-->

SINOPSIS Drama China 2018: Here To Heart Episode 18 PART 1


All Images By : HUnan Tv


Liu Rui mempersembahkan konser nya ini untuk Wen Rou dan mengucapkan selamat ulang pada Wen Rou dengan keras. terlihat Wen Rou terpukau akan hadiah dari Liu Rui ini. lalu Liu Rui mengajak Wen Rou untuk naik keatas panggung. awalnya Wen Rou enggan namun penonton semuanya mendukung bahkan meminta Wen Rou untuk segera naik. jadi Wen Rou akhirnya naik keatas panggung dan bernyanyi bersama Liu Rui dengan bahagia.


Dirumah Wen Nuan meletakkan kue ulang tahun ke meja sembari mengeluh kalau yang berulang tahun tak ada sementara kue nya masih begitu besar mau diapain?

"kue yang begitu besar, kita tak bisa menghabiskan tapi kita bisa melakukan ini"ucap Linlu sambil mencolek Kue lalu mengoleskan ke kening Wen Nuan.



Wen Nuan tak terima lalu membalas mengolesi pipi Linlu, keduanya saling berebut untuk balas mengoles hingga akhirnya keduanya terjatuh ke kursi dengan Wen Nuan menumbruk Linlu. keduanya saling bergurau sampai akhirnya Wen Nuan melihat seseorang berdiri didepan pintu kaca. disaat itu Linlu juga melihatnya.



orang itu Nan Xian yang sedang memandang keduanya dengan tatapan serius. Wen Nuan langsung berdiri kikuk. perlahan Nan Xian masuk. Linlu mengambilkan Tisu Untuk Wen Nuan.

"Dimana Wen Rou?"ketus Nan Xian

"dia barusan pergi"jawab Wen Nuan canggung.

"gadis yang ulang tahun tak disini, tapi kalian berdua benar benar menikmatinya, tapi tak apa,silahkan dilanjutkan"ucap Nan Xian meletakkan kado lalu beranjak keluar.


Wen Nuan mengejar Nan Xian keluar tapi dihentikan Linlu, LInlu bertanya kenapa Wen Nuan menyusulnya? Wen Nuan takut kalau Nan Xian salah faham. Linlu protes kalau pemberitaan tentang Nan Xian dan Yi Xin sudah seperti itu jadi kenapa Nan Xian harus salah faham tentang ini? Wen Nuan tetap kukuh karena ini permasalahan antara Nan Xian dan dia, Linlu tak bisa menahan Wen Nuan lagi.


Wen NUan berlari menyusul Nan Xian yang hendak menaiki mobil. Wen Nuan menjelaskan kalau apa yang dilihat Nan Xian barusan tak seperti apa yang dipikirkan Nan Xian. Nan Xian tersenyum sinis meminta maaf kalau datang diwaktu yang salah jadi mengganggu waktu Wen Nuan dan Linlu.




"kau salah faham antara aku dan Linlu.."ucap Wen Nuan

"kau fikir aku salah faham? bagaimana kau tahu apa yang kupikirkan? aku pikir jika orang lain yang melihat kalian barusan tadi, mereka akan berfikir yang sama dengan ku"

"Linlu dan aku sungguh bukan seperti yang kau fikirkan"

"kau memanggilnya begitu intim(dekat),aku sedikit bingung kenapa kau begitu dingin dan kaku ketika kau melihatku,tapi kau barusan bersenang senang dengan nya, apakah kau begitu enggannya berpisah dengan nya? apa kau mencoba jual mahal dengan ku?"marah Nan Xian



Wen Nuan terdiam shock lalu bertanya apakah seperti itu cara berfikir Nan Xian tentang nya? Nan Xian hanya diam. dengan berkaca kaca Wen Nuan sudah salah menilai Nan Xian lalu berbalik untuk masuk. Nan Xian menghentikan Wen Nuan dengan memegang lengan nya sampai Wen Nuan sedikit kesakitan meminta dilepaskan.

"apakah kau akan melarikan diri lagi? kutanya sudah berapa tahun ini?"sinis Nan Xian dengan berkaca kaca

"aku tak tahu apa yang kau tanyakan?"

"sudah berapa tahun sejak kita berpisah?"



Wen Nuan langsung menarik lengan nya dengan keras. Wen Nuan bertanya kalau Nan Xian datang begitu larut mau memberi hadiah untuk kakak nya atau mau membicarakan masa lalu dengan nya? dengan tegas Nan Xian menjawab datang untuk bicara masa lalu dengan Wen Nuan, apakah Wen Nuan tahu walaupun sudah bertahun tahun berlalu masih ada pertanyaan yang mengganggunya, yaitu kenapa 7 tahun lalu Wen Nuan tiba tiba memutuskan nya? Wen Nuan hanya diam gugup. dan  Nan Xian terus memaksa agar Wen Nuan memberitahunya malam ini tentang alasan nya memutuskan dulu?

"bukankah aku sudah memberi tahu dengan jelas.."ucap Wen Nuan tanpa berani menatap mata Nan Xian.



"Ya..tujuh tahun lalu aku melihatmu dengan mataku sendiri kau masuk kemobilnya,dan tak peduli apa yang terjadi selama waktu itu,kau selalu berbagi dengan nya lebih dulu, bahkan setelah karyawan dari perusahaan ku dipecat, kau tak peduli apakah kau akan menimbulkan kecurigaan dan membawanya ke Daizhong(Ru Qian yang dimaksud Nan Xian)".

"itu 2 hal yang berbeda, itu sungguh bukan seperti yang kau pikirkan?"jelas Wen Nuan mencoba menjelaskan.

"tapi bagiku adalah hal yang sama"tegas Nan Xian.

Wen Nuan mencoba menjelaskan lagi tapi Nan Xian segera menyetopnya dengan menahan tangis, karena dia tahu sebenarnya tak punya hak menanyai Wen Nuan hal hal seperti ini. Nan Xian langsung masuk mobilnya dan melajukan dengan cepat.



Wen Nuan ingin mengejar Nan Xian tapi diurungkan. terlihat Linlu memperhatikan nya dari dalam pagar.


Wen Nuan membatin sedih:"Nan Xian..kau sudah punya Yi Xin, kenapa kau datang kesini mengatakan hal hal seperti itu padaku"

Linlu dibalik pagar juga membatin sembari memperhatikan Wen NUan:"Wen Nuan..kau selalu menangis karenanya, entah 7 tahun lalu ataupun sekarang".


setelah melakukan konser untuk Wen Rou kini Liu Rui dan Wenn Rou duduk bersama di sebuah tangga. Wen Rou berkata kalau persiapan Liu Rui menyiapkan konser begitu besar apakah Liu Rui tak takut kalau dia tak datang. Liu Rui yakin kalau Wen Rou akan datang karena walaupun dikantor Wen ROu sangat kaku dan keras tapi sebenarnya tidak.


keduanya saling mengobrol, bahkan Liu Rui terus menceritakan tentang pengamatan nya selama ini pada Wen Rou. Wen Rou bertanya apakah Liu Rui tak takut akan dipecat karena banyak mencampuri urusan pribadinya?

"kalau bukan karena ingin bertemu dengan mu setiap hari aku tak akan masalah jika harus dipecat"jawab Liu Rui menatap Wen Rou.

mendengar Liu Rui sedikit terdengar menggombal Wen Rou langsung berdiri. Liu Rui menahan nya dengan memegang tangan Wen Rou, Wen Rou langsung melepaskan nya. Liu Rui meminta maaf akan berhenti bercanda, lalu menawarkan mengantar pulang Wen Rou. WEn Rou hanya diam walaupun sebenarnya hatinya gugup tak karuan.



Wen Nuan masuk kembali kerumah. sementara Linlu berada di meja makan membelakanginya.


Wen Nuan memotong kue mengajak Linlu memakan Kue nya. perlahan Linlu duduk disamping Wen Nuan. LInlu berkata kalau nampaknya Zhan Nan Xian masih dengan mudah mempengaruhi suasana hatimu kan? kau menangis karena dia?

"tidak"jawab Wen Nuan sambil terus memakan kue dengan lahap.


Linlu membalas kalau dia bisa menebak walaupun Wen Nuan menjawab tidak tapi hati Wen Nuan masih terpengaruh oleh Nan Xian. Wen Nuan hanya diam sedih menahan tangis.

Linlu tak tega lalu perlahan Linlu meletakkan kue Wen Nuan dan mengelap sedikit kue yang ada dikening Wen Nuan. Linlu bertanya dengan serius apakah Wen Nuan masih menunggu Nan Xian? Wen Nuan berkata kalau dia lelah dan ingin sendiri. Linlu memberi pengertian ke Wen Nuan kalau sekarang dan 7 tahun lalu sudah beda apalagi sekarang Nan Xian memiliki Yi Xin.


Wen Nuan dengan sedikit keras menjelaskan ke Linlu kalau siapa yang diinginkan Nan Xian itu urusan Nan Xian, dan dia tak peduli sama sekali.
Wen Nuan meminta Linlu meninggalkan nya sendiri. Linlu hanya bisa diam pasrah. Wen Nuan meminta maaf karena dia tak bermaksud marah pada Linlu, Linlu mengerti dan berharap suatu saat nanti bisa menjadi alasan Wen Nuan menangis. akhirnya dengan berat hati Linlu keluar dari rumah Wen Nuan.


Wen Nuan langsung mengambrukkan diri kekursi dengan sedih. Wen Nuan terus teringat saat tadi Nan Xian melihatnya ketika dengan Linlu, lalu teringat kata kata Nan Xian diluar rumah tadi, lalu teringat kata kata LInlu yang sekarang sudah beda dari 7 tahun lalu yaitu Nan Xian memiliki Yi Xin.

"kenapa dia dan aku jadi begini, yang tertinggal hanyalah konflik penderitaan dan kesalah fahaman"batin Wen Nuan menangis.


Dijalan Liu Rui mengantar Wen Rou naik motor. Liu Rui sengaja mengebutkan motornya sampai Wen Rou terkaget hingga tak memeluk Liu Rui. Wen Rou mengomel agar Liu Rui menyetir dengan pelan. Liu Rui malah semakin mengencangkan motornya dan meminta Wen Rou pegangan yang erat. akhrinya Wn Rou mau pegangan dan keduanya saling tersenyum.



Wen Rou pulang dengan sangat pelan ketika membuka pintu, karena tahu Wen Nuan tertidur di kursi. Wen Rou dengan hati hati menyelimuti Wen Nuan, namun Wen NUan justru terbangun. Wen Rou meminta maaf sudah membangunkan Wen Nuan. Wen Nuan tak masalah dan ganti minta maaf karena tahun tahun sebelumnya tak bisa merayakan bersama ulang tahun kakaknya jadi sekarang mau merayakan ulang tahun kakak nya bersama.


Wen Nuan menuangkan anggur lalu mengajak kakak nya bersulang. Wen Rou menerima nya dengan senang dan mengajak Wen Nuan minum sampai mabuk. setelah minum Wen Rou mengaku ulang tahun nya kali ini sangat membahagiakan karena adik tersayang nya ada bersamanya.

Wen Nuan curiga kakak nya bahagia benar karena ada adiknya atau seseorang yang barusan mengajak nya keluar? Wen Rou malu malu bertanya apakah sejelas itu? Wen Nuan tersenyum. akhirnya Wen Rou mengakui kalau akhir akhir ini ada pria yang menempel padanya, dan Wen Rou menceritakan tentang LIu Rui yang mempersiapkan konser sebagai hadiah ulang tahun nya.



Wen Nuan cukup senang lalu bertanya bagaimana perasaan kakak pada pria itu? Wen Rou menjawab tak tahu yang dia rasakan hanya saat bersamanya dia merasa senang dan santai, berbeda dengan pria pria sebelum nya yang selalu menggunakan materi untuk membahagiakan nya.

Wen Nuan berkata kalau itu berarti pria itu sudah ada dihati kakak nya, apakah kakak nya tak ingin serius dengan hubungan nya kali ini? Wen Rou malas membahasnya lalu ganti ingin membahas tentang Wen Nuan, yang jangan terus sibuk bekerja, dan kapan akan fokus pada kehidupan pribadi?


Wen Nuan hanya diam. lalu Wen Rou memberitahu harapan diulang tahun nya ini yaitu dia menginginkan adiknya tenang dan segera menemukan kebahagiaan. Wen Nuan mengangguk berjanji akan terus mencoba berusaha keras. lalu keduanya minum bersama.


Lanjut Episode 18 PART 2

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "SINOPSIS Drama China 2018: Here To Heart Episode 18 PART 1"

  1. Di tunggu episod selanjut nya zaa ..makSihh sll semangattt

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan komentar ...

Boleh Share Link tapi jangan mengCopy paste tulisan di Blog ini ya...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel