All Images By : OCN


Oh Soo kembali ke Cafe dan sudah ada Ga Na menunggunya. Ga Na bertanya apakah Oh Soo berhasil memberikan seseorang keberanian? Oh Soo balik bertanya berapa banyak keberanian yang dibutuhkan seseorang untuk mengakui perasaan nya?



"tergantung..untuk ciuman cukup hari itu saja, jika kau ingin tidur dengan nya cukup menghabiskan waktu seminggu penuh, ada yang lebih dari itu, Hei.. itu artinya kalian berdua tak ada ikatan lupakan saja"keluh Ga Na.

"bukan seperti itu.. ahhh lupakan"kesal Oh Soo


malam hari Yoo Ri pulang melewati minimarket tempat kerja ibu Joon Young. Yoo Ri terhenti melihat ada mesin permainan. Yoo Ri bergumam haruskah dia memanjakan diri karena hari ini suasana hatinya sedang baik. Yoo Ri langsung bergegas jongkok untuk bermain.



kebetulan Oh Soo sedang lewat membawa segelas kopi. Oh Soo melihat ada Yoo Ri berjongkok langsung ikutan jongkok disamping Yoo Ri. Oh Soo bertanya kau sedang apa? Yoo Ri menjingkat karena terkejut. lalu Yoo Ri berkata kalau dia sedang memanjakan diri karena suasana hatinya sedang baik. lalu Yoo Ri menyuruh Oh Soo untuk mencobanya juga karena ada robot transformasi juga. Oh Soo menggeleng tak mau.



"Ohh..maksudmu kau terlalu dewasa untuk melakukan ini kan?"keluh Yoo Ri tak bersemangat.

"lebih tepatnya aku tak menyukai hal seperti ini"jelas oh Soo.

"lalu apa yang kau lakukan?"tanya Yoo Ri



Sesaat kemudian Oh Soo mengajak Yoo Ri ketempat latihan Baseball. dan setiap Oh Soo memukul Bola Yoo Ri berdecak kagum meliihatnya. Yoo Ri memuji permainan Oh Soo baik sekali bukankah dengan tingkat kemampuan seperti ini seharusnya sudah menjadi pemain profesiaonal. bahkan pemain profesiaonal saja kalah. Oh Soo hanya tersenyum sambil terus memukul. lalu Yoo Ri bertanya dimana Oh Soo belajar baseball?


oh Soo berhenti kemudian menjawab ayah nya menyukai baseball dan dia belajar bersama kakak nya sejak kecil. Yoo Ri terdiam tak enak. lalu Oh Soo menawarkan apakah Yoo Ri ingin mencobanya. Yoo Ri mengangguk dan langsung mencoba untuk memukul bola.



Yoo Ri bingung kenapa Oh Soo masih dibelakang nya apakah Oh Soo tak mau mengajarinya? Oh Soo terdiam. lalu Yoo Ri berkata kalau dia juga ingin melakukan nya dengan baik.


akhirnya Oh Soo memberi arahan pertama Yoo Ri harus melebarkan kaki nya selebar bahu. lalu memusatkan berat tubuhnya pada lutut. karena Yoo Ri terus melihatnya Oh Soo memegang dagu Yoo Ri mengarahkan kedepan agar Yoo Ri melihat kedepan ke arah bola.



Yoo Ri bersiap memukul dan pukulan pertama Yoo Ri gagal. Yoo Ri bingung padahal sudah melakukan seperti yang dikatakan Oh Soo tapi kenapa gagal. Oh Soo mengatakan kalau Yoo Ri harus mengepaskan dengan timing nya. Yoo Ri menyuruh Oh Soo juga melakukan nya. Oh Soo tak mau karena itu harus Yoo Ri lakukan sendiri. Yoo Ri tetap memaksa. Oh Soo malah mencandai kalau Bola nya sudah terbang. Yoo Ri segera memukul dan lagi lagi Yoo Ri gagal.


Oh Soo malah tertawa. Yoo Ri menatap nya kesal. Oh Soo bertanya kenapa Yoo Ri menatapnya harusnya Yoo Ri melihat bolanya. Yoo Ri dengan semangat menegaskan pasti bisa melakukan nya dengan benar.


Yoo Ri bersiap dan ternyata gagal lagi. Yoo Ri menggerutu kalau ini karena Oh Soo Guru yang buruk.padahal Oh Soo belajar dengan baik dari ayah nya. Yoo Ri juga ingin memukul bola dengan baik dan bola bisa terbang jauh. Oh Soo senyum senyum mendengar ocehan Yoo Ri.

"kau ingin melakukan nya?"tanya Oh Soo tersenyum.

"tentu saja"jawab Yoo Ri


perlahan Oh Soo mendekat dan langsung merangkul Yoo Ri untuk mengajari Yoo Ri. Oh Soo juga menggenggam tangan Yoo Ri. sementara Yoo Ri sama sekali tak konsen dan pastinya deg deg an.



sebelum memukul Oh Soo meminta Yoo Ri merileks an lengan nya dan melihat ke arah bola. sontak Yoo Ri langsung melihat ke arah bola. dan bersiap. dengan begitu akhirnya Yoo Ri bisa memukul bola jauh dengan bantuan Oh Soo.



Yoo Ri merasa canggung sampai tak berani menatap Oh Soo. Yoo Ri berkata kalau rasanya sungguh luar biasa.


sesaat kemudian keduanya sudah berjalan pulang. dijalan Yoo Ri bertanya bukankah semalam Oh Soo datang kerumah sakit? Oh Soo tersenyum membenarkan.

"benarkan..kau dirumah sakit..apakah ada yang terluka?"tanya Yoo Ri.


sambil terus jalan Oh Soo menjawab dia datang kerumah sakit karena khawatir ibu Yoo Ri mau di operasi. Yoo Ri terhenti sambil senyum senyum lalu mengejar Oh Soo lagi.


Ga Na sedang makan Mie di minimarket. dan tanpa sengaja melihat Oh Soo dan Yoo Ri jalan bareng. Ga Na langsung menyudahi makan Mie nya dan bergegas mengikuti Oh Soo dan Yoo Ri.


Ga Na terus mengikuti Oh Soo dan Yoo Ri sampai kedepan rumah Yoo Ri. Ga Na langsung bersembunyi dibalik pagar. Oh Soo dan Yoo Ri sama sama canggung untuk berpamitan. akhirnya Oh Soo menyuruh Yoo Ri masuk duluan dan Yoo Ri menucapkan selamat tinggal.



Oh Soo berbalik dan masih beberapa langkah Ga Na sudah keluar mengejutkan Oh Soo. Oh Soo memberi isyarat agar Ga Na diam. Ga Na malah cengengesan menepuk punggung Oh Soo karena berhasil menangkap basah adik nya haha.


Oh Soo dan Ga Na kembali ke Cafe. Ga Na meraih tangan Oh Soo lalu mengangkatnya. Ga Na mengeluh kalau tangan Oh Soo masih utuh dan apa gunanya punya tangan kalau bahkan Oh Soo tak bisa menggenggam tangan nya?

"bukan begitu"sahut Oh Soo


"bukan begitu..."balas Ga Na mengikuti Oh Soo. Ga Na memperingatkan Oh Soo kalau Tuhan memberi Oh Soo tangan jadi Oh Soo harus belajar menggunakan nya apakah aku harus mengajarimu hal hal mendasar seperti itu?


Oh Soo yang kesal sekaligus malu memilih nyelonong begitu saja ke dalam. Ga Na menahan tertawa sambil bergumam kalau Oh Soo sangat menyukainya.


Yoo Ri masuk kerumah dan langsung melihat rumah berantakan. Yoo Ri menyebut Soo JUng musuh bebuyutan nya itu selalu membuat kekacauan untuk menyulitkan nya. bahkan Yoo Ri menemukan tulang ayam di bawah meja. Yoo Ri segera membereskan nya. walaupun terlihat capek Yoo Ri sama sekali tak mengeluh bahkan semangat. Yoo Ri juga menggunakan alat pembersihnya untuk memukul seperti memukul bola baseball bersama Oh Soo tadi.



Di Cafe Ga Na menunggui Oh Soo sedang bermain laptop nya. dalam keheningan dengan serius Ga Na berterimakasih pada Oh Soo. Oh Soo menatap Ga Na bingung.



Ga Na:"ketika aku melihatmu tersenyum dan berjalan dengan wanita itu...disini terasa nyaman dan hangat, kau harus bahagia brother..kau punya hak untuk melakukan apapun"ucap Ga Na sambil mengelus dada nya.


"Hyung..."balas Oh Soo speechless


lalu Ga Na meminta Oh Soo mengulurkan tangan nya. Oh Soo menuruti Ga Na dan mengulurkan tangan nya. Ga Na memberikan sesuatu entah itu apa Ga Na berkata kalau Oh Soo akan lebih percaya diri jika menyimpan itu sesuatu yang mengandung kehangatan, fleksibilitas dan kelembutan juga, karya terbesar di tahun 2018. Oh Soo membolak balikan barang dari Ga Na. dan setelah menyadari nya langsung melemparkan kembali ke Ga Na.


Ga Na malah meledek Oh Soo untuk melihatnya saja dulu dan ini akan mendidik Oh Soo. Oh Soo bergidik tak mau. hingga akhirnya ada pembeli masuk.


 Oh Soo langsung menyapa tamu yang baru datang. ternyata pria muda yang bekerja di swalayan. pria muda itu meminta kopi seperti yang Oh Soo berikan sebelum nya dan jangan lupa dikemas seperti tadi juga. Oh Soo mengiyakan.


saat pria itu duduk Oh Soo melihat aura merah ditubuh pria itu dan Oh Soo langsung menuang serbuk warna merah ke kopi pria itu. Ga Na juga melihatnya.



setelah siap Oh Soo memberikan ke pria itu dan tiba tiba Ibu Joon Young dan Joon Young datang. Joon Young menyapa Oh Soo "ahjussi".



Oh Soo tersenyum mengelus Joon Young. pria itu terkejut melihat Ibu Joon Young datang. pria itu langsung memesan kopi satu lagi lalu memberikan kopinya untuk ibu Joon Young.


baik Oh Soo maupun Ga Na sama sama terkejut melihat nya. keduanya saling berisyarat harus melakukan apa? akhirnya Oh Soo kembali menyiapkan kopi.



sesaat kemudian ibu Joon Young dan pria itu saling berbincang. Hyun Joo mengatakan merasa sangat kasihan pada anak nya. Hyun Joo meminta maaf karena harus menunjukkan sikap seperti ini. Pria itu tersenyum lalu dengan sedikit sedih mengatakan kalau dia sudah berhenti dari kerja paruh waktu di swalayan karena mendapat kerja penuh. Hyun Joo sedikit terkejut tapi senang.



"Uhmmm aku.. aku menyukaimu Hyun Joo Ssi"ucap pria itu tiba tiba membuat Oh Soo dan Ga Na langsung melihat ke arah pria itu.


Joon Young juga melihat nya. ibu Joon Young meminta maaf dan menyuruh pria itu untuk berkencan dengan wanita yang lebih cocok dengan nya.
lalu ibu Joon Young meminum kopinya. dan Oh Soo langsung melihat aura merah ditubuh ibu Joon Young dan pria itu.



dalam keheningan tiba tiba Joon Young bertanya pada pria itu apakah hari minggu libur? pria itu sedikit terkejut.

"hubungi aku jika kau suka melompat di trampolin"ucap Joon Young langsung ditegur ibunya. lalu Joon Young bertanya lagi "kau punya nomor ibuku kan?"


"tentu saja"jawab pria itu tersenyum. lalu Joon Young mengatakan akan menunggunya hari minggu dan mengajak ibunya segera pulang. saat berjalan keluar tak lupa Joon Young melambaikan tangan pada Oh Soo. dan Oh Soo membalasnya.


Oh Soo mengikuti Joon Young dan ibunya hingga keluar dan langsung tersenyum ketika melihat mereka bertiga saling bergandengan tangan.
karena bahagia saat hendak masuk Oh Soo melihat kerumah Yoo Ri dan Oh Soo melihat seorang pria mencurigakan mengendap endap dipagar perumahan Yoo Ri.


kebetulan Yoo Ri baru keluar. Pria itu menyapa "Seo Yoo Ri Ssi..itu kau kan?"

"benar..kau siapa?"tanya Yoo Ri penasaran.


Oh Soo dibelakang nya melihat aura hitam di tubuh pria itu. Pria itu hendak mengatakan sesuatu ke Yoo Ri tiba tiba Oh Soo datang bertanya siapa kau? Pria itu celingukan tak menjawab.

"aku tanya siapa kau?"bentak Oh Soo geram.



Pria itu menunduk meminta maaf tak jadi. Oh Soo memegang pundaknya bertanya kenapa pria itu berkeliaran disini? Yoo Ri juga mendesak nya bagaimana bisa dia tahu nama nya. Pria itu kebingungan langsung mendorong Oh Soo dan berlari keluar.


kebetulan ada taksi lewat pria itu langsung naik taksi. sementara Oh Soo berusaha mengejar nya tapi sayang tak terkejar.


Oh Soo bertanya apakah Yoo Ri baik baik saja? Yoo Ri mengangguk dan masih berfikir mungkin saja orang itu yang akhir akhir ini menganggu dan menelepon nya.

"jadi dia tahu nomor telepon mu juga"tanya Oh Soo semakin khawatir.


Yoo Ri hanya diam. Oh Soo akan mencatat nomor plat taksinya dan menyuruh Yoo Ri untuk segera menyelidikinya. Yoo Ri mengangguk. kemudian Oh Soo bertanya mau kemana Yoo Ri? Yoo Ri menjawab hendak menemui ibunya di rumah sakit. Oh Soo mengajak Yoo Ri kemobilnya dan akan mengantarnya. Yoo ri menolak karena dia bisa naik Bus.

"berhenti mengkhawatirkan orang lain, lakukan saja apa yang ku katakan"tegas Oh Soo lalu menarik Yoo Ri.



Di Mobil Yoo Ri canggung bingung hendak bicara apa? sementara Oh Soo pandangan nya lurus kedepan mengemudikan mobil nya.
Yoo Ri dengan pelan meminta Oh Soo untuk jangan terlalu mengkhawatirkan nya lagipula di perumahan dan dijalan ada CCTV nya. Yoo Ri yakin pasti bisa menagkapnya "aku kan polisi"tegas Yoo Ri tersenyum menatap Oh Soo. Oh Soo hanya menghela nafas tetap lurus kedepan. lalu Yoo Ri penasaran bagaimana Oh Soo bisa tahu pria tadi?


"jika kau bertemu pria itu lagi, jangan mencoba menangani nya sendirian segera hubungi aku, mengerti.."tegas Oh Soo. Yoo Ri hanya diam mendengar Oh Soo.


Ditempat lain seorang wanita yang kemarin katanya putri seorang dukun sedang berjalan sendirian. Dia menyadari seperti ada yang mengikutinya. Putri dukun itu menoleh dan seseorang yang mengikutinya semakin mengejarnya.



akhirnya putri dukun mempercepat langkah nya dan benar orang dibelakang nya terus mengikutinya. hingga akhirnya putri dukun itu menoleh dan terkejut.


Lanjut Episode 9 Part 3

2 komentar

Ditunggu kelanjutannya cingu
Fighting 💪💪💪💪

Eps 10 udh ada sis,, nunggu eps 11 belum tayang.

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...
EmoticonEmoticon