SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 16 PART 2

All Images By : OCN


- 3 Tahun Kemudian -

Kini Yoo Ri sedang berjalan dengan senyum sumringah mengenakan seragam polisi. Soo Jung dari belakang menyusul kakak nya dan menggandeng tangan kakak nya. Kini Soo JUng sudah kuliah. Soo Jung bertanya haruskah dia libur dan ikut pergi bersama kakak nya? Yoo Ri membentak nya menyuruh Soo JUng berhenti main main. karena hari ini bukan masalah yang besar jadi Soo Jung tak perlu libur.


"kenapa tidak, kau dipromosikan bahkan belum setahun kau mendapat promosi khusus, aku menyombongkan hal itu pada teman teman ku"ucap Soo JUng sambil terus menggandeng tangan kakak nya.

"Ohhh terimakasih adikku"canda Yoo Ri menatap adiknya tersenyum.


Soo JUng meminta ditraktir hari ini. dan Yoo Ri siap akan mentraktir Soo Jung apapun yang diminta Soo Jung. keduanya jalan bersama dengan senyum bahagia.


Dirumah kakek sedang menyemprot tanaman tanaman di pot nya. dan terlihat Ga Na sedang tertidur dikursi samping kakek. Ga Na terbangun dengan malas mengeluh tak percaya bisa tidur mendadak seperti ini. kakek mengatai Ga Na bukan tidur mendadak tapi Ga Na sudah tertidur disitu sejak semalam. Ga Na masih mengeluh tak mempercayai nya.


lalu Ga Na melihati berkas nya lagi yang mungkin dibaca nya dari semalam hingga tertidur. Ga Na menggerutu bagaimana dia bisa menulis sesuatu sepanjang dan membosankan seperti ini.

"kau tidak apa apa lesu seperti itu saat kau harus pergi bulan depan?"

"apa aku harus menulis agar aku bisa membantu pasien yang insomnia?"gerutu Ga Na lagi sambil membaca


kakek menegaskan kalau ini yang terakhir kalinya kakek berinvestasi pada Ga Na. Ga Na langsung protes bagaimana Ga Na bisa menerbitkan tulisan nya kalau kakek tak mau berinvestasi. kakek mengeluh kenapa Ga Na melakukan pekerjaan yang tak cocok dengan Ga Na.

"apa.. kakek lupa aku kuliah jurusan sastra korea? aku menggunakan gelarku disini"ucap Ga Na




kakek menyuruh Ga Na segera tersadar. lalu Ga Na memetik jarinya seperti mempunyai ide. Ga Na bertanya apakah kakek nya mau memberikan Cafe Tree itu padanya? karena dari pada Cafe tidak digunakan Ga Na berniat menjadikan Cafe tree menjadi Cafe buku dan memberikan buku buku pada pelanggan.

"Tidak..jangan melakukan apapun pada Cafe itu"ucap kakek keras dan cepat.

Ga Na teriak teriak kenapa tidak boleh apa kakek tahu berapa harga tanah nya disana lagipula kakek kan sudah tak menjalankan bisnis disana? kenapa kenapa kenapa?? kakek langsung menyemprot muka Ga Na dengan air semprotan tanaman karena Ga Na terus bawel.


kakek langsung pergi menyuruh Ga Na melanjutkan menyiram tanaman. Ga Na teriak teriak kenapa kakek nya selalu begitu kenapa kakek nya tak pernah bisa akur dengan nya. kakek sama sekali tak mendengarkan Ga Na.


Yoo Ri baru saja keluar dari gedung kantor polisi dengan membawa sebucket bunga. dan JIn Woo sudah menunggu nya di depan. Yoo Ri sangat terkejut melihat Jin Woo datang.

"Woow..kau sangat keren Seo Yoo Ri"ucap Jin Woo tersenyum sambil hormat pada Yoo Ri.

"tentu saja"jawab Yoo Ri asal.

lalu JIn Woo mengajak Yoo Ri untuk masuk kemobilnya.



didalam mobil karena Yoo Ri sudah memegang bunga Jin Woo mengeluarkan hadiah untuk Yoo Ri. sambil membuka nya Yoo Ri bertanya apa ini? Jin Woo menjawab sepatu lari karena dia melihat sepatu Yoo Ri sudah jelek. Yoo Ri tersenyum memuji Kim Jin Woo selalu melakukan hal hal keren untuk nya. Jin Woo malah membanggakan diri kalau dia sudah keren sejak lahir. Yoo Ri tersenyum mendengar kenarsisan Jin Woo. Yoo Ri mengajak jin Woo pulang dulu karena mau ganti baju.



