SINOPSIS Something In The Rain Episode 4 PART 1

All Images By : JTBC


serasa tak percaya Joon Hee langsung terkejut hingga cegukan ketika tiba tiba tangan nya di genggam oleh Jin Ah. Seung Chul menggoda JOon Hee masak baru minum segitu saja sudah cegukan dan mabuk? Joon Hee gugup.


Jin Ah juga gugup lalu hendak menarik tangan nya, namun dengan sigap Joon Hee membalikkan telapak tangan nya dan balik menggenggam tangan Jin Ah. sekarang gantian Jin Ah yang cegukan karena gugup. Joon Hee senyum senyum melirik Jin Ah.


Seung Chul mengajak Toss botol dan semua nya langsung mengangkat botol dan meneguknya. karena terus cegukan Jin Ah sampai menutup hidung nya saat minum. Joon Hee tak bisa berhenti tersenyum melirik Jin Ah.


sudah larut malam semuanya berhambur keluar untuk pulang. saat diluar ketua Tim dari Joon Hee menawarkan Se Young untuk diantarkan pulang karena rumahnya searah.


Seung Chul menyahut kalau dia ingin bareng naik mobil ketua Tim saja. Joon Hee yang tak ingin pulang bareng Seung Chul dan teman teman nya beralasan mau kekantor dulu karena tas nya ketinggalan. Seung Chul mengeluh kenapa harus membawa tas kan mau pulang lagian yang lain nya juga tak membawa tas. JOon Hee terdiam kehabisan alasan.


lalu teman Joon Hee yang satunya menanyai dimana Rumah Yoon Daeri? JIn Ah menjawab di bundang. kebetulan teman Joon Hee searah dengan Yoon Daeri jadi dia menawarkan untuk pulang bareng. Jin Ah tersenyum terpaksa menyetujui nya.

"Ahh ada yang keluapaan,dimobilku ada barang yang diminta Nuna ku untuk diberikan padamu"sahut Joon Hee tiba tiba ke Jin Ah.

JIn Ah yang tahu itu trik dari Joon Hee langsung mengiyakan kata Joon Hee dan kebetulan beberapa hari ini dia tak sempat ke kantor. dan selagi ada kesempatan keduanya langsung kabur dari rombongan.




keduanya jalan dengan terburu buru bahkan sesekali Jin Ah menoleh kebelakang memastikan teman teman nya tidak mencurigai nya. keduanya berjalan dengan sangat canggung dan disaat jalanan dirasa sepi JOon Hee berjalan cepat didepan Jin Ah tiba tiba JOon Hee berhenti dan berbalik membuat Jin Ah terkaget.




Joon Hee memberanikan diri bertanya kenapa Nuna menggenggam tangan nya? JIn Ah menjawab santai kalau ada tangan disitu, memang nya kenapa? apakah kau tidak suka? kau juga menggenggam balik tadi.


Joon Hee balik bertanya kenapa Nuna menggenggam duluan? karena aku pengen nya menggenggam duluan. JIn Ah malah tertawa memang nya mau menunggu tua dulu, apakah Joon Hee tidak tahu betapa penting nya Timing antara pria dan wanita.


mendengar nya Joon Hee sedikit bernafas lega, sambil tersenyum dia bertanya apakah itu berarti hubungan nya sekarang antara pria dan wanita?
JIn Ah tak berani menatap Joon Hee bahkan menggerutu kenapa Joon Hee terus bertanya dan mendesak nya seperti itu? apakah Joon Hee suka membuat orang merasa terpojok?

"siapa yang mulai duluan? sampai aku merasa seperti orang yang bodoh?"ucap Joon Hee tak bisa berhenti tersenyum.


Jin Ah tersenyum menutupi bibirnya. JIn Ah berterimakasih karena Joon Hee mengatai dirinya sendiri bodoh, karena Jin Ah mau mengatai Joon Hee seperti itu tapi tak enak hati. JOon Hee sedikit ngambek namun akhirnya Joon Hee bertanya apakah mau minum kopi?


Jin Ah menyetujui nya dan kebetulan didepan Joon Hee sekarang ini adalah ahli pembuat kopi, jadi lebih baik kembali kekantor saja, tapi mungkin akan banyak karyawan lain yang lembur. dengan tersenyum Joon Hee bilang dikantornya tidak ada yang lembur kok. dan keduanya sepakat kembali kekantor. kali ini Joon Hee berjalan sambil menggenggam tangan Jin Ah. keduanya sama sama tak bisa berhenti tersenyum bahagia.



sampai dikantor keduanya menunggu lift dengan berpegangan tangan namun saat ada security keduanya langsung melepaskan genggaman tangan dengan salah tingkah. dan saat Security menjauh Joon Hee kembali menggenggam tangan Jin Ah.

karena kantor Jin Ah dilantai bawah nya kantor Joon Hee jadi Jin Ah keluar lift duluan. terlihat Joon Hee enggan melepaskan genggaman tangan nya pada JIn Ah sampai Jin Ah memaksa agar Joon Hee melepaskan nya dulu. mereka bilang ke Pak Scurity kalau mau lembur.



sampai dikantornya Jin Ah tak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya sampai dia senyum senyum sendiri sambil menutupi wajah nya. sementara Jin Ah menyeduh kopi. dikantornya Joon Hee sibuk sendiri membereskan kantor nya yang berserakan barang barang seperti kaleng minuman dll.



setelah selesai bersih bersih Joon Hee heboh sendiri mempersiapkan diri dari cara duduk dan cara menyapa Jin Ah. bahkan Joon Hee sampai harus bolak balik membuka pintu untuk berlatih menyambut Jin Ah. dan menyetting sensor pintu untuk terbuka terus.



sambil menyeduh kopi JIn Ah dikantornya juga menyempatkan diri untuk berdandan.


Joon Hee senyum senyum menunggu Jin Ah didepan pintu. saat lift terbuka Joon Hee berbinar binar namun ditunggu tunggu tak ada orang yang keluar dari lift, sampai pintu hendak tertutup lagi, dan sesaat pintunya terbuka lagi karena orang yang didalam keluar.


alangkah terkejutnya JOon Hee ternyata yang datang adalah Seung Chul yang sudah mabuk berat. Seung Chul dengan sempoyongan nyelonong masuk kekantor dan ambruk ke kursi. Joon Hee mengeluh kenapa Seung Chul datang kesini? cepatlah pulang.



Seung Chul beralasan kalau dia juga mau mengambil tas dan Seung Chul merasa Joon Hee akan kesepian jika sendirian di kantor. Joon Hee terus berusaha membangunkan Seung Chul namun sulit sekali.

 Jin Ah datang dengan menenteng kopi. Joon Hee segera memberi isyarat agar Jin Ah bersembunyi dulu. dan akhirnya Jin Ah bersembunyi dibalik tokoh kartun yang dipajang dikantor Joon Hee.


SEung Chul ngelantur menanyai sebenarnya siapa cewek yang diceritakan Joon Hee dibar tadi? wanita seperti apa dia? sampai seorang Seo Joon Hee begitu khawatir?

Diam diam Jin Ah tersenyum mendengarnya.


"siapa namanya? Se Jeong? apakah lebih hebat dari Se Jeong"celetuk Seung Chul membuat Joon Hee panik melihati Jin Ah, Joon Hee takut kalau Jin Ah mendengarnya. Joon Hee menyuruh Seung Chul diam dan jangan bicara sembarangan.

"kapan aku bicara sembarangan, waktu kau ikut wamil, gara gara Se Jeong kau menderita setengah mati"

"dasar kampret..ngomong apa sih kau"Joon Hee membangunkan Seung Chul dan tak lupa menyampirkan tas nya lalu berusaha memapah nya keluar.


Seung Chul belum selesai bicara:"memang sih So Jeong itu cantiknya luar biasa"omel Seung Chul. Joon Hee terus memapah Seung Chul hingga keluar, sambil dipapah tak lupa sebelum keluar Seung Chul mematikan lampu dan juga mengunci pintu. diam diam Jin Ah mendengar semua ocehan Seung Chul. walaupun sedikit kesal tapi Jin Ah senyum senyum.



dipinggir jalan Joon Hee membantu mencari taksi. dan parah nya Joon Hee menyampirkan Seung Chul ke pagar besi pinggir jalan.


saat taksi sudah tiba Joon Hee segera memasukkan Seung Chul kedalam. Joon Hee membayar ongkos taksi nya. Seung Chul bertanya kenapa Joon Hee tak masuk sekalian. Joon Hee beralasan masih ada urusan. sudah didalam Seung Chul terus mengomel.

"aku mencintaimu"omel Seung Chul sembari membentuk jarinya love.

"aku juga mencintaimu"jawab Joon Hee asal agar Seung Chul cepat enyah. hahaha.



Taksi sudah jalan. Joon Hee langsung berjalan cepat sambil menelepon Jin Ah. Jin Ah mengangkatnya "Joon Hee kenapa kau lama sekali, aku takut"ucap Jin Ah dengan nada bergetar.


Joon Hee panik langsung berlari meminta Jin Ah menunggunya dalam hitungan 100 tak ada dia akan datang. Jin Ah malah senyum senyum karena baru saja mengerjai Joon Hee. dan seperti yang dilakukan Joon Hee waktu itu, Jin Ah juga mengintip Joon Hee dari jendela. terlihat Joon Hee berlari sangat kencang.



sampai dikantor Joon Hee mencari cari Jin Ah dikegelapan. Jin Ah mengerjai Joon Hee dengan menggunakan topeng seram. Joon Hee terkaget sampai terduduk dilantai. karena begitu terkejut Joon Hee ngambek.



"kenapa marah, kan cuma bercanda"keluh Jin Ah

"siapa yang marah?"jawab Joon Hee manyun terengah engah

"kalau kau marah aku tak jadi memberimu kopi"

"aku tak mau minum"

"kalau begitu jangan minum, Oh Ya besok siang aku mau makan dengan Seung Chul Ssi kau mau ikut"goda Jin Ah

"kenapa mendadak ingin makan dengan Seong Chul?"tanya Joon Hee masih ngambek.

"So Jeong"jawab Jin Ah sambil berlalu. Joon Hee langsung mengejarnya dan menjelaskan kalau itu bukan apa apa.


sesaat kemudian lampu sudah dinyalakan dan keduanya duduk dikursi dengan berjauhan. Jin Ah meminum kopinya sendiri sementara Joon Hee duduk merasa bersalah didepan nya agak jauh.


karena tak enak duduk berjauhan Joon Hee perlahan mendekati Jin Ah untuk duduk disamping JIn Ah,namun baru selangkah Jin Ah memperingatkan kalau dia menyuruh Joon Hee tetap duduk disana saja. Mau tak mau Joon Hee kembali ke posisinya. dengan tersenyum tak enak Joon Hee menjelaskan kalau beneran tak ada apa apa dengan dirinya dan So Jeong.



"sungguh oppa fakultas seni rupa memang beda, gak ada apa apa tapi menderitanya setengah mati, dan juga sangat teliti"sindir Jin Ah tersenyum menang seolah olah marah.


Joon Hee menghela nafas lalu berkata mana mungkin ada seseorang tanpa masa lalu, lagipula kau sendiri yang bilang pada saat saling menyukai harus menggebu gebu,panas membara itulah yang dinamakan cinta? jika tidak itu namanya bukan pasangan, kau bilang begitu kan?"jelas Joon Hee


"kau menghafal nya tanpa melewatkan satu patah kata pun?"

"tentu saja masak kau tak tahu betapa telitinya aku sebagai seorang pria?"goda Joon Hee.

Jin Ah tertawa dan Joon Hee langsung mengajak Jin Ah karena Joon Hee mau menunjukkan sesuatu.



ternyata Joon Hee menunjukkan hasil gambaran nya dikomputer. Jin Ah sangat kagum dengan hasil gambar Joon Hee, namun Joon Hee langsung malu saat gambar kartun nya ada yang sedikit fulgar. Joon Hee berusaha menutupinya namun Jin Ah melarang nya.


Joon Hee juga mengajari Jin Ah cara menggambar. sesekali Jin Ah melirik Joon Hee yang jarak nya sangat dekat dengan nya.


Jin Ah sudah dirumah dan langsung mencuci muka nya sekaligus menggosok giginya. dan setelah itu tak lupa JIn Ah memaskeri wajah nya.


Joon Hee baru keluar dari taksi dan langsung berlari kerumah nya agar bisa segera berteleponan dengan Jin Ah.


dikamarnya JIn Ah kaget mendapat Video Call dari Joon Hee. sebelum mengangkat nya Jin Ah kepanikan mengatur posisi dirinya dan tak lupa melepas masker nya.

"ahh kau sudah sampai dirumah"tanya Jin Ah berlagak santai.


"apa maksudmu sampai dirumah? aku telepon setelah sampai dirumah dan selesai mandi, lihat bajuku juga sudah ganti"jawab Joon Hee bohong padahal dilantai sebelah nya berserakan baju baju dan tas yang baru dipakainya.


keduanya lanjut mengobrol via telepon hingga semalaman, entah apa yang mereka bicarakan namun terlihat senyum sumringah terpancar dikeduanya.


paginya Jin Ah terbangun dengan ponsel tertempel di telinganya. Jin Ah melihat ponselnya habis batry dan langsung terkaget karena bangun kesiangan. Jin Ah bergegas bangun.


ibu sedang masak didapur. JIn Ah berlari kedapur mengambil air minum sambil menggeruru kenapa ibunya tak membangunkan nya? Ibuu dengan santai menjawab kalau biasanya Jin Ah memasang alarm jadi tadi ibu mengira Jin Ah sengaja bangun siang. Jin Ah langsung berlari keluar sambil berteriak akan membawa mobil ayah nya. ayah menyahut "hati hati ya".

"sepertinya semalaman dia bertelepon"gumam ayah

Ibu trekejut memang nya JIn Ah ngobrol dengan siapa? apakah dia punya pacar? ayah meminta istrinya untuk jangan ikut campur dan biarkan berjalan natural.


ibu JIn Ah kembali mengomeli suaminya yang menurutnya menjadi penyebab putusnya Gyoo Min dan Jin Ah. iBu mengatai kalau suaminya masih jadi pemimpin pasti anak anak nya tidak akan dianggap rendah oleh orang lain. tak tahan ayah Jin Ah memilih pergi menghindari istrinya.


Jin Ah sudah diparkiran dan sudah melajukan mobil nya. belum juga keluar dari area parkir ponsel Jin Ah berdering telepon dari Joon Hee. JOon Hee bilang kalau dia mau mengantar Jin Ah dan sudah mau sampai. JIn Ah terkejut namun menyetujui untuk dijemput. dan Jin Ah mengaku masih dirumah menuruni tangga. setelah menutup telepon nya JIn Ah langsung dengan cepat memarkirkan mobilnya kembali.


Joon Hee yang bilang hampir sampai ternyata sudah diarea parkir sejak tadi dan melihat juga Jin Ah memarkirkan kembali mobil nya. Joon Hee tersenyum melihat tingkah Jin Ah.


Joon Hee senyum senyum sendiri mengintip cara Jin Ah memarkir mobil dengan cepat. setelah terparkir dengan benar Jin Ah dengan terburu buru jalan kedepan dan langsung disambut Joon Hee.


Jin Ah bertanya kenapa Joon Hee tak menelon nya dulu kalau mau menjemput kan takutnya kelewatan. Joon Hee menjawab kalau telepon JIn Ah tak aktif. Jin Ah membenarkan karena ponselnya semalam batry nya habis.

lalu Joon Hee bertanya apakah Nuna baru keluar rumah? Jin Ah mengiyakan. tapi Joon Hee justru tertawa mendengarnya. JIn Ah bingung kenapa Joon Hee tertawa? Jin Ah langsung mengerti dan menebak apakah Joon Hee melihatnya tadi?


Joon Hee tak bisa berhenti tertawa. JIn Ah saking malunya langsung melangkah duluan meninggalkan Joon Hee. Joon Hee justru menggoda Jin Ah yang segitu ingin cepat bertemu dengan nya ya sampai memarkir mobil dengan begitu cepat.

Jin Ah kesal menyuruh Joon Hee segera membuka pintu mobil nya.


didalam mobil Joon Hee masih menggoda Jin Ah tentang di parkiran tadi.
"aigooo..kau menggemaskan sekali"goda Joon Hee sembari menggenggam tangan Jin Ah.

"sudahlah"jutek Jin Ah memalingkan muka



Joon Hee semakin menggoda JIn Ah kalau setiap hari menjemput Jin Ah pasti akan sering melihat hal semacam tadi. JIn Ah menyuruh Joon Hee diam memang nya belum puas mengejek nya.

"kenapa? kau memang begitu menggemaskan kok"

Jin Ah manyun namun perlahan tersenyum lalu bertanya benarkah dia menggemaskan?

"kau percaya?"ejek Joon Hee lagi.

"lepaskan"ucap Jin Ah ngambek sambil menarik tangannya.



Joon Hee tak mau melepaskan karena dengan susah payah dia ingin menggandeng tangan Jin Ah dan kini baru berhasil. diam diam Jin Ah tersenyum namun sejenak dia berfikir apakah benar benar tidak apa apa jika mereka berhubungan seperti ini?

"harus tidak apa apa"tegas Joon Hee

"kau tidak takut?"

"memang nya kita berbuat salah? jangan terlalu khawatir, jika ada masalah kita selesaikan secara langsung"

"apakah bisa dipercaya?"ledek Jin Ah

"ahh aku rasa Nuna sudah terperangkap dalam pesonaku?"

JIn Ah tertawa tak percaya mendengar kenarsisan Joon Hee. Joon Hee hanya senyum senyum sambil terus menggenggam tangan Jin Ah.


Dikantor telah usai sebuah rapat dan terlihat tanpa Jin Ah. Direktur Nam meminta Gong Chajang mengurus daftar piket nya. seperginya Direktur Nam, Gong Chajang mengumumkan kalau akan ada peresmian toko baru dan kebetulan pemilik nya masih kerabat dekat dengan Presdir jadi Gong Chajang meminta salah satu perwakilan dari supervisor ada yang ikut dengan nya.


semuanya yang hadir dirapat langsung menunduk seolah tak ada yang ingin ikut karena Gong Chajang dikenal pria cab*l.
melihat semuanya menunduk Gong Chajang mengeluh kenapa semuanya ingin bekerja enak dan nyaman nya saja. Gong Chajang mengingatkan agar semua nya berdiskusi siapa yang akan ikut dengan nya dan segera melaporkan nya.

seperginya Gong Chajang. Geum Bo Ra langsung berdiri tegas tak akan pergi. diikuti Se Young yang juga tak akan pergi. lalu semuanya juga menolak pergi, tinggalah Ye Eun yang tersisa. Ye Eun kebingungan harus bagaimana.


para karyawan wanita sedang berdiskusi untuk siapa yang akan menemani Gong Chajang dinas luar. Se Young dan Geum Bo Ra malah bersitegang karena sama sama tak mau pergi. bahkan Geum Bo Ra bersedia mengundurkan diri jika disuruh pergi dengann Gong Chajang.


Ye Eun menghentikan perdebatan keduanya karena untuk apa saling bertengkar Toh yang akan pergi tetap dirinya karena dia junior disini. Geum Bo Ra kesal padahal sudah menasihati Ye Eun berulang kali agar jangan mengikuti Yoon JIn Ah yang selalu memutuskan segala sesuatu dengan membabi buta. Ye Eun menjawab kalau sebenarnya juga tak ingin pergi dengan Gong Chajang tapi mau gimana lagi.


Jin Ah baru sampai dikantor dan menyapa teman teman nya dengan senyum sumringah kalau lama sekali tak jumpa. Geum Bora dan Se Young bergumam kalau orang yang beruntung baru datang. JIn Ah tak curiga bertanya memang nya kenapa dia dibilang beruntung?

Ye Eun mengangkat tulisan kalau Yoon Daeri kebagian tugas Dinas Luar. Jin Ah yang memang tak tahu apa apa langsung menyetujui untuk dinas luar tapi siapa yang mau menggantikan kerjaan nya di Toko Gasan.


dengan cepat Geum Bo Ra langsung menyetujui kalau dirinya akan menggantikan Jin Ah di Toko Gasan. Geum Bo Ra langsung pulang diikuti juga Se Young.

seperginya Bo Ra dan Se Young. Ye Eun merasa bersalah pada Yoon Daeri. Jin Ah bertanya kenapa? Ye Eun meminta maaf karena yang dimaksud piket adalah Dinas luar dua hari satu malam bersama Gong Chajang. JIn Ah langsung berekspresi kesal dan terkejut mendengarnya.



Di atas gedung Jin Ah janjian dengan Joon Hee. Jin Ah terlihat tak bersemangat dan lesu. Joon Hee terkejut diberitahu kalau Jin Ah harus dinas luar. Joon Hee bertanya kemana? apakah tak boleh ikut?

Jin Ah menjawab mana boleh lagian 2 hari semalam. Joon Hee senang kan lumayan bisa jalan jalan setelah bekerja. Jn Ah malah mengeluh kalau pasti dia sudah gila karena menyetujui pergi dengan orang itu.

"ternyata bukan sendirian? dengan karyawan pria?"tanya Joon hee sedikit terkejut.

Jin Ah hanya diam kesal. lalu Joon Hee mengatai apakah perusahaan Jin Ah tak punya otak mana boleh sama perempuan? siapa orang nya? berapa umurnya?


dengan lesu Jin Ah menjelaskan kalau semua itu bukanlah masalah tapi masalah nya adalah bisa memicu kekesalan. JOon Hee nampaknya mengerti yang dimaksud Jin Ah karena Joon Hee menebak apakah yang dimaksud Jin Ah si psikopat itu? yang suka karaoke dengan wanita?

Jin Ah tak menjawab tapi Joon Hee langsung tahu kalau itu benar si psikopat itu. Joon Hee langsung dengan tegas melarang Jin Ah pergi. Jin Ah sebenarnya juga tak ingin pergi tapi dia sudah terlanjut tunjuk tangan dan awalnya memang tak tahu kalau pergi dengan Gong Chajang. Jin Ah mau nya pergi dengan Joon He saja.


Joon Hee yang awalnya manyun langsung terenyum mendengar Jin Ah mau pergi dengan nya. dan itu gampang bagi Joon Hee karena JOon Hee tinggal ikut saja. Jin Ah bingung lalu bagaimana dengan pekerjaan Joon Hee? bukan kah tadi bilang sangat repot?

"kalau sampai tidak bisa ya aku keluar"tegas Joon Hee

"ahh gila"desah Jin Ah tersenyum

"gila ya.. gara gara siapa?"balas Joon Hee menggenggam tangan Jin Ah. Jin Ah langsung mendekatkan duduk nya disamping Joon Hee.



namun tak berselang lama datang segerombolan karyawan lain. keduanya langsung melepaskan genggaman dan duduk agak menjauh lagi.


JIn Ah mengatakan kalau habis ini mau kerja ke lapangan dan malam nya akan mampir ketempat Kyung Sun karena sudah beberapa hari tak memberinya kabar sepertinya Kyung Sun ngambek tapi sedikit rindu juga sih. Joon Hee mengangguk dan kalau begitu nanti dia akan kesana juga.

Jin Ah terkejut apakah tidak akan terasa aneh jika bersama sama ditempat kyung Sun. Joon Hee menjawab sedikit deg deg an akan lebih menyenangkan dan Joon Hee mengajak Jin Ah taruhan akting siapa yang lebih meyakinkan?

"ahh dasar"desah Jin Ah.


malam sudah larut, Di Toko Gasan sudah tutup. semenjak Jin Ah berada di Toko Gasan pemilik toko semakin baik terhadap Jin Ah. Pemilik toko bertanya apakah Yoon Daeri masih belum selesai? Jin Ah malah menyuruh pemilik toko pulang saja duluan karena dia masih mau menghubungi bagian logistik. pemilik toko hendak menemani Jin Ah tapi JIn Ah malah menyuruhnya segera pulang saja istirahat dirumah dan besok jangan sampai terlambat.



seperginya pemilik toko Jin Ah kembali melanjutkan catat mencatat nya. ada suara seseorang masuk dan tanpa melihat nya dulu Jin Ah bertanya kenapa pemilik Toko kembali? dan ketika menoleh ternyata Gyoo Min.



JIn Ah langsung bertanya ketus dari mana Gyoo Min tahu kalau dia ada disini? Gyoo MIn meminta dibikinin kopi dulu dan dia akan bayar kok.


Di Toko Kyung Sun juga sudah tutup. Joon Hee baru datang. Kyung Sun terkejut bertanya kenapa Joon Hee datang? kenapa tak menelepon dulu? Joon Hee protes memang nya kalau mau datang harus kasih tahu dulu. Kyung Sun tersenyum. lalu Joon Hee bertanya apakah kakak mau siap siap pulang?

"tidak, tadi katanya Jin Ah mau datang tapi kenapa hapenya tak bisa dihubungi?"

Joon Hee langsung panik bertanya apa maksud kakak? Kyung Sun tadinya mengira kalau didalam toko tak boleh membawa hape tapi kan sekarang sudah jam tutup toko, jangan kan telepon, disms saja tak mau balas. Joon Hee semakin terlihat panik.


Jin Ah bertanya sebenarnya apa mau Gyoo Min? Gyoo Min menjawab ingin sekali balikan dengan Jin Ah. JIn Ah mempertegas kalau dia tidak sudi balik dengan Gyoo Min. dengan memelas Gyoo MIn meminta Jin Ah kembali padanya.


Jin Ah tetap tak mau. Gyoo MIn terus memaksa dan ingin sekali kembali memiliki JIn Ah. JIn Ah mengatai cara berfikir Gyoo Min sudah salah jadi lebih baik Gyoo Min pergi.

"jangan seperti itu, kau pikir kau hebat?"

"lalu kenapa kau begitu tidak berguna, lulusan universitas terkemuka dan banyak uang,sungguh jenuh, pulanglah aku akan tutup toko"usir Jin Ah sambil berlalu pergi.


Gyoo Min tak terima langsung menghentikan Jin Ah dengan kasar. Jin Ah marah mengatai Gyoo Min gila dan Gyoo Min malah memaksa memeluk Jin Ah, JIn Ah mendorong Gyoo Min. Gyoo Min kembali memeluk paksa Jin Ah, Jin Ah kembali mendorong Gyoo Min sampai Gyoo MIn tersungkur.



ketakutan Jin Ah berlari kedalam untuk mengambil ponsel dan berusaha menghubungi seseorang. namun Gyoo Min lebih dulu menangkap Jin Ah dan berusaha memaksa mencium JIn Ah. walaupun sedikit lemah JIn Ah berhasil mendorong Gyoo Min namun malah menabrak gelas gelas hingga berjatuhan. Gyoo Min masih terus berusaha mengejar JIn Ah beruntung JIn Ah menemukan krim lalu menyemprotkan nya ke wajah Gyoo Min.


Gyoo Min sangat kesal dengan JIn Ah. Jin Ah meneriaki Gyoo Min memang nya dengan Gyoo Min seperti ini akan mengubah pikiran nya? dan apakah Gyoo Min sedang berusaha menunjukkan kekuatan nya? JIn Ah mengatai Gyoo Min sampah karena pria yang menyelesaikan dengan kekerasan adalah pria sampah.


Joon Hee dan Kyung Sun dalam perjalanan mencari JIn Ah ke Toko Gasan. dijalan sambil mengemudi Joon Hee terus diam dan terlihat sangat panik. apalagi mendengar Kakak nya yang disamping sedang menelepon Ibu JIn Ah dan ternyata Jin Ah belum pulang. Kyung Sun sangat panik karena baru kali ini JIn Ah tak bisa dihubungi.


Kyung Sun terus bergumam mau gila rasanya karena Jin Ah tak bisa dihubungi.

Lanjut Episode 4 Part 2

0 Response to "SINOPSIS Something In The Rain Episode 4 PART 1"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel