bersama Oh Soo.


Lanjut Part 2

0 Response to "SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 16 PART 1"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel