SINOPSIS Something In The Rain Episode 15 PART 1

All Images By : JTBC


akhirnya Jin Ah mendapatkan tempat tinggal. Jin Ah sudah setuju dan hendak tanda tangan kontrak. ponselnya berdering dari Joon Hee. Joon Hee bertanya dimana Jin Ah sekarang? JIn Ah berbohong menjawab sekarang lagi ditoko. lalu JIn Ah balik bertanya ada apa menelepon nya?

"dinas luar dipercepat, besok harus berangkat jadi aku mau bertemu dengan mu sebelum berangkat"kata Joon Hee. dan Jin Ah menyetujuinya.


sesaat kemudian Joon Hee sudah direstoran mewah sedang menunggu Jin Ah. saat Jin Ah tiba Joon Hee langsung tersenyum menyapa Jin Ah dan mengatakan kalau sudah memesan untuk Jin Ah. sambil menuangkan minum Joon Hee bertanya apakah seharian Jin Ah sibuk karena sama sekali tak sms? Jin Ah mengaku kalau sangat sibuk sekali. Joon Hee berharap nanti saat dia dinas luar Jin Ah akan sesibuk ini.

"kenapa?"tanya jin Ah

"dengan begitu kau tidak akan ada waktu memikirkkan hal lain lain"

"apa maksud hal hal lain?"




Joon Hee khawatir kalau Jin Ah akan memikirkan hal hal aneh jadi Joon Hee minta Jin Ah menunggunya sampai pulang dinas luar dan nanti dibicarakan bersama. Jin Ah bingung kan dia sudah bilang dia sudah sangat puas dengan keadaan nya sekarang. Jin Ah melarang jangan sampai Joon Hee melakukan hal aneh aneh hanya demi dirinya.

"bukan melakukan demi dirimu, tapi memang sesuatu yang harus kulakukan untukmu dan semua yang sanggup kulakukan"tegas Joon Hee membuat Jin Ah
berfikir dan sedikit murung.


Jin Ah ke Toilet mencuci tangan. di Toilet Jin Ah masih memikirkan kata kata Joon Hee. Jin Ah tak ingin kalau Joon Hee melakukan hal hal diluar batas hanya untuk membantu nya.


Jin Ah kembali ke meja. Jin Ah terus murung sembari sesekali menatap Joon Hee. Jin Ah hendak mengeluarkan berkas mungkin surat kontrak sewa apartemen nya. namun terhenti karena tiba tiba Joon Hee bertanya apakah terlintas Jin Ah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan?. Jin Ah terkejut langsung memasukkan berkas nya lagi ke tas.



Jin Ah balik bertanya kenapa tiba tiba Joon hee menanyakan hal semacam itu disaat seperti ini? Joon Hee memberi tahu kalau sebenarnya Joon Hee sudah mengajukan diri ke kantor cabang di amerika tanggal nya sih belum tepat tapi yang pasti akhir tahun ini. Jin Ah sangat terkejut lalu menebak apakah maksud Joon Hee mengundurkan diri lalu pergi bersama ke amerika? Joon Hee mengangguk pelan karena menurutnya ini jalan terbaik.

"dari segi mana?"tanya Jin Ah sinis

Joon Hee tersenyum dan memahami Jin Ah kalau ini memang mendadak. Jin Ah tak setuju lalu bertanya apakah Joon Hee mau melarikan diri? apakah tak bisa cukup hidup bersama dikorea saja, kenapa harus sejauh itu, dan apakah jika diamerika akan normal?

"kau bilang cukup hidup bersamaku saja?"

"benar..tapi keadaan sekarang juga sudah cukup baik"

"sudah kubilang aku tidak sependapat, keadaan dimana serasa ditusuk dari berbagai arah aku sudah tak sanggup untuk tinggal diam lagi"balas Joon Hee

Keduanya sama sama seling menatap diam namun serius karena berbeda pendapat.


beberapa saat kemudian JooN hee mengantar Jin Ah pulang. keduanya hanya saling diam. sampai didepan pintu Joon Hee berkata kalau obrolan ini dilanjut lagi setelah dia pulang dari dinas luar. Jin Ah mengangguk saja. Joon hee tersenyum lalu memeluk Jin Ah dan menyuruh nya segera masuk. Joon Hee juga berpesan agar Jin Ah jangan memendam semuanya dihati dan lebih hidup bahagia.


sampai dikamar nya Jin Ah melihati lagi surat kontrak nya. Jin Ah hanya bisa menghela nafas.


keesokan nya Joon Hee berangkat dinas luar.


dikantor Jin Ah merasa ada keanehan diantara rekan rekan kerja nya yang semuanya menatap nya aneh bahkan sedikit menjauhi Jin Ah.



Jin Ah berdiri diatap sendiri dengan menyeruput segelas kopi. ponselnya bergetar dari Kyung Sun.


sesaat kemudian Jin Ah sudah ketemuan dengan Kyung Sun di Cafe biasanya. keduanya hanya diam canggung. akhirnya JIn Ah buka suara. Jin Ah menebak pasti Kyung Sun sekarang membeban kan kesalahan pada nya karena Joon Hee mengambil keputusan seperti ini(berencana ke amerika).padahal Jin Ah sendiri juga tak tahu kalau situasinya akan seperti sekarang ini.

dengan sinis Kyung Sun mengatakan kalau Joon Hee bukan seorang yang gegabah dalam mengambil keputusan bahkan dia tak mau diskusi denganku dulu kalau sekarang sudah ke kantor real estate dan membatalkan aparteman nya(apartemen yang dihuni Joon Hee sekarang). "apa rencana kalian sebenarnya?"tanya Kyung Sun sinis.



Jin Ah meminta Kyung Sun jangan tersinggung tapi tolong jangan campur adukkan semua masalah. Kyung Sun menyindir kalau Joon Hee sangat ingin hidup dengan Yoon JIn Ah karena tak bisa lepas dari Yoon Jin Ah.

"kalau bicara masalah pingin, aku yang lebih pingin, jujur saja entah mau dihajar habis oleh ayah ibu dan rambutku dijambak habis olehmu aku sama sekali tidak takut,aku juga ingin berpura pura seolah olah tidak bisa mematahkan argumen Joon Hee, dan melakukan seperti yang diminta dia 'berlindung dibalik tubuh joon Hee akankah aku merasa aman?' pernah terlintas dipikiranku seperti itu, tapi keegoisanku belum sampai situ,dari luar walaupun sudah menemukan alasan supaya Joon Hee tidak merasa tertekan dimaki maki, tapi sebenarnya aku malah mempertimbangkan diriku sendiri,hal yang ingin  kulakukan masih banyak sekali, tidak mungkin aku meninggalkan semua nya dan memperttaruhkan nya pada diri Joon Hee,aku akan tetap seperti sekarang ini, sambil pacaran melakukan banyak hal yang ingin kulakukan dan harus kulakukan"ucap Jin Ah panjang lebar.


"haruskah aku berterimakasih padamu atau bilang kau bawa sial?"

"maaf"ucap Jin Ah

"aku tak tahu kau yang berubah atau ternyata memang selama ini aku tak memahamimu"

Jin Ah menjawab terserah Kyung Sun mau menganggap nya yang mana tapi dia akan lebih senang kalau Kyung Sun melihat dari sisi positif. Kyung Sun benar benar kecewa dengan Jin Ah padahal Joon Hee sudah berbuat sejauh ini tapi Jin Ah sama sekali tak menghargai keputusan Joon Hee.

"sungguh aku tidak sanggup dengan mu lagi"ucap Kyung Sun kesal lalu berdiri. sebelum melangkah lagi Kyung Sun memperingatkan Jin Ah:"kau yang bilang sendiri, dibandingkan dengan Joon Hee kau yang lebih utama, ucapan ini harus kau pegang".


Kyung Sun meninggalkan Jin Ah sendirian. sementara Jin Ah hanya bisa meratapi kesedihan nya karena kehilangan sahabat yang selalu menemaninya.


Keeesokan nya dirumah Ibu Jin Ah hanya berbaring dikasur sembari membolak balikkan tubuhnya tak tenang karena hari ini Jin Ah pindah rumah. sementara ayah sedang melihati dengan sedih kamar putrinya yang sekarang Kosong tak berpenghuni. ayah menangis tak berdaya.


Jin Ah sedang pindahan dibantu dengan para petugas sewaan. saat berberes ponsel Jin Ah berdering dari Joon Hee yang sedang dinas luar. Joon Hee bertanya sedang apa Jin Ah dihari libur seperti ini? Jin Ah berbohong kalau kerjaan nya hanya bengong saja. tapi hal yang tak disangka petugas yang membantu Jin Ah malah bertanya barang mau ditaruh dimana?

Joon Hee yang mendengar bertanya siapa itu? apakah ada yang datang kerumah? JIn Ah kebingungan akhirnya menjawab kalau ada petugas rutin yang memeriksa mesin. Joon Hee percaya, lalu pamit mau rapat. Jin Ah mengiyakan lalu menutup panggilan nya.


Dirumah ayah Jin Ah membangunkan istrinya yang hanya tiduran tiduran saja karena nasi sudah masak. Ibu hanya diam. ayah mengomel kenapa istrinya harus melakukan hal yang tak berguna kalau sudah tahu hatinya akan tersiksa. Ibu Jin Ah malah berteriak menyuruh suaminya makan saja sendiri. ayah hanya bisa diam lalu keluar. Ibu Jin Ah mengeluh kalau hatinya sangat tersiksa.


kebetulan Seung Ho baru pulang. Seung Ho kaget melihat kamar kakak nya kosong. Seung Ho tak menyangka Jin Ah beneran pindah. ayah dimeja makan memanggil Seung Ho untuk ikut makan.


ayah bertanya apakah Joon Hee tak bilang apa apa? Seung Ho kaget maksudnya bilang apa? karena yang dia tahu saat ini dia lagi dinas luar di Tiongkok. Seung Ho baru ngeh kalau Yoon JIn Ah pergi tanpa bilang bilang ke Joon Hee. ayah meminta Seung HO untuk jangan cerita dulu ke Joon Hee. Seung Ho tahu walaupun diminta cerita pun dia juga tak akan cerita karena bisa bisa Joon Hee langsung terbang kesini.


sembari makan Seung Ho meminta ayah nya untuk mencoba bicara baik baik pada ibu karena terus menerus menyudutkan hubungan Jin Ah dan Joon Hee benar benar tak akan mendapatkan hal yang positif.

Seung Ho:"anu..dia hanya tak menunjukkan nya saja sekarang, kalau sampai Joon Hee benar benar marah, habislah semuanya, dia bukan type orang yang diam jika injak injak, ini karena keluarga kita makanya dia bersabar sekuat mungkin, menurut ayah sampai kapan dia bertahan, dia juga manusia"jelas Seung Ho. ayah hanya diam sembari meneruskan minum nya.


dirumah barunya JIn Ah sedang makan seadanya bersama sahabat nya BO Ra. Jin Ah berterimakasih karena sudah merepotkan Bo ra membantunya berberes dihari libur Bo Ra dan janji nanti setelah gajian akan mentraktir Bora. Bo Ra menyindir Jin Ah sangat naif sekali. karena memikirkan nya saja sudah bingung. harus membayar listrik air makan dan sebagainya. Jin Ah tak mau membahas itu lalu menyuruh Bo Ra makan saja.


keesokan nya dikantor Choi chajang menunjukkan suatu rekaman pada Direktur Nam. dalam rekaman terlihat video Yoon Jin Ah menari nari di karaoke dan video tersebut sudah dipotong jadi terkesan Jin Ah yang menggoda para atasan. Choi chajang juga mengatakan kalau kuasa hukum akan bicara dengan Yoon Jin Ah. Direktur Nam sangat puas melihatnya bahkan Direktur Nam berjanji kalau ini berhasil maka dia akan menaikkan jabatan Choi chajang. Choi Chajang tersenyum bahagia mendengarnya. dan Direktur Nam juga meminta Choi Chajang menyelesaikan masalah Gong Chajang yang bisa menghambat keberhasilan nya ini.



Presdir memanggil Jeong Bujang ke ruangan nya. presdir sedikit memarahi Jeong Bujang agar mempertimbangkan dari berbagai aspek yang akan ditimbulkan jika melanjutkan tuntutan dari JIn Ah. karena selain citra perusahaan kehilangan muka maka perusahaan bisa gulung tikar. apakahh harus cuma gara gara masalah satu orang dua orang perusahaan harus bercerai berai bahkan gulung tikar. Presdir tak mau tahu pokoknya dia ingin Jeong Bujang mempertimbangkan nya lagi. Jeong Bujang hanya bisa diam menahan emosi.



Di atap Choi Chajang membujuk Gong Chajang agar meminta maaf secara terbuka pada Yoon Jin Ah maka masalah akan selesai. menurut Gong Chajang itu bukan perkara mudah. Choi Chajang memberi pengertian daripada nanti Gong Chajang diseret ke pengadilan, belum lagi jadi pengangguran, bagaimana nasib keluarga Gong Chajang?


Gong Chajang takut nanti walaupun tak ada sanksi hukum pasti ada sanksi dari perusahaan kan? Choi Chajang memberi pengertian kalau nanti Gong Chajang bisa saja meminta mutasi ke cabang lain yang tak ada YOon Jin Ah.

Gong Chajang berfikir sejenak lalu bertanya kenapa Choi Chajang sangat peduli karena biasanya tak peduli sama sekali dengan urusan orang lain. Choi Chajang beralasan ini karena setiap hari Gong Chajang terus menerus berkeluh kesah padanya setiap hari. Gong Chajang nampak berfikir.


Yoon JIn Ah bertemu dengan seorang pengacara dari Direktur Nam. pengacara dengan penuh percaya diri bertanya kalau Nona Jin Ah pasti sudah tahu maksudnya mengundangnya kesini.

Jin Ah mengangguk lalu dia menjelaskan kalau dia hanya menginginkan permintaan maaf secara terbuka dan sanksi yang setimpal bagi pelaku, selain itu dia tak mau ada mediasi atau lain nya.


Pengacara bingung kenapa JIn Ah menyebut kata pelaku, memang nya Jin Ah sudah yakin kalau Jin Ah adalah korban? JIn Ah terkejut.


pengacara menjelaskan kalau baru baru ini juga ada kasus serupa tapi tak dilanjut dan hasil nya kurang memuaskan. pengacara bertanya apakah Jin Ah tahu sebab nya? lalu pengacara mengeluarkan tablet Pc nya dan memutarkan video Jin Ah yang sudah di potong. bahkan pengacara juga menunjukkan bukti Chat antara Jin Ah dan Direktur Nam yang memojokkan Jin Ah.



JIn Ah protes dari mana penagacara mendapatkan video itu dan dimana vvideo aslinya? Jin Ah juga mengaku kalau dia tak pernah berkirim sms dengan Direktur Nam seeperti itu. JIn Ah hendak mengeluarkan ponsel nya untuk memberi bukti lain sms nya. namun pengacara menghentikan Jin Ah. baginya itu tak penting karena tak akan ada yang percaya dengan Jin Ah sekalipun jika bukti bukti ini akan dipublish maka hanya ada satu reaksi orang orang, yaitu 'pasti si wanita bermasalah dan pasti ada yang ingin didapatkan dari si wanita alias Yoon Jin Ah'.


pengacara memperingatkan agar Yoon Jin Ah mempertimbangkan lagi niatan tuntutan nya. Jin Ah sama sekali tak akan mundur. pengacara juga tak peduli lalu mengatakan kalau Direktur Nam akan melayangkan gugatan atas tuduhan pencemaran nama baik namun Jika Jin Ah mau berubah fikiran dan minta maaf maka Direktur Nam akan mempertimbangkan nya. JIn Ah melongo tak percaya dengan apa yang terjadi padanya.

pengacara:"Yoon Daeri Nim menurut pengalaman ku untuk kasus yang sudah sudah kasus seperti ini untuk jangka waktu yang panjang kebanyakan hanya akan meninggalkan luka, jujur aku bicara seperti ini karena merasa kasihan pada anda"ejek pengacara

"menurutku justru aku yang merasa kasihan pada anda, demi mengurus kasus yang keji seperti ini harus bersusah payah sekolah bertahun tahun, tolong sampaikan padanya kami tak akan menyerah dan akan bertarung sampai akhir"gertak Jin Ah menahan kesal.


Jin Ah keluar dengan hati hancur berkeping keping. bahkan saat berjalan pulang Jin Ah masih tetap menangis, Jin Ah mencoba menelepon seseorang namun sepertinya tak ada jawaban.


Lanjut Episode 15 Part 2

0 Response to "SINOPSIS Something In The Rain Episode 15 PART 1"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel