SINOPSIS Something In The Rain Episode 3 PART 2

All Images By : JTBC  


Di Klub semua nya asyik bersenang senang. hanya Joon Hee yang terlihat murung dan minum minum sendiri.  Se Young menghampirinya dan mengajaknya bersulang.

Jin Ah mengejar Gyoo Min dijalanan. Jin Ah marah kenapa Gyoo Min ngotot mau kerumah nya lagi. Gyoo Min berteriak frustasi kalau dirinya tak mau hanya disalahkan sendiri dan dianggap sampah padahal Jin Ah juga salah, Gyoo Min merasa seperti mau gila rasanya karena disalahkan sepihak. Gyoo Min ingin orang tua Jin Ah dan sikampret Joon Hee meminta maaf padanya dan berlutut didepan nya.


Jin Ah meneriaki Gyoo Min apakah Gyoo Min sesinting ini? Gyoo Min balik meneriaki Jin Ah dengan mengejek apakah Jin Ah sendiri hebat? apakah pendidikan Jin Ah lebih tinggi darinya atau orang tua JIn Ah kaya raya? JIn Ah tak tahan langsung menampar Gyoo Min dengan keras. JIn Ah sejenak sedikit menyesal menampar Gyoo Min tapi ini karena Gyoo Min yang memaksanya melakukan ini.


Di klub Seo Young mendekati Joon Hee dan mengajak nya dance tapi Seung Chul menengahi keduanya dan jadilah Seo Young berjoget dengan Seung Chul. Joon Hee tersenyum lalu kembali ke mejanya.



Ye Eun mengatakan ke Joon Hee kalau tadi sudah menyuruh Yoon Daeri datang tapi Hape Yoon Daeri tak bisa dihubungi. Joon Hee tersenyum menjawab "tak usah menghiraukan nya"


Dipinggir jalan Gyoo Min mengancam akan bunuh diri menabrakkan mobil kalau Jin Ah tak mau kembali padanya. Jin Ah dengan santai malah menyuruhh Gyoo Min melakukan nya bahkan JiN Ah mendorong Gyoo Min kebelakang namun Gyoo Min ketakutan. GyOO Min protes kenapa Jin Ah begitu benci padanya bahkan mati pun tak peduli. apakah gara gara kampret itu?





Jin Ah melarang Gyoo Min menyebutnya kampret karena JooN Hee tidak pantas untuk dimaki, ini bukan masalah karena siapa tapi memang Jin Ah sendiri sudah jijik dengan Gyoo Min. Jin Ah mengaku dulu sangat bodoh sekali menganggap Gyoo Min sebagai poros hidupnya dan sekarang malah jijik sekali. dan terakhir Jin Ah menegaskan untuk tidak saling menyakiti lagi dan tidak bertemu lagi. Jin Ah pergi meninggalkan Gyoo Min yang mewek dipinggir jalan. saat Jin Ah berjalan menjauh Gyoo Min terus berteriak tak akan pernah menyerah mengejar Jin Ah. JIn Ah sama sekali tak bergeming dan terus melangkah maju.



keesokan paginya. dikantor Ye Eun, Seo Young dan Geum Bo Ra sedang tertawa melihati foto foto diklub semalam. sesaat Jin Ah datang dan teman teman nya langgsung bertanya kemana semalam dihubungi tak bisa? apakah lancar bertemu dengan pacar? Jin Ah terkejut dari mana kalian tahu?

SEo Young menyahut tak penting dari mana tahunya tapi yang penting bagaimana hasilnya balikan atau tidak? Jin Ah hanya menjawab kalau sudah terselesaikan.

Geum Bora juga menyahut sebenarnya semalam mau menghubungi Jin Ah lagi tapi adik mu melarang. Jin Ah terkejut dan mengira pasti yang dimaksud Joon Hee. sesaat ponsel Jin Ah bunyi dari Presdir.



Ditempat lain Presdir sedang makan bersama Young In dan satu orang pria lagi entah siapa. Presdir mengatakan kalau kepalanya mau pecah ketika memikirkan Toko di Gasan tapi berunntung sekali Jin Ah menyelesaikan nya dengan baik. Presdir sangat puas dengan kerja JIn Ah.


Saat menunggu lift terbuka Jin Ah berpapasan dengan Direktur Nam dan Juga Gong Chajang. Direktur Nam menyinggung soal ganti rugi merchandise pembukaan toko tempo hari yang lalu. Jin Ah menyahut kalau sudah mengganti kok. Direktur Nam mengatakan kalau akan menggantinya dengan uang perusahaan. Jin Ah sedikit terkejut karena tiba tiba Direktur Nam mau mengganti kerugian nya. begitupun juga dengan Gong Chajang. Gong Chajang tak menyangka Direktur Nam begitu memperhatikan karyawan nya. Gong Chajang membungkuk terimakasih dan tak lupa menyuruh Jin Ah membungkuk terimakasih juga.



Direktur Nam berbasa basi kalau itu bukan lah apa apa jadi tak perlu berlebihan. walaupun terkejut Jin Ah berterimaksih pada Direktur Nam.


Jin Ah menemui Jeong Bujang keruangan nya(Young In). Jin Ah berterimakasih karena berkat kerja keras Bujang Nim JIn Ah terbebas dari ganti rugi itu. Jeong Bujang bersikap biasa saja karena merasa melakukan nya sesuai prosedur perusahaan. walaupun begitu Jin Ah tetap berterimakasih karena sudah lama Jin Ah bekerja diperusahaan ini dan Jeong Bujang selalu membantunya.


sepulang kerja Jin Ah menemui Kyung Sun di tokonya. Jin Ah mengatakan kalau sementara waktu ini akan jarang kekantor dan lebih sering kerja dilapangan jadi untuk sementara waktu juga yang menanggung jawab toko ini digantikan Kang Se Young. Kyung Sun sudah tahu karena kebetulan kemarin saat Lee Gyoo Min datang Kang Se Young sedang mengenalkan diri.


Jin Ah menggerutu lirih kalau Kang Se Young bergerak cepat juga. Kyung Sun yang mendengar gerutuan Jin Ah, bertanya kenapa? Jin Ah langsung beralasan kalau Kang Se Young bergerak cepat dalam pekerjaan.

Kyung Sun bertanya memang nya ada lagi selain kerjaan? Jin Ah kebingungan menjawab. namun Kyung Sun malah menggoda maksud Jin Ah pasti cemburu kalau Kyung Sun akan lebih dekat dengan Kang Se Young. dengan menunduk kan kepalanya Jin Ah bercanda "tidak mama..". lalu Jin Ah mengajak Kyung Sun makan dan akan mentraktir Kyung Sun. Kyung Sun menjawab mentraktirnya lain kali saja karena hari ini adalah peringatan kematian ibunya jadi tak bisa.

JIn Ah merasa tak enak karena lupa. Kyung Sun tak masalah tapi dia mengajak Jin Ah untuk menemaninya belanja.


Sambil berbelanja Kyung Sun bercerita kalau dirinya tak menyangka ibunya sudah 10 tahun meninggal dan waktu itu Joon Hee baru mau masuk SMA.
Jin Ah yang disamping nya bertanya apakah ayah Kyung Sun tak ada kabar nya? Kyung Sun dengab Cuek menjawab tak ada dan dia lebih menyukai kalau tak ada kabar tentang ayah nya.

"ahh melihat mu seperti ini aku merasa kau sangat kejam"


"lebih kejam mana saat dia meninggalkan ku dengan Joon Hee, menurutmu bagaimana sanggup kita untuk bertahan hidup, kelak kalau aku sudah berkumpul dengan ibuku disurga aku akan mengajukan surat yang super mahal pada ibuku karena aku sudah membesarkan anak ibuku dengan sangat baik, menurutmu aku memiliki hak seperti itu atau tidak?"tanya Kyung Sun sambil memilih sayuran.

"kau membesarkan nya dengan sangat baik"puji Jin Ah

"walaupun aku tidak tahu bagaimana dan seperti apa wanita yang akan menikah dengan Joon Hee tapi aku akan menjadi kakak ipar yang judes"

"wahh mendengarnya saja aku sudah ketakutan"sahut Jin Ah manggut manggut.

Kyung Sun tersenyum dan meminta Jin Ah melihat nya saja biar tak ketakutan. lalu Kyung Sun menyinggung tentang hubungan JIn Ah dengan Gyoo Min apakah benar benar sudah putus? Jin Ah malas tak mau membahasnya. Kyung Sun ada satu pertanyaan lagi pada JIn Ah. masak iya sebodoh bodoh nya Gyoo Min sampai bilang ada sesuatu antara Joon He dengan mu? kan lucu sekali. Jin Ah hanya tertawa terpaksa.


sesaat Jin Ah dan Kyung Sun sudah didepan dengan mendorong troli belanjaan. Kyung Sun membuka sms nya karena tadi Joon hee bilang bisa menjemput nya.


dan sesaat kemudian Joon He sudah datang dan langsung memasukkan belanjaan ke Bagasi. namun saat berpapasan dengan Jin Ah, keduanya sama sekali tak saling bertegur sapa. setelah memasukkan barang belanjaan Joon Hee langsung masuk ke belakang kemudi. Kyung Sun menawari Jin Ah untuk nebeng pulang bersamanya nanti akan mengantar nya.


Jin Ah menolak dan pulang sendiri saja kan dekat. saat Kyung Sun terus memaksanya agar barengan Jin Ah langsung membukakan pintu untuk Kyung Sun dann menyuruh nya segera masak. sementara Troli nya biar dia yang mengembalikan. Jin Ah berlalu.


Kyung Sun mengeluh ke Joon Hee apakah tidak bisa sekedar basa basi walaupun Jin Ah tak mau diantar. dengan ketus Joon Hee menjawab "kan dia sudah bilang tidak mau". Joon Hee melajukan mobil nya.


Dijalan Joon Hee masih terdiam ketus sampai Kyung Sun menyindir dari beberapa waktu lalu Joon He terlihat marah dan sekarang apakah masih marah? sama siapa? gara gara siapa?

Joon Hee menyangkal kalau dirinya marah. lalu Joon Hee bertanya apakah Jin Ah nuna ketoko Nuna? Kyung Sun membenarkan dan untuk sementara Jin Ah tak kekantor karena harus mengurusi toko yang lain dan menjadi manajer ditoko itu. Kyung Sun juga menyinggung soal Jin Ah yang tak memutuskan Gyoo Min dengan tegas. lalu Kyung Sun menanyai JooN hee kenapa tak cerita saat kerumah Jin Ah kemarin?

Joon Hee hanya menjawab malas kalau dirumah Jin Ah Nuna hanya sejam, apakah dia cerita tentang hal ini?


"tidak tapi Gyoo MIn datang mencariku,sungguh membuat orang sakit kepala saja"

"mencari kakak? kapan?"tanya JOon Hee penasaran

"kemarin, aku sedang bicara dengan karyawan pusat.. Kang Se Yeong, tiba tiba Gyoo Min datang dan kemudian Jin Ah mengejarnya masuk, mungkin mereka bertengkar hebat karena muka Jin Ah seperti seolah olah akan berduel dengan nya, sungguh membuat tak tenang, aku sungguh berharap Jin Ah bisa tinggal didekat rumah ku"cerita kyung Sun membuat Joon hee menghela nafas tak tenang.

lalu Kyung Sun juga bercerita kalau malam pada waktu Joon Hee pulang marah lalu keluar lagi itu, Kyung Sun masuk kerumah Joon hee mengambil bir dan terkejut ada seseorang yang mengebel pintu dan ketika dibuka ternyata Jin Ah.

"Rumahku?"tanya Joon Hee terkejut.

"benar, karena dia mencari kakak dirumah tapi tak ada makanya dia mencariku kerumahmu"jawab Kyung Sun tersenyum.

Joon Hee terus melamun sampai Kyung Sun harus berteriak karena Joon Hee kebablasan mengemudikan mobilnya. Kyung Sun mengeluh sebenarnya mikiran apa sih kamu? Joon Hee hanya menghela nafas.


Jin Ah baru pulang dan langsung kedapur. Ibu Jin Ah membuka bingkisan yang dibawa Jin Ah. Ibu bertanya apa ini? sambil mencuci tangan Jin Ah menjawab  kalau itu dari Kyung Sun karena hari ini peringatan kematian ibunya jadi dia menyuruh nya membawakan itu untuk ibu.


Ibu menyuruh Jin Ah duduk dengan semangat lalu bertanya apakah Jin Ah benar benar sudah putus dengan Gyoo Min. ibu masih berharap Jin Ah balikan lagi dengan Gyoo MIn memang sih ini kesalahan Gyoo Min tapi...

Jin Ah langsung membentak ibu. memang nya apa sih dari Gyoo Min yang membuat ibunya sampai mabuk kepayang? apakah karena pendidikan nya? keluarga nya kaya raya? atau apa?


Ibu kembali meneriaki Jin Ah kalau ibunya hanya ingin kelak jika Jin Ah berpacaran harus lebih baik dari Gyoo Min jangan hanya melihat dari penampilan nya saja. Jin Ah menarik tas nya lalu berlalu masuk kekamarnya sambil bergumam "itu tidak akan pernah terjadi". Ibu menyahut akan menunggu omongan Jin Ah.


Dirumah nya Kyung Sun dan Joon Hee sedang mengadakan upacara peringatan kematian ibunya. sesaat keduanya sudah duduk didepan foto ibunya.
Kyung Sun bertanya jika melihat nya ibunya kan berkata apa?


Joon Hee:"putriku sangat hebat..dan putraku super ganteng"ucap Joon Hee langsung disodok oleh Kyung Sun karena narsis.


JIn Ah dikamar nya bersih bersih kemudian memasukkan semua baju baju sepatu dan semua barang barang nya yang berhubungan dengan Gyoo MIn kedalam kardus.


Kyung Sun dan Joon Hee sedang makan bersama. Kyung Sun hendak memakan langsung teringat JIn Ah yang sangat menyukai makanan yang saat ini disantapnya. Joon Hee tersenyum lalu mengatakan kalau seandainya orang lain yang dengar pasti akan menganggap Jin Ah Nuna adalah putrimu.


Kyung Sun membenarkan dan kadang kadang menganggap Jin Ah itu memang putrinya. apakah Joon hee tahu dulu saat ayah nya pergi sandaran Kyung Sun adalah Jin Ah. jin Ah adalah orang yang mengelap ingus dan air matanya, Kyung Sun merasa saudara kandung saja tak mungkin sanggup melakukan itu. Joon Hee tersenyum lalu meneguk sojunya. saat keheningan Kyung Sun menyuruh Joon Hee menebak kalau dia memiliki 2 mimpi, apa itu?

"Yang pertama entah itu apa, yang pasti ada hubungan nya denganku, kalau yang satu lagi aku tidak tahu"tebak Joon Hee

"JIn Ah menemukan suami yang baik"jawab Kyung Sun senyum senyum lalu mengeluarkan Hapenya. Kyung Sun bergumam kalau dirinya tiba tiba kangen Jin Ah karena sedang membicarakan nya.

Kyung Sun menelepon Jin Ah penasaran apa yang sedang dilakukan nya? Joon Hee tersenyum mendengar kakak nya sedang menelepon JIn Ah.


"kau sedang apa? hah..membenahi masa lalu, menghapus memory..kau mau buang semua"ucap Kyung Sun menirukan Jin Ah dari seberang telepon.

Joon Hee terdiam dan karena asyik ngobrol dengan Jin Ah, Kyung Sun meninggalkan Joon Hee sendiri dimeja makan.



JIn Ah membuang semua barang barang nya ketempat sampah dan tak lupa payung dari Joon Hee juga.


Joon Hee hendak masuk rumah tapi diurungkan nya dan langsung bergegas pergi lagi entah kemana.


Jin Ah di taman sedang bengong diayunan sambil memainkan payung merah dari Joon Hee. karena ternyata Jin Ah memungut kembali payung nya.
saat hendak pulang tiba tiba Joon Hee sudah didepan nya menatap serius ke Jin Ah. JIn Ah yang juga terkejut bertanya kenapa kau kesini?



Joon Hee balik bertanya kenapa kau kerumahku? Jn Ah menjawab santai apakah Kyung Sun yang bilang? dan kenapa Kyung Sun hanya setengah setengah berceritanya. Jin Ah beralasan kalau dia datang kerumah Kyung Sun tak ada makanya dia kerumah Joon Hee dan ternyata benar Kyung Sun disana. Joon Hee terus memaksa bertanya apakah benar mencari kakak nya?


"benar, siapa lagi"

"aku mau tanya apakah kau mencariku.."

"iya..aku mencarimu, karena aku merasa bersalah, aku mau berterimakasih, tapi saat kau bilang tentang logika dan akal sehat aku senang hari itu tidak bertemu denganmu, jika mendengarmu bicara seperti itu didepan Kyung Sun betapa malunya aku"keluh Jin Ah

"mananya yang malu? apakah omongan ku salah?"ketus Joon Hee.

mendengar Joon Hee mengetusinya Jin Ah langsung berkata keras kenapa Joon hee datang datang hanya mau mengomelinya memang nya dia orang yang gampang ditindas?


"benar..kenapa kau harus menunjukkan jika dirimu gampang ditindas, sehingga bertemu dengan situasi seperti ini, diseret oleh orang kesana kemari oleh orang yang sama sekali bukan siapa siapa"bentak Joon Hee

"siapa yang diseret oleh siapa? kau sungguh lucu sekali"bentak Jin Ah balik namun dengan nada bergetar hendak menangis.

"kau tidak tertawa mana nya yang lucu"tegas Joon Hee

Jin Ah menghela nafas kesal lalu berkata:"baiklah anggap saja semua yang kau katakan benar, kalau tidak ada yang lain aku pergi"ucap Jin Ah melangkah pergi.


Joon Hee menghentikan nya karena dia belum selesai bicara. Joon Hee bertanya kenapa dengan payung itu? Jin Ah beralasan kalau akan turun hujan jadi membawanya.

Joon Hee tak percaya karena dia mendengar kalau Jin Ah akan membuang semuanya dan membenahi masa lalu apakah maksudnya payung itu? kalau memang begitu biar kubantu membuang nya. Joon Hee mendekati Jin Ah dan berusaha merebut payung. namun Jin Ah merebutnya kembali karena dia bersusah payah memungutnya kembali tadi.

Joon Hee tersenyum lalu menggoda Jin Ah sepertinya sangat menyukai payung. JIn Ah kesal langsung mengayunkan payungnya hendak memukul Joon Hee, namun Joon Hee segera menghindar berlari. Jin Ah terus mengejar Joon Hee. karena tak bisa memukul joon Hee, Jin Ah menyerah dan kembali dengan kesal. sekarang gantian Joon Hee yang mengekorinya.


Joon Hee mengantar Jin Ah pulang, namun saat didepan pintu Joon Hee menghalangi pintu dengan berdiri didepan nya. Jin Ah bingung.

"kau tidak bisa tidak pulang ya?"tanya Joon Hee

"apa? lalu aku harus kemana?"

"apa yang ada difikiranmu barusan?"tanya Joon hee tersenyum.

"tidak ada"

keduanya senyum senyum. lalu Joon Hee mengajak Jin Ah bagaimana kalau keluar? tanpa pikir panjang Jin Ah menyetujuinya.


Joon Hee mengajak Jin Ah nonton. setelah membeli tiket Joon Hee bertanya Nuna mau makan apa? Jin Ah tak mau karena sekarang dia sedang merasa bersalah dan juga tak membawa uang. Joon Hee malah menggoda Jin Ah kalau tak ada dirinya berarti Nuna tak bisa pulang karena tak ada ongkos. Jin Ah tertawa kali ini dia kena lagi. Joon Hee tersenyum dan akan membelikan Cola. Jin Ah berteriak sekalian Pop corn nya.


Saat nonton didalam. Joon Hee merasa canggung dan tak enak sendiri karena melihat didepan nya ada sepasang yang sedang ciuman. Jin Ah yang baru melihatnya juga langsung canggung sendiri sampai meminum minuman nya Joon Hee. Joon Hee memberitahu kalau yang diminum Nuna itu adalah milik nya. Jin Ah langsung menaruh nya dengan tak enak.



Joon Hee dan Jin Ah keluar dari gedung bioskop. Joon Hee berkomentar kalau film nya jelek sekali. Jin Ah menyahut berarti yang ditonton Joon Hee bukan film. sejenak Joon Hee tersenyum menatap Jin Ah lalu berkata:"sepertinya Nuna juga menonton hal yang sama dengan ku"


"enak aja"balas Jin Ah.

"Nuna lapar gak?"

"iya dong"

"kalau begitu coba bilang 'traktir aku makanan enak dong'"ledek Joon Hee membuat Jin Ah kesal dan mengayunkan payung nya hendak memukul Joon Hee. tapi Joon Hee malah meminta payung nya dan membawakan nya.


Joon Hee dan Jin Ah makan jajanan dipinggir jalan. dan terlihat disamping mereka ada permainan menggambar karikatur. Jin Ah melirik nya lalu memuji mereka main nya bagus sekali.

"biarpun bagus nya seperti apa, jangan memuji muji nya didepan ku"keluh Joon Hee

Jin Ah mengangguk angguk memang dia yang tak bisa baca sikon. Joon Hee merasa Jin Ah memprovokkasinya untuk mencoba. dan Joon Hee langsung menuju ketempat gambaran karikatur.



sesaat Joon Hee sudah siap menggambar Jin Ah, namun Jin Ah malah kebingungan sendiri mau bergaya seperti apa. dan akhirnya Joon Hee mulai menggambar dengan serius. bahkan Joon Hee sampai senyum senyum sendiri menatap Jin Ah bergaya.



karena capek Jin Ah bertanya sudah selesai belum? Joon Hee bilang agak sulit karena tak ada fitur yang menonjol jadi kurang istimewa. kesal Jin Ah bilang sudah sudah . Joon Hee memberitahu kalau sudah selesai. dan dengan semangat Jin Ah mau melihatnya. tapi Joon Hee malah meminta upah.


JIn Ah merogoh saku nya dan bilang kalau tak bawa uang. Joon Hee menjawab tak harus pakai uang. Jin Ah merogoh lagi saku sakunya tapi tak menemukan apapun. dan sesaat Jin Ah dengan semangat membawa sesuatu.

"apa?"tanya Joon Hee

"mimik wajah yang istimewa"jawab Jin Ah dengan bergaya narsis.


Joon Hee tak kuasa langsung menyerahkan gambaran nya pada Jin Ah. Jin Ah terkejut melihat gambaran Joon Hee. Jin Ah memuji kalau sangat mirip dengan nya tapi apakah badan nya memang seperti itu? Joon Hee mengiyakan kalau badan Nuna sangat kecil.



"tapi tak sekecil ini juga kali"

"benar..badan Nuna kecil dan menggemaskan"ucap Joon Hee

"menggemaskan apa nya? memang nya sudah berapa usiaku"ucap Jin Ah malu malu

"kalau itu sih tergantung siapa yang melihat nya"

"hmm iya juga..tapi usia ku sudah melewati dimana orang disebut menggemaskan tapi memang sih waktu umur ku 20 an banyak yang bilang aku menggemaskan"jawab Jin Ah malu malu menutupi wajah nya dengan gambar.


"aku tahu masa lalu Nuna tapi tak segitunya juga kok"ledek Joon Hee.

Jin Ah ngambek langsung memberikan gambar ke JOon Hee dan melangkah pergi duluan. Joon Hee mengejarnya dan meralat kalau dipikir pikir Nuna memang menggemaskan seperti bintang film. JIn Ah diam diam senyum senyum mendengarnya.


sesaat kemudian keduanya sudah hampir sampai dirumah Jin Ah. Jin Ah berterimakasih hari ini sudah ditraktir Joon He dan lain kali kalau ada waktu pasti akan memmbalas Joon Hee 10 kali lipat. Joon Hee menyuruh Jin Ah bersiap siap saja karena dia akan membantai habis Nuna.

JIn Ah bercanda tak masalah dan Joon Hee bisa menyisakan pakaian nya saja.

"ahh dasar.. perempuan satu ini, seperti nya kau suka sekali bercanda tentang yang porno porno"

JIn Ah mendorong Joon Hee kan dia cuma bercanda. lalu Joon Hee bertanya apa maksud nya Nuna ingin membenahi masa lalu? dan apakah dia termasuk masa lalu yang harus dibuang? karena tadi Nuna bilang mau membuang payung juga.


Jin Ah menyangkal kan tadi sudah bilang kalau tak sengaja terbawa makanya dari tadi terus memeganginya. JooN Hee masih ngeyel bukan nya tadi Nuna bilang mau turun hujan.

"ya kalau hujan dipakai, kalau tidak ya bagus, kenapa sih memaksa apa makna nya"keluh Jin Ah

Joon Hee tersenyum lalu memberikan payung nya dan berpesan jangan dibuang buang lagi.

"siapa yang mau buang"ucap Jin Ah sambil merebut payung.

"kalau dibuang bagaimana?"

"pasti tidak akan pernah kubuang"tegas Jin Ah

"kenapa pasti?"

"ahh kau ini selalu memaksa dengan hal hal aneh"kesal Jin Ah senyum senyum


Joon Hee tersenyum lalu keduanya lanjut jalan lagi.sesaat keduanya sudah sampai didepan pintu rumah Jin Ah. saat akan menekan tombol pintu. Joon Hee bertanya nanti setelah dirumah apa yang akan dilakukan Nuna? apakah langsung tidur?

Jin Ah dengan bingung bertanya balik memang nya kenapa? kau mau apa? keduanya sama sama canggung lalu Joon Hee bertanya apakah Nuna mau barengan? Jin Ah terkaget.



sesaat kemudian Jin Ah sudah dikamar Seung Ho memainkan Game online. tentunya dengan Joon Hee juga yang memainkan dari rumah nya sendiri.



Lanjut Episode 3 Part 3

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SINOPSIS Something In The Rain Episode 3 PART 2"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...