SINOPSIS Something In The Rain Episode 15 PART 2

All Images By : JTBC


Jin Ah sampai dirumah langsung tidur diranjang nya.

Joon Hee sudah kembali dari Tiongkok. masih di Bus Joon Hee mencoba menelepon Jin Ah namun tak ada jawaban. karena tak diangkat Joon Hee meng sms Jin Ah bertanya apakah masih kerja? kenapa telepon nya tak diangkat?


ternyata ponsel Jin Ah bergetar didalam tas namun Jin Ah tak mendengar nya.

Joon Hee sudah sampai dirumah dan masih terus menelepon Jin Ah tapi tetap tak dijawab.


Dirumah Jin Ah baru terbangun dan ponsel nya sedang bergetar dari Bo Ra. Jin Ah mengangkatnya. Bo Ra langsung bertanya dimana Jin Ah? Jin Ah menjawab dirumah. Bo Ra mengomel kenapa dari tadi Jin Ah tak menjawab telepon.

"ada apa?"tanya Jin Ah pelan

"apakah Joon Hee sudah datang?"

"apa?"tanya Jin Ah dengan sedikit terkejut.

"dia meneleponku katanya telepon mu tak bisa dihubungi, dia sangat panik seperti waktu kecelakaan dulu"

"lalu?"

"setelah ngobrol ngobrol akhirnya aku cerita masalah kau pindah rumah"




Jin Ah hanya bisa menghela nafas. lalu terdengar seseorang mengebel pintu. Jin Ah membuka nya ternyata Joon hee. keduanya diam canggung apalagi ekspresi Joon Hee terlihat sangat marah. JIn Ah bercanda kalau Joon Hee pintar juga nyari alamat nya. dengan kikuk Jin Ah menyuruh Joon Hee masuk dulu.


Joon Hee celingukan melihat lihat rumah baru Jin Ah yang hanya seukuran kamar saja dan terlihat sangat menyedihkan. Jin Ah menawari makan Joon Hee tapi dia hanya punya ramen namun saat membuka lemari ternyata ramen pun tak punya. Jin Ah salah tingkah sendiri lalu mengajak Joon Hee makan diluar saja. tapi Joon Hee menolak karena dia hanya ingin bicara dengan Jin Ah.


Jin Ah mengiyakan saja lalu mengambilkan kursi kecil namun Joon Hee malah duduk dilantai. JIn Ah mengambilkan minum dan beralasan kalau masih belum sempat beli meja jadi air nya ditaruh dilantai saja. Joon Hee berkata lirih kalau dia tak apa apa.



Jin Ah bertanya kok sudah pulang katanya baru besok. Joon Hee menjawab kalau pekerjaan nya sudah selesai jadi pulang lebih cepat. Jin Ah protes kenapa JooN hee tak memberitahunya kalau pulang jadi bisa menjemputnya dibandara.

Bukan nya menjawab Joon hee malah dengan ketus bertanya kenapa Jin Ah merahasiakan perihal pindah rumah, apakah takut aku khawatir? dan bukankah sudah sepakat akan dibicarakan setelah balik dinas luar? kenapa terburu buru, cuma satu minggu saja.

Jin Ah:"lalu dirimu, katanya kau sudah cancel tempat tinggalmu"

Joon Hee:"sudah ku bilang mau ke amerika"

Jin Ah:"kau kira aku tak tahu hatimu yang sebenar nya, kau membatalkan tempat tinggalmu karena kau ingin menggunakan uang nya untuk membantuku kan?"

Joon Hee:"apa salah nya? aku bilang aku akan membantumu semampuku"

Jin Ah:"lalu bagaimana posisiku, Kyung Sun bilang kekhawatiranmu terhadapku sudah beratus bahkan beribu kali lipat melebihi ibuku sendiri, seberapa jauh lagi kau akan mengecewakannya? aku tak sanggup"

Joon Hee:"lalu aku? aku harus diam saja tanpa melakukan apapun? apa arti nya aku pada Yoon Jin Ah?"

Jin Ah menjawab kalau Joon Hee tak perlu melakukan apa apa dan tak bisakah jika 2 orang saling mencintai saja tanpa harus melakukan suatu apapun. Joon Hee tak bisa. dan keduanya terus berdebat saling merasa sama sama benar. hingga akhirnya Joon Hee berkata kalau sudah tak sanggup jika begini terus. Jin Ah bertanya apa maksud Joon Hee?

Perlahan Joon Hee menjawab:"mereka yang selalu berharap kita putus, aku sudah tak sabar lagi"

"jangan seperti ini, kita fikirkan dengan pikiran dingin dulu"

"kau fikirkan saja sendiri"ketus Joon Hee menatap Jin Ah tajam. Jin Ah hanya bisa diam memaku.


sesaat kemudian Joon Hee keluar dari area apartemen Jin Ah dengan kesal. sementara Jin Ah didalam hanya bisa diam menahan kesal karena kesialan sepertinya tiada hentinya menghampiri hidupnya. Jin Ah mencoba menuang minuman namun sial nya minuman malah tumpah.



Keesokan nya dikantor Jin Ah berbicara dengan Gong Chajang berdua secara pribadi, Jin Ah menyodorkan hape nya untuk merekam permintaan maaf Gong Chajang. awalnya Gong Chajang menolak dengan alasan kalau sampai keluarganya tau dia akan menjadi ayah yang sangat memalukan. lalu JIn Ah membalikkan fakta jika seandainya anak perempuan Gong Chajang sendiri menerima perlakuan seperti yang dia dapatkan bagaimana perasaan Gong Chajang?


Gong Chajang langsung membentak Jin Ah berani berani nya bicara seperti itu tentang anak nya. Jin Ah berdiri hendak pergi mengancam akan menuntutnya jika tak melakukan permintaan maaf.

akhirnya Gong Chajang mau meminta maaf pada Jin Ah tentang perlakuan nya selama ini. belum cukup disitu Jin Ah juga meminta Gong Chajang menulis surat permintaan maaf di internet kalau tidak maka dia akan mengunggah rekaman nya ini. Jin Ah langsung beranjak pergi meninggalkan Gong Chajang yang semakin kesal.


setelah menemui Gong Chajang, Jin Ah dipanggil keruangan Direktur Nam. Direktur Nam dengan sopan menyuruhnya duduk tapi Jin Ah menolak karena mungkin hanya sebentar saja.

Direktur Nam bertanya apakah Jin Ah sudah bertemu dengan pengacaranya? JIn Ah mengangguk. lalu Direktur Nam memberi pengertian kalau masalah ini bukan lah permasalahan yang bisa diselesaikan secara emosional dan keras kepala, dan lagipula jika diproses secara hukum maka JIn Ah akan mengalami kerugian yang sangat besar.


Jin Ah menjawab kalau dia tak sekanak kanakan itu menyelesaikan masalah dengan emosi. Direktur Nam kesal sendiri dan tak bisa berbasa basi lagi. Direktur Nam membentak dan menuduh JIn Ah kalau ini hanya permainan JIn Ah saja. JIn Ah mendesah tak habis fikir.


keesokan nya Dikantor Joon Hee menemui ketua Tim nya. Ketua Tim memberi kabar ke Joon Hee kalau kebetulan ada karyawan cabang di amerika yang ingin dimutasi ke KOrea jadi Joon Hee bisa berangkat segera ke amerika. Joon Hee sedikit terkejut karena jadwal nya dipercepat. Ketua Tim bertanya apakah ada masalah? bukankah kemarin JooN hee bilang lebih cepat lebih baik. Joon Hee tersenyum kecil bilang tak apa apa.


Joon Hee dikantornya terus murung kesal memikirkan akankah dia ke amerika sementara Jin Ah tak mau diajak ke amerika.


sementara dikantor Jin Ah semua staf sudah menerima email tentang siapa siapa saja yang mendapat kenaikan jabatan. mulai dari Jeong Bujang, Choi Chajang, Ye Eun, Kim Dong Wook, Se Young, Bo Ra dan juga Jin Ah. hanya saja Yoon Jin Ah selain naik jabatan juga di mutasi ke daerah Paju.



setelah menerima email JIn Ah diminta menemui Jeong Bujang ke ruangan nya. Jin Ah membawakan kopi dan sekaligus memberi selamat atas kenaikan Jeong Bujang menjadi direktur. Jeong Bujang menyindir kenapa Jin Ah masih bisa tertawa padahal kenaikan jabatan menjadi manager di bagian pusat logistik di paju bukan seperti menjadi pekerjaan yang mudah.



Jin Ah bercanda apakah dia harus mendatangi ruangan presdir lalu membuat onar? Jeong Bujang tersenyum karena sebenarnya yang diharapkan presdir adalah mencarii kesalahan Jin Ah. maka dari itu Jin Ah memilih diam saja dan akan melakukan pekerjaan nya dengan baik dan bertahan.

Jeong Bujang:"seperti nya orang orang akan bilang kalau Yoon Jin Ah itu sangat keji"

"inilah effek yang ku nanti nantikan"canda JIn Ah tersenyum

"saking kejinya sampai membuat orang nyaman"

"belajar dari siapa dulu dong?"jawab Jin Ah lagi

"aku tidak bisa dibandingkan dengan mu, kau sangat luar biasa,akulah yang sudah banyak belajar dari mu"

"itu karena aku belum mencobanya, sebenarnya kalau aku sudah membulatkan tekad, pasti aku bisa melakukan nya dengan sangat baik"ucap Jin Ah senyum senyum.


Jeong Bujang menyindir Jin Ah yang sudah begitu narsis dipuji sedikit saja. keduanya senyum senyum.


Jin Ah dan Bo Ra sama sama menunggu lift. terlihat Bo Ra hanya cemberut dan sedih. Jin Ah menyenggol lengan Bo Ra mengejek kalau akting BO Ra sungguh jelek sekali, kalau mau mengekspresikan kesenangan naik pangkat ya ekspresikan saja.


Bo Ra balik mengatai Jin Ah yang masih bisa berekspresi kegirangan dengan kenaikan pangkat nya padahal kalau dipikir pikir kenaikan pangkat Jin Ah bukan lah promosi jabatan tapi sanksi. dan ini bisa diprotes ke pengadilan.

Jin Ah malah tersenyum berkata akan terus bertahan sampai titik darah penghabisan. Bo Ra geleng geleng tak percaya JIn Ah orang sekuat ini. Jin Ah tersenyum bertanya apakah Bo Ra mau ditraktir minum untuk merayakan ini? Bo Ra menyindir kalau ini ulang tahun JIn Ah, apakah Jin Ah tak bertemu pacar? JIn Ah menjawab asal kalau Joon Hee sedang ada meeting jadi ketemu nya nanti malam. Bo ra menolak ditraktir karena mending waktunya Jin Ah gunakan saja dandan secakep cakep nya.

Jin Ah:"memang nya mau malam pengantin harus dandan secakep cakep nya?"


Bo Ra dan Jin Ah saling tertawa. Pintu lift terbuka dan terlihat didalam sudah ada Joon Hee bersama rekan rekan nya. Jin Ah dan Bo Ra terlihat biasa saja dengan masih saling tertawa. sampai Joon Hee juga ikutan senyum melihat keduanya.


didalam lift Jin Ah dan Bo Ra masih terus cekikikan, sampai akhirnya bertambah orang dan semakin berdesakan. tangan Jin Ah dan Joon Hee saling bergesekan, perlahan Joon Hee menggenggam tangan Jin Ah, keduanya teringat saat pertama kali JIn Ah menggenggam tangan Joon hee di Bar, dan kali ini Joon Hee yang menggenggam tangan Jin Ah duluan. dan sebenar nya Jin Ah ingin melepaskan tangan Joon hee karena malu namun Joon hee sekuat tenaga tatap menggenggam tangan Jin Ah. keduanya senyum senyum saling melirik.



setelah pintu lift terbuka keduanya jalan pisah masing masing dengan tujuan sendiri sendiri. Joon Hee dengan rekan rekan nya sementara Jin Ah dengan Bo Ra.


pulang kantor Jin Ah merayakan ulang tahun nya bersama ayah ibu dan Seung Ho dirumah keluarganya. Ibu sudah menyiapkan segala macam makanan. dan semuanya menyanyi untuk Jin Ah. ayah memberi ucapan selamat ulang tahun sekaligus kenaikan jabatan untuk Jin Ah. ayah memuji putrinya sangat luar biasa. Seung Ho mencandai kakak nya yang mungkin kantor nya kekurangan orang sampai seorang Yoon Jin Ah harus diangkat sebagai manajer.


ayah mengatai Seung Ho kalau seperti itu tidak sopan. Seung Ho ngeles kalau dia hanya bercanda. ayah berceletuk dihari penting seperti ini kenapa tak ketemuan dengan Seo Joon Hee?

JIn Ah belum menjawab ibu sudah menyahut dengan memberi ucapann selamat ke JIn Ah kalau umur semakin bertambah, karir juga meningkat jadi sudah saat nya mencari pendamping hidup yang baik, orang yang berpendidikan tinggi dan ibu juga mengatakan kalau dia punya kenalan yang memiliki kriteria seperti itu.

Seung Ho dan ayah sama sama menunduk karena disaat seperti ini ibu masih saja menyindir soal pendamping hidup untuk Yoon Jin Ah. namun Jin Ah memilih hanya diam bersabar lalu bersulang dengan ayah ibu dan adik nya itu.



setelah minum ibu menegaskan kalau hari ini dia tak ingin bertengkar dengan JIn Ah tapi baginya dia tak akan pernah berubah pikiran dia tak akan pernah menyetujui hubungan Jin Ah dengan Joon Hee karena itu tak akan mungkin jadi jangan coba cobba untuk merubah nya. Jin Ah juga menegaskan kalau dia tak akan merubah ibunya karena baginya dia juga tak akan menyerah karena tak mungkin juga baginya untuk menyerah.

"sebelum aku memakimu sebaiknya kau menutup mulutmu"jelas ibu pelan.

ayah menyahut agar ibu menghentikan omongan nya. Ibu tak tahan langsung mengatai JIn Ah yang tak tahu malu karena memacari orang yang bahkan sampai matipun tak jelas masa depan nya dan itu sudah terlihat dari latar belakang keluarganya.

"Ibu.."teriak Seung Ho menghentikan ibu nya.


Ibu tak mau kalah. ibu malah mengomeli seung Ho yang juga harus menyingkirkan segala macam wanita yang asal usulnya tak jelas sebelum Seung Ho mendapat titel s3 nya. Seung Ho menghela nafas. sementara Jin Ah hanya diam menahan kesal.

sekali lagi ibu menegaskan ke Jin Ah kalau jangan sampai Jin Ah memiliki pemikiran tentang suatu hari mengajak Joon hee kerumah ini karena sampai mati pun ibu tak akan mengizinkan si kunyuk itu menginjakkan kaki dirumah ini. Jin Ah tak tahan langsung berdiri beranjak dari duduk nya  tanpa mengatakan sepatah kata pun.


ayah bertanya apakah Jin Ah mau langsung pulang? Jin Ah mengiyakan karena katanya ibu tak akan mengizinkan jOon hee menginjakkan kaki nya dirumah ini dan sekarang dia mau ketemu Joon Hee jadi terpaksa dia yang harus pergi. JIn Ah langsung berlalu pergi.


Seung Ho mengejar kakak nya. sementara ayah sudah kesal dengan sikap istrinya memilih masuk juga kekamar. dan tinggalah ibu Jin Ah sendirian memakan hidangan nya sendiri.


Joon Hee pulang rapat. melihat Jin Ah masuk kesebuah kedai. Joon Hee berfikir fikir kenapa Jin Ah sudah balik padahal tadi katanya masih merayakan ulang tahun dengan keluarganya. Joon Hee meng sms Seung Ho bertanya apakah ada masalah dirumah? Seung Ho membalas kalau masalah nya ya ibu lagi, memang nya ada apa? apakahh Yoon JIn Ah mengatakan sesuatu?. Joon hee tak membalas lagi.


sesaat kemudian JooN hee sudah menunggu Jin Ah di sebuah restoran mewah. Jin Ah yang baru datang memuji kalau tempat ini bagus sekali. Joon Hee hanya tersenyum.


Jin Ah dan Joon Hee mulai bersulang dan Joon Hee mengambil sebuah kado untuk Yoon JIn Ah yaitu seikat kertas dan sekotak hadiah. Joon Hee mengucapkan selamat ulang tahun. JIn Ah membuka kertas nya dulu dan ternyata sebuah sketsa gambar kalung berliontin merah. dibawah nya bertuliskan 'seluruh hidup Seo Joon Hee dipersembahkan hanya untuk Yoon Jin Ah'.


Jin Ah seakan diam terharu lalu mulai membuka kotak hadiah nya yang ternyata kalung yang liontin nya sama persis dengan sketsa Joon Hee. Jin Ah langsung berkaca kaca penuh haru. Joon Hee bertanya apakah Jin Ah menyukai nya? Jin Ah mengangguk berkata amat sangat menyukainya. Joon Hee memakaikan kalung ke leher Jin Ah.



Joon Hee memuji sangat cantik tapi masih saja kalung itu tak bisa dibandingkan dengan kecantikan Yoon Jin Ah. Jin Ah tersenyum berterimakasih ke Joon Hee.



Lanjut Episode 15 PART 3

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SINOPSIS Something In The Rain Episode 15 PART 2"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...