CEO Nam sedang bermain ditaman bersama Cherry dan anak kecil.


Yoo Ri dan JIn Woo sedang makan di pinggiran jalan. Jin Woo menatap Yoo Ri sebal karena tadi bukankah menyuruh Yoo Ri mentraktir ditempat yang bagus kenapa disini. Yoo Ri melahap makanan nya sambil bilang kalau dia lagi ingin makan belut.


"berhenti menatap ku seperti itu dan makanlah"ucap Yoo Ri menyuapi Jin Woo dan Jin Woo menerimanya juga.


Yoo Ri menggerutu pasti besok Jin Woo akan mengajak nya kesini lagi. Yoo Ri meneguk Soju dan bergidik. Jin Woo menertawai Yoo Ri. Yoo Ri bertanya kenapa Jin Woo tertawa? Jin Woo tertawa karena ini sangat lucu mana ada petugas polisi dipromosikan malah minum ditempat seperti ini. Yoo Ri balik mengomeli Jin Woo apakah tidak melihat dirinya. seorang guru malah minum ditempat seperti ini dengan polisi.

"Hei..Hei..aku pulang lebih awal karena tidak ada kelas sore, jangan mengada ngada"bantah Jin Woo sambil menuang soju lagi. dan keduanya bersulang.



Diparkiran taman sungai Han terlihat ada mobil mewah. nampak mobil itu bergoyang goyang dari luar. ternyata didalam nya Ga Na dengan Hyo Jin. Hyo Jin terus menatap ponsel nya. sementara Ga Na gelinjangan tak jelas sampai mobil nya goyang goyang.


Hyo JIn menyuruh nya diam. memang nya apa yang dilakukan Ga Na? Ga Na kesal karena Hyo Jin sendiri yang meminta nya bertemu tapi Hyo Jin sama sekali tak melihatnya dan malah asyik main ponsel.


Hyo JIn malah menyuruh Ga Na membaca buku yang katanya belum sempat dibaca. Ga Na protes bagaimana dia bisa membaca kalau ada Hyo Jin disamping nya. Hyo Jin hanya tersenyum.


lalu Ga Na mengatakan bukankah jika seseorang pergi ke taman sungai Han setidak nya melakukan satu dari dua hal. Hyo JIn bertanya dua hal apa?
Ga Na menjawab pertama bergandengan tangan dan berjalan tanpa arah tujuan. kedua menjadikan sungai Han sebagai latar belakang dan... Ga Na langsung mendekat ke Hyo Jin sambil memonyongkan bibir nya.namun Hyo Jin langsung menutup bibir Ga Na sampai menjauh. Ga Na sebal akhirnya Hyo Jin mengajaknya keluar untuk jalan jalan.


diluar mobil Ga Na melihat Hyo Jin memakai sepatu hak tinggi. Ga Na protes apakah Hyo Jin mau jalan dengan sepatu seperti itu? HYo Jin mengatakan kalau sepatunya ada di bagasi dan menyuruh Ga Na mengambilkan nya.


saat dibuka Ga Na langsung melongo kaget ternyata isi Bagasi Hyo Jin buku dalam jumlah yang banyak sekali. Ga Na melihat nya dan bertanya bukan kah itu semua buku yang diterbitkan oleh nya. Hyo Jin tak enak beralasan membeli semua buku itu bukan karena kasihan pada Ga Na tapi Hyo Jin tak ingin harga diri Ga Na terluka dan bukunya juga bagus.


Ga Na malah menganggap semua ini seperti Hyo Jin sedang melamarnya.

"apa?"tanya Hyo Jin tak mengerti.


dengan Gaya kemayu Ga Na mengatakan tak bisa menolak ajakan menikah dari Hyo Jin. Hyo Jin bingung dan mengatakan kalau tadi sudah bilang dia membeli buku karena bukunya bagus. Ga Na malah mengulurkan jarinya dengan kemayu meminta dimana cincin lamaran nya? Hyo Jin menyuruh Ga Na berhenti bertindak berlebihan. Ga Na protes apakah Hyo Jin tak punya? Hyo Jin mendesis tersenyum.


"baiklah..sepertinya aku harus bertindak seperti orang yang memberikan cincin"ucap Ga Na sambil mengeluarkan cincin.

Hyo Jin seakan speechless bertanya ini apa?



"apa lagi..menikahlah dengan ku"ucap Ga Na sambil menari nari tak jelas. Hyo Jin menyuruh nya berhenti karena menggelikan. Ga Na tak mau berhenti sebelum Hyo Jin menjawab Ya. Ga Na terus menari sampai akhirnya Hyo Jin mau menikah dengan Ga Na. disitu barulah Ga Na berhenti dan berterimakasih pada Hyo Jin. Ga Na mencium pipi Hyo Jin. dan keduanya saling tersenyum. Ga Na perlahan mengelus rambut Hyo Jin tapi sesaat langsung menoyornya keras. Hyo Jin kaget dan protes langsung mengejar Ga Na. dan keduanya lari larian mengitari mobil.



Yoo Ri dan Jin Woo masih minum bersama. saat hening Yoo Ri menyuruh Jin Woo menghentikan semuanya. Jin Woo bingung memang nya apa yang harus dihentikan? Yoo Ri meminta Jin Woo berhenti mengkhawatirkan hidupnya dan kenapa Jin Woo terus mengulurkan hidup nya demi dia.


dengan nada biasa saja Jin Woo menjelaskan :"kau harus sadar,aku menjalaninya dengan ikhlas,kau pikir aku bermain main saat seseorang yang kusukai hidup seperti ini"

"apa maksudmu? aku mendapat promosi khusus hari ini, bagaimana mungkin aku menjalani kehidupan yang lebih baik dari pada ini"

"lupakan pria itu.."ucap Jin Woo sambil menuangkan Soju lagi.

"apa ini, kau tak pernah membicarakan nya sebelum nya"

"Ya itu karena aku tak mengira kalau kau akan menderita begitu lama"jawab Jin Woo


Yoo Ri protes apakah Soo Jung masih sering melapor pada Jin Woo. Yoo Ri menggerutu kalau musuh nya ada dimana mana. dikantor Sersan Kim selalu mengganggunya sementara Nyonya Min Sook dan Hae Sook selalu memanggilnya tiap malam untuk membelikan nya kopi dari mesin penjual.
dan sekarang kau juga.

Jin Woo malah mencandai dengan menyuruh Yoo Ri merangkak keluar dari sumur.


seseorang yang masih terlihat kaki nya sedang berjalan perlahan menyusuri jalanan diarea perumahan depan Cafe Tree. orang itu Oh Soo sedang berjalan dengan membawa secarik kertas nampaknya mencari cari alamat. dan dia nampak mengingat ingat jalanan sambil melihati ke berbagai arah.


Oh Soo masuk kedalam Cafe yang sudah lama tak terpakai itu. Oh Soo celingukan melihati meja meja yang tertutup kain. sesaat Ponsel Oh Soo berdering dari CEO Nam.


CEO Nam:"kau sudah balik ke korea?"

"Ya"jawab Oh Soo

"kenapa kau tak memberitahuku, dimana kau sekarang?"

"di Cafe"

"baiklah aku akan kesana"

"tunggu..aku pernah kencan sebelum nya?"

"Kencan? kau tidak mengenal siapapun dikorea"jelas CEO Nam

"wanita itu..aku ingin menemuinya nanti kuhubungi lagi"ucap Oh Soo sembari menutup panggilan nya.



Saat hendak melangkah Oh Soo tak sengaja menendang kaleng bekas minuman. Oh Soo memungutnya dan nampak berfikir.


Yoo Ri dan Jin Woo sudah selesai makan. Jin Woo mengajak nya makan ronde kedua lagi. Yoo Ri menolak nya lain kali saja karena dia mau pergi kesuatu tempat. saat hendak membayar Jin Woo merogoh dompetnya tapi Yoo Ri segera melarang nya karena hari ini dia yang traktir. JIn Woo mengiyakan saja.


saat mengulurkan uang nya tanpa sengaja uang nya terselip jimat dari dukun waktu itu. Jin Woo melihatnya bertanya apa itu? Yoo Ri menjelaskan kalau itu dari dukun katanya akan berguna saat waktunya tiba jadi Yoo Ri selalu membawanya. tapi Yoo Ri selalu jengkel karena selalu bercampur dengan uang nya.



Saat melangkah pergi Yoo Ri dan Jin Woo tak menyadari ada Oh Soo sedang berjalan dibelakang nya. dan Oh Soo berjalan jalan lalu mengambil jalan yang berbelok sehingga ketiganya tak berpapasan.


ditaman CEo Nam masih bersama Cherry dan anak Cherry (aku kira tadi anaknya CEO Nam dan Cherry).
CEO Nam bertanya jam berapa Cherry kepengadilan? Cherry menjawab kalau hanya pengacara yang datang. CEO Nam mengeluh bagaimana bisa perceraian diselesaikan dalam setahun.

Cherry memberi saran ke CEO Nam nanti ketika bercerai jangan lupa untuk mengurus harta gono gini karena itu sangat menyebalkan. CEO Nam balik protes bagaimana bisa Cherry mengatakan seperti itu pada bujangan yang belum menikah sama sekali. Cherry hanya menegaskan kalau CEO nam harus tahu itu. dan keduanya kembali bermain dengan anak Cherry.


Oh Soo bertemu dengan Hyo JIn di Cafe.

"jadi kita tidak berkencan?"tanya Oh Soo

sambil menyeruput minuman nya Hyo Jin menjawab terakhir kali Oh Soo bicara dengan nya ditelepon Oh Soo mengatakan tidak mau berkencan. OH Soo mengatakan kalau dia sangat terkejut saat mengetahui ternyata tak berkencan padahal di artikel dia membaca kalau berkencan dengan Hyo Jin. tapi Oh Soo mengatakan saat bertemu dengan Hyo Jin seperti mengingat sesuatu.

"jadi bagaimana perasaan mu saat bertemu langsung?"tanya Hyo Jin

"entahlah"jawab Oh Soo kemudian berdiri berterimakasih lalu melangkah pergi.



Hyo Jin menghentikan nya. Hyo JIn mengatakan kalau Oh Soo dulu melukai harga dirinya tapi berkat Oh Soo dia mendapatkan banyak uang dan berkat Oh Soo juga Hyo Jin bersyukur untuk beberapa alasan. lalu Hyo Jin menyuruh Oh Soo mencari seseorang bernama Seo Yoo Ri.

"Seo Yoo Ri"gumam Oh Soo bingung.



benar saja Oh Soo di Cafe sedang browsing dengan ponselnya mencari nama Seo Yoo Ri. tapi yang muncul beberapa wanita yang sama sekali tak ada hubungan nya dengan nya.



sesaat CEO nam masuk. CEO Nam protes kenapa Oh Soo disini sedangkan kantor disibukkan dengan proyek baru. Oh Soo menjawab kalau dia akan kembali besok maka nya dia ke Cafe sebelum sibuk proyek baru.


CEO nam protes lagi kenapa Oh Soo menemui Direktur Han (hyo JIn) padahal sudah dibilang Oh Soo tak memiliki hubungan dengan Direktur Han kenapa tak mempercayainya.

"karena kakek Ga Na dan kau tak ada yang mau berkata jujur padaku"

"tapi aku menceritakan semua yang ku tahu padamu dan kau sudah melihat buku tahunan SD SMP dan SMA mu, jadi apa lagi yang membuatmu penasaran?"

"pikirkan saja kalau kau jadi aku,aku kehilangan semua ingatanku, ingatan selama 28 tahunku"protes Oh Soo

"hei yang hilang bukan kenangan indahmu tapi juga kenangan burukmu, kalau aku jadi kau aku akan berterimakasih ingatan ku sudah hilang"ucap CEO Nam sambil nyelonong didepan Oh Soo dan duduk.


sejenak berfikir Oh Soo bertanya apakah Hyung mengenal wanita bernama Seo Yoo Ri? CEO Nam berfikir fikir tapi tak mengenal yang namanya Seo Yoo Ri. Oh Soo menghela nafas lalu menyuruh CEO Nam mendekat.


Oh Soo berbisik:"katakan yang sejujurnya kalau kita tak sedekat itu kan hubungannya"ucap Oh Soo membuat CEO Nam kesal hendak mengetok kepala Oh Soo.



CEO Nam membela diri kalau dia sangat baik pada Oh Soo. Oh Soo protes lagi kalau dekat kenapa CEO Nam sama sekali tak mengetahui apapun tentang nya. CEO Nam geram tak mengetahui karena Oh Soo tak memberitahunya.

CEO Nam bercerita dengan keras kalau 5 tahun lalu saat ibunya meninggal Oh Soo datang menghiburnya dan saat itu sudah saling mengenal 11 tahun. pasti Oh Soo lupa dengan itu? Oh Soo berkata lirih benarkah dia melakukan itu?

"Ya.."tegas CEO Nam keras dan mantap saking kesalnya.


CEO Nam mengelap meja dengan jarinya. CEO Nam tak percaya tempat ini tetap bersih padahal tak ditempati. Oh Soo membenarkan. CEO Nam mengira pasti ada seseorang yang datang setiap hari. lalu CEO nam bertanya apakah Oh Soo sudah menghubungi keluarganya?

"tidak..aku akan pulang nanti"jawab Oh Soo


CEO Nam langsung menyeretnya keluar untuk diantarnya pulang. diluar CEO Nam menggerutu bagaimana Oh Soo belum menghubungi keluarganya karena jika seseorang baru datang itu yang harus dilakukan adalah menghubungi keluarganya. OH Soo menjawab santai kalau hanya ingin mengecek sesuatu.

"mengecek apa?"bentak CEO nam lalu masuk ke mobil nya dan melajukan nya.


selepas mobil CEO Nam dan Oh Soo melaju terlihat Yoo Ri dibelakang nya sedang berjalan dengan menenteng kantong plastik lalu masuk kedalam Cafe.



didalam Cafe sepertinya Yoo Ri sudah terbiasa. Yoo Ri langsung masuk dan duduk di meja biasanya Oh Soo duduk. Yoo Ri mengeluarkan barang yang dibawanya. yaitu Soju. Yoo Ri menuangkan nya lalu meminum nya dan tak lupa Yoo Ri mengeluarkan kertas tulisan tangan dari Oh Soo dan meletakkan nya disamping minuman nya.



Flashback

Malam itu setelah memberi makan kucing didekat mesin penjual. Yoo Ri masuk ke Cafe yang sepi tanpa ada siapapun. Yoo Ri perlahan melangkah ke tempat biasanya Oh Soo berdiri dan duduk. tanpa sengaja Yoo Ri menemukan secarik kertas yang ditinggalkan Oh Soo sebelum meminum kopi serbuk hitam.



"setelah bertemu dengan mu..kau bersamaku sekarang..disetiap saat dalam hidupku, karena itulah aku bahagia,aku mencintaimu..aku menyayangimu lebih dari diriku sendiri,jadi Yoo Ri..jalani hidup dengan baik meskipun aku tak disisimu lagi"

Yoo Ri membaca nya dengan berderai air mata. sesaat kakek masuk.



Yoo Ri langsung menghapus air matanya dan menghampiri kakek. Kakek mengatakan kalau keluar dan mampir sebentar. Yoo Ri meminta maaf karena tadi pintunya terbuka jadi masuk dan sekarang akan segera pergi.


kakek menghentikan Yoo Ri:"Yoo Ri..aku akan mengosongkan Cafe ku, jadi kau bisa datang sesuka hatimu, dan jika ada yang mengganggumu datang dan istirahatlah sementara disini, Ya.."

"Ya kakek"jawab Yoo Ri berkaca kaca

"hanya itu yang bisa kulakukan padamu..maafkan aku"ucap kakek sedih


FLashback End

Yoo Ri menghela nafas lalu menuang Soju. Yoo Ri melihati tulisan Oh Soo lagi kemudian menggerutu kesal:"aku tak akan datang kesini lagi, ini terakhir kalinya aku kesini, dan aku akan melupakan semua tentang mu juga, dan menjalani kehidupan yang sangat menyenangkan"


Lanjut Part 3

0 Response to "SINOPSIS That Man Oh Soo Episode 16 PART 2"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